Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

Program Brigadir Deddy Polres Tala Bantu Warga Hapus Tatto

Posted by Bid Humas Polda Kalsel at 21 Desember 2019

Seorang personil Polri Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Tanah Laut (Tala) bernama Brigadir Deddy Purnomo, menjadi salah satu sosok dibalik program penghapusan tatto di Kabupaten Tala, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Anggota Sat Binmas Polres Tanah Laut ini berinisiatif membantu anak muda yang memiliki tatto ditubuhnya untuk hijrah dengan Program Penghapusan Tatto Gratis (Propetis).

Awal inisiatif Brigadir Deddy berasal dari diskusi bersama sang istri menanggapi keluhan masyarakat setempat terkait banyaknya anak muda bertatto yang ingin hijrah tapi terkendala biaya.
Sang istri yang memiliki salon kecantikan mantap mendukung Brigadir Deddy untuk melakukan Program Penghapusan Tatto Gratis, terlebih sang istri memiliki alat penghapus tatto.

Niat Brigadir Deddy pun disampaikan kepada Polres Tala tempatnya mengabdi.

Bak gayung bersambut, inisiatif Brigadir Deddy dan istrinya justru dijadikan program Sat Binmas Polres Tala. Bahkan Polres Tanah Laut turut membeli alat penghapus tatto sendiri.
"Tujuannya memang ingin lebih bermanfaat. Memang polisi semboyannya bermanfaat untuk masyarakat. Saya ada ide ini, kenapa tidak (saya lakukan)?" ujar Brigadir Deddy, Kamis (19/12/2019).

Brigadir Deddy mengatakan Propetis berjalan sejak Januari 2019 silam dengan 90 orang baik pria maupun wanita telah mengikuti program tersebut.

Kebanyakan dari jumlah tersebut merupakan anak muda yang iseng mentato tubuhnya. Namun, ada pula yang mantan preman.

Untuk mendapatkan pelayanan Propetis, Brigadir Deddy menyebut ada beberapa syarat yang harus dilakukan.
Pertama, menghafal Surah Ar-Rahman 78 ayat yang bisa dicicil per 10 ayat tiap pertemuan.

Kedua menyertakan surat medical check up bebas HIV-AIDS, Hepatitis, dan Diabetes.

Dan syarat terakhir yakni ibu hamil dan menyusui dilarang mengikuti program tersebut.

"Minimal masyarakat bisa membaca Surah Ar-Rahman 78 Ayat, apabila mereka tidak bisa menghafal. Karena bila ditekankan harus menghafal, nanti keinginan mereka hijrah justru sirna," kata Brigadir Deddy.
Lanjut Brigadir Deddy, Kenapa Surah Ar-Rahman? Karena Ar-Rahman kan rahmat dari Allah. Dengan membaca Surah Ar-Rahman merahmati semua," imbuhnya.

Propetis diketahui program yang pertama kali dilakukan dan satu-satunya program oleh kepolisian, baik ditingkat Polsek, Polres, ataupun Polda.

Brigadir Deddy berharap program ini terus berlanjut dan dapat diduplikasi di tempat lain.

Banyak masyarakat yang membutuhkan program ini, katanya, sebab mahalnya biaya penghapusan tatto. Karena biasanya mereka akan dikenakan harga Rp. 200-500 ribu per centimeter untuk penghapusan tatto.
"Harapannya mudah-mudahan kegiatan ini bisa diduplikasi oleh polres lainnya, sehingga bisa lebih banyak lagi melayani masyarakat yang membutuhkan. Karena memang banyak masyarakat yang membutuhkan kegiatan ini," katanya.

Sementara itu, Kapolres Tala AKBP Cuncun Kurniadi, S.I.K. mengapresiasi ide anggotanya tersebut karena bermanfaat bagi masyarakat luas, terutama masyarakat Tanah Laut (Tala).

Ia pun berharap agar anggota-anggota lainnya tak takut menyuarakan ide yang dimiliki dan mencontoh pengalaman Brigardir Deddy.

"Saya sangat mengapresiasi ide-ide bermanfaat bagi masyarakat luas seperti ini. Karena ini juga bisa menjadi gambaran untuk jajaran anggota Polri lainnya agar lebih dekat dengan masyarakat," kata AKBP Cuncun Kurniadi, S.I.K.


Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Drs. Hamsan
Publish : Bripka Yudha Krisyanto

0 komentar:

Posting Komentar