Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

8 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Kebakaran Kejagung

Posted by Bid Humas Polda Kalsel at 24 Oktober 2020


Jakarta - Bareskrim Polri menetapkan delapan tersangka kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Delapan tersangka itu adalah T, H, S, K, IS, UAN, R, dan NH.

"Dari hasil gelar perkara, kami menetapkan delapan (8) tersangka karena kealpaannya," ujar Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si. dalam Konferensi Pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2020).

Dijelaskan Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Ferdy Sambo, S.H., S.I.K., M.Si., delapan tersangka itu terdiri dari lima tukang, Dirut perusahaan pembersih lantai ilegal dan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kejagung.

Menurut Brigjen Pol. Ferdy Sambo, lima tukang beserta mandor yang ditetapkan tersangka karena melakukan perbuatan yang telah dilarang saat bekerja di ruang Aula Biro Kepegawaian Gedung Utama Kejagung. Kelima tukang dan mandor tersebut merokok yang kemudian rokok tersebut menimbulkan bara dan menyulut ke barang-barang mudah terbakar.

Kemudian, Dirut perusahaan pembersih merk TOP Cleaner ditetapkan tersangka karena melakukan produksi tanpa izin pembersih lantai yang mengandung bahan solar dan tiner. Sedangkan PPK Kejagung ditetapkan tersangka atas pembuat kesepakatan tender pembersih lantai ilegal.

"Penetapan tersangka ini diperkuat dengan keterangan 10 saksi ahli. Dari penelitian terbukti, rokok dapat menimbulkan bara api dan menjalar ke benda mudah terbakar," ucapnya di lokasi yang sama.

Ditambahkan Brigjen Pol. Ferdy Sambo, dengan demikian api itu pun dipastikan karena open flame atau api terbuka. Dengan demikian, para tersangka dikenakan Pasal berlapis, yakni Pasal 188 Jo Pasal 55 Jo Pasal 56 KUHP.

Kapolri dan Ketua Umum Bhayangkari Pimpin Peringatan HKGB Ke-68 Secara Virtual

Posted by Bid Humas Polda Kalsel at 23 Oktober 2020


Jajaran Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) yang ke-68 tahun 2020, di Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri Polda Kalsel, Jumat (23/10/2020) pukul 09.00 Wita.

Peringatan HKGB ke-68 digelar secara Zoom Meeting dari Pengurus Pusat dengan diikuti Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Nico Afinta, S.I.K., S.H., M.H. selaku Pembina Bhayangkari Daerah Kalsel, Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel Ny. Ully Nico Afinta beserta Staf, Karo SDM Polda Kalsel serta Kapolres/Ta Jajaran melalui Zoom Meeting.

Kegiatan tersebut diisi dengan Pembacaan Surat Keputusan tentang Pemberian Tanda Penghargaan, Penyampaian dan Penyematan Tanda Penghargaan, Sambutan Ketua Umum Bhayangkari Ny. Fitri Idham Azis, Sambutan Pembina Utama Bhayangkari Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si ditutup dengan menyanyikan Mars Bhayangkari.

Ketua Umum Bhayangkari Ny. Fitri Idham Azis dalam sambutannya mengatakan bahwa perjalanan waktu tentunya telah mematangkan karakter pengabdian Bhayangkari sebagai isteri anggota Polri dan sebagai pribadi perempuan Indonesia anggota Bhayangkari sebagai salah satu komponen Bangsa Indonesia harus menyadari perannya untuk ikut serta mendukung program Polri dan Pemerintah, berbagai bentuk kegiatan yang telah dilaksanakan Bhayangkari selama ini merupakan bentuk dan dukungan terhadap program dan kebijakan pimpinan Polri,” ujar Ny. Fitri Idham Azis.

Tema yang diangkat dalam HKGB ke-66 ini adalah “Bhayangkari Mendukung Anggota Untuk Aktif, Produktif Dan Inovatif Demi Kemajuan Ekonomi Bangsa Yang Semakin Kuat”.

Sementara itu Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si dalam sambutannya menyampaikan Marilah kita haturkan puji syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga pada hari ini kita sekalian dapat menghadiri acara peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari yang ke-68 tahun 2020 dalam keadaan sehat wal’afiat”, ungkap Kapolri mengawali sambutannya.

Pada kesempatan itu, selaku Pembina Utama Bhayangkari menyampaikan ucapan selamat Dirgahayu Bhayangkari ke – 68 kepada segenap anggota Bhayangkari dimanapun berada.

“Peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-68 ini merupakan bagian dari kebahagiaan kita bersama, namun pada sisi lain, saat ini bangsa kita sedang dihadapkan pada situasi kondisi Pandemi Covid-19 dan nuansa politik yakni Pilkada Serentak 2020 yang saat ini sementara memasuki tahap kampanye,” ujarnya.

Kapolri berpesan agar membangun kapasitas Bhayangkari sebagai organisasi mandiri yang mampu memberikan kontribusi positif untuk masyarakat, untuk Polri dan minimal untuk keluarga Polri, pada kegiatan puncak HKGB ini ditandai dengan acara syukuran tradisi pemotongan nasi tumpeng oleh Kapolri di dampingi Ketua Umum Bhayangkari, rangkaian acara syukuran HKGB ini diisi dengan acara penyerahan bantuan berupa beasiswa kepada anak-anak yatim Polri dan Bea Siswa kepada anak anak Polri yang berprestasi.


Penulis : Achmad Wardana

Editor   : Drs. Hamsan

Publish : Bripka Yudha Krisyanto

Label:

Peringatan HKGB Ke-68, Kapolda Kalsel Serahkan Potongan Tumpeng Pada Ketua Bhayangkari Kalsel

Posted by Bid Humas Polda Kalsel at


Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kapolda Kalsel) Irjen Pol. Dr. Nico Afinta, S.I.K., S.H., M.H. menghadiri acara puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-68 di Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri Polda Kalsel, Jumat (23/10/2020) pukul 08.00 Wita.

Peringatan HKGB tahun 2020 ditengah Pandemi Covid-19 ini bertema “Bhayangkari Mendukung Anggota Untuk Aktif, Produktif Dan Inovatif Demi Kemajuan Ekonomi Bangsa Yang Semakin Kuat”. Acara tersebut digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang dihadiri Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel Ny. Ully Nico Afinta beserta Staf, Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, Karo SDM Polda Kalsel, Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel serta Kapolres/Ta Jajaran melalui Zoom Meeting.

“Selaku Pembina Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh anggota Bhayangkari dimana pun berada, semoga dengan usia ke-68 ini, Bhayangkari dapat selalu berperan dalam membantu tugas Polri, mendorong terwujudnya kesejahteraan keluarga besar Polri, memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia baik bidang sosial, budaya maupun pendidikan,” ujar Kapolda di hadapan Ibu Bhayangkari dan para Pejabat Utama Polda Kalsel yang hadir.

Kapolda Kalsel dalam kesempatan ini mengajak seluruh anggota Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan memahami sejarah pembentukan wadah organisasi Bhayangkari agar dapat menemukan makna yang melatar belakangi berdirinya organisasi tersebut.

“Dulu para pendahulu Kita bercita-cita untuk memberikan wadah bagi isteri polisi untuk turut serta berjuang, berbuat, dan berkarya sebagaimana halnya pengabdian yang dilakukan oleh para suami kepada masyarakat, bangsa dan negara,” ungkapnya.

Pemaknaan akan sejarah berdirinya Bhayangkari tersebut hendaknya terus melekat dan menjadi penyemangat bagi segenap anggota Bhayangkari untuk terus bergerak bersama memajukan organisasi, melalui kegiatan-kegiatan yang telah terprogram dengan baik serta dapat mengikuti setiap perkembangan iptek saat ini.

Alumni Akpol 1992 ini mengingatkan di era perkembangam kehidupan global dengan kecepatan teknologi informasi dan komunikasi, Bhayangkari diharapkan mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi secara positif.

Beliau juga berpesan agar dalam kehidupan sehari-hari, setiap anggota Bhayangkari mampu untuk memahami serta menjalankan perannya dengan baik dan sungguh sungguh, baik sebagai isteri yang setia mendampingi suami, ibu rumah tangga yang mengurus anak-anak, sebagai anggota masyarakat, sebagai wanita karir maupun sebagai anggota dalam organisasi Bhayangkari.

Usai menyampaikan sambutannya, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Nico Afinta, S.I.K., S.H., M.H. melakukan Pemotongan Tumpeng yang diserahkan langsung kepada Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel Ny. Ully Nico Afinta.


Penulis : Achmad Wardana

Editor   : Drs. Hamsan

Publish : Bripka Yudha Krisyanto

Label:

Masuki Tahapan Kampanye, Direktur Reskrimum Polda Kalsel Paparkan Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2020

Posted by Bid Humas Polda Kalsel at


Bertempat di Rupatama Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) disampaikan paparan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 13 Tahun 2020.

Paparan tersebut disampaikan oleh Direktur Reskrimum Polda Kalsel Kombes Pol. Dr. Sugeng Riyadi, S.I.K, S.H., M.Si. didepan Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Nico Afinta, S.I.K., S.H., M.H. beserta para Pejabat Utama Polda Kalsel, Jumat (23/10/2020) pukul 10.45 Wita.

Dalam paparannya, Direktur Reskrimum Polda Kalsel menyampaikan Dasar Hukum Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), Peraturan Bawaslu (Perbawaslu), dan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015, Nomor 8 Tahun 2015, Nomor 10 Tahun 2016, dan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2020.

Pada Pilkada Serentak tahun 2020 ini, pelaksanaan Kampanye berdasasarkan pada PKPU Nomor 13 tahun 2020 Pasal 57 dengan menyesuaikan situasi dan kondisi saat ini ditengah Pandemi Covid-19.

Berdasarkan jadwal Kampanye berlangsung selama 71 hari dimulai sejak tanggal 26 September - 5 Desember 2020 dengan cara pertemuan terbatas, pertemuan secara virtual, tatap muka, dan dialog, penyebaran bahan kampanye, pemasangan alat peraga kampanye (APK), serta melalui media massa, cetak, elektronik serta media sosial.

Pada Pasal 88  peraturan PKPU No.13 Tahun 2020, disampaikan bahwa larangan dan sanksi bagi penyelenggara yang melakukan pelanggaran Pilkada Serentak tahun 2020.

Penulis : Achmad Wardana

Editor   : Drs. Hamsan

Publish : Bripka Yudha Krisyanto

Label:

Ujian Beladiri Polri Syarat UKP Periode 1 Januari 2021 Personel Polda Kalsel

Posted by Bid Humas Polda Kalsel at


Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menggelar Ujian Beladiri Polri bagi personel yang akan UKP (Usul Kenaikan Pangkat) per 1 Januari 2021. Ujian ini berlangsung di Lapangan Apel Polda Kalsel, Jumat (23/10/2020) 07.00 Wita.

Ujian beladiri Polri merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dilalui untuk mendapatkan kenaikan pangkat bagi semua anggota Polri. Beladiri Polri ini harus dikuasai oleh setiap anggota Polri dalam menunjang tugasnya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

Bagi anggota Polri bela diri bukanlah hal baru, kemampuan ini sudah diajarkan pada saat Pendidikan dulu. Ujian untuk kenaikan pangkat hanyalah instrumen untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan wajib ini. Bela diri harus dikuasai setiap personel Polri ini untuk menunjang tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

Ujian beladiri ini dibagi dalam beberapa materi yang meliputi teknik dasar beladiri Polri, teknik beladiri tanpa alat dan beladiri melawan alat dengan alat. Penilaian beladiri Polri mengacu pada penilaian cukup, baik dan tak memenuhi syarat.

Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Nico Afinta, S.I.K., S.H., M.H. melalui Karo SDM Polda Kalsel Kombes Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K. diwakili Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Mochamad Rifa’i, S.I.K. mengatakan ujian beladiri ini diikuti 95 orang personel Polda Kalsel, baik Perwira maupun Bintara. Selain ujian beladiri masih ada tahapan-tahapan lain yang harus dilalui untuk dinyatakan layak dan diusulkan naik pangkat.

“Personel tidak dinaikan pangkatnya begitu saja, persyaratan administrasi harus lengkap, yang bersangkutan juga harus mengikuti beberapa tes atau ujian antara lain penelitian personel, kesamaptaan jasmani serta ujian beladiri Polri seperti yang sedang dilaksanakan pada hari ini,” ujar Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Mochamad Rifa’i, S.I.K.


Penulis : Achmad Wardana

Editor   : Drs. Hamsan

Publish : Bripka Yudha Krisyanto

Label: