Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

Kapolda dan Pejabat Utama Polda Kalsel Sambut Kunjungan Tim BNN RI

Posted by Bid Humas Polda Kalsel at 17 Januari 2020

Direktorat Pemberdayaan Alternatif Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Brigjend Pol Drs. Andjar Dewanto, SH., MBA. melaksanakan kunjungan ke Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (17/1/2020) pukul 11.00 Wita. Dalam Kunjungan ini, rigjend Pol Drs. Andjar Dewanto, SH., MBA. beserta Tim disambut langsung oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Drs. Yazid Fanani, M.Si, di ruang kerjanya.

Dalam kunjungan kerja (Kunker) ini turut hadir Kepala BNNP Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, Karo Ops Polda Kalsel, Karo Log Polda Kalsel dan Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel.

Pertemuan ini juga sebagai ajang Silaturahmi dan untuk memantapkan program pemberdayaan alternatif pada kawasan rawan dan rentan narkoba bersama Pemerintah Daerah, TNI, Polri dan masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Brigjend Pol Drs. Andjar Dewanto, SH., MBA. mengungkapkan bahwa saat ini pengedaran narkoba telah menyasar ke wilayah pedesaan. Maka, Tantan mengajak masyarakat desa berperan aktif melakukan pencegahan mandiri demi mewujudkan desa atau kelurahan bersih.
“Desa saat ini telah menjadi wilayah strategis untuk jalur penyelundupan, penyebaran, penyalahgunaan dan pengedaran narkoba. Untuk itu desa harus menjadi garda terdepan untuk mewujudkan desa dan kelurahan bersih dari narkoba,” jelasnya.

Ia pun berharap Provinsi Kalsel bisa menjadi wilayah bersih narkoba dengan menerapkan upaya pencegahan dini baik dalam lingkungan pendidikan maupun lingkungan pekerjaan.

“Harapan kami kedepan Kalsel bisa menjadi wilayah yang bersih dari narkoba dengan membangun sistem pencegahan yang berkesinambungan disekolah-sekolah dengan cara memasukkan pelajaran Narkoba kedalam kurikulum pendidikan Provinsi Kalsel,” jelas Brigjend Pol Drs. Andjar Dewanto, SH., MBA.

Sedangkan, lanjutnya, untuk pencegahan yang berkesinambungan di lingkungan kerja, pihaknya menyarankan agar dibangun sistem pencegahan mandiri di masing-masing instansi melalui deteksi dini atau tes urine yang dikaitkan dengan sistem manajemen SDM seperti halnya promosi jabatan, kenaikan eselon, pangkat dan pendidikan.


Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Drs. Hamsan
Publish : Bripka Yudha Krisyanto

0 komentar:

Posting Komentar