Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

Tokoh Islam di Kalsel Tolak People Power

Posted by Bid Humas Polda Kalsel at 16 Mei 2019

Merebaknya isu People Power, direspon oleh para Ulama, Tokoh Agama, Pimpinan Pondok Pesantren hingga Tokoh Seni, Budayawan hingga Mahasiswa di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Para Ulama, Tokoh Agama, Pimpinan Pondok Pesantren mengatakan, hal-hal yang berhubungan dengan Pemilu 2019, baik Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres) sudah selesai dengan jujur, adil, transparan dan demokratis.

"Atas nama Ulama, Tokoh Agama, dan Pimpinan Pondok Pesantren, kami menghimbau masyarakat agar tidak perlu menimbulkan gejolak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tutur salah seorang Ulama, Rabu (15/5/2019).

"Tidak perlu ada pengerahan massa (People Power) yang justru akan menimbulkan hal yang lebih parah lagi. Lebih kacau lagi kita akan menerima kerugian dari usaha tersebut," imbuhnya.
Oleh karena itu, pihaknya menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk mencari jalan yang lebih maslahat. "Carilah jalan lain. Jalan yang lebih maslahat demi kejayaan bangsa dan Negara," tandasnya.

Pendapat senada disampaikan para Pimpinan Pondok Pesantren di Kalsel. Pimpinan Pondok Pesantren secara tegas menolak People Power.

"Atas nama Pimpinan Pondok Pesantren menolak segala gerakan-gerakan yang inkonstitusional, yang berkenaan dengan melawan hukum, yang berkenaan dengan menggerakkan massa atau People Power," tegas Pimpinan Pondok Pesantren.

Menurutnya, People Power adalah gerakan untuk kepentingan sesaat dan kepentingan kelompok atau perorangan yang tidak bertanggungjawab terhadap masyarakat dan umatnya.

"Kami menghimbau dan menyerukan kepada seluruh masyarakat Negara Indonesia, Kalimantan Selatan secara umum, khususnya kaum muslim dan para santri untuk tidak terpancing dan tidak ikut-ikutan dengan kelompok-kelompok yang tadi kami sampaikan atau kelompok yang mengajak untuk melawan hukum," tambahnya.
"Kata-kata orang bijak, menghilangkan memaslahatan harus lebih didahulukan daripada mendatangkan memaslahatan. Apalagi di bulan Ramadhan ini, untuk bangsa, untuk semua pihak khususnya agamawan, marilah menjaga hawa nafsu, ucap salah satu Pimpinan Pondok Pesantren.

Menariknya, penolakan People Power juga datang dari Tokoh Seni, Budayawan dan Mahasiswa Muslim Kalsel. "People Power seperti yang saya bayangkan adalah sesuatu yang mengerikan, dan itu jelas saya tolak," tandasnya.

Ia menambahkan, People Power dapat memudarkan persatuan dan kesatuan dan memecah belah masyarakat.

Masyarakat Indonesia yang sudah dipersatukan dengan keanekaragaman budaya, agama, suku dan adat ini akan terpecah belah dengan adanya aksi Power People," katanya.

Masyarakat diminta tetap tenang dan tak terbawa arus atau turut serta dalam aksi People Power. "Mengingatkan masyarakat agar tidak tergiring aksi People Power dan fokus dengan aktivitas keseharian saja," pungkasnya.


Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Drs. Hamsan
Publish : Brigadir Yudha Krisyanto

0 komentar:

Posting Komentar