Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

Gelar Press Conference, Kapolda Kalsel Tempatkan Sel Khusus Untuk Oknum Anggota Pungli

Posted by Bid Humas Polda Kalsel at 28 Agustus 2017

Salah satu langkah kongkret yang dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Drs. H. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D. , adalah pemberantasan pungutan liar (pungli) di semua sektor, termasuk di internal institusi Polri.  Kapolri mengaku telah memerintahkan para Kapolda termasuk Kapolda Kalsel untuk membuat tim khusus yang bertugas melakukan pemberantasan pungli termasuk di internal Polri.

Atas perintah itulah Kapolda Kalimantan Selatan Brigadir Jenderal Polisi Drs. Rachmat Mulyana menggelar Press Conference (konferensi pers).
Pada kesempatan itu Kapolda Kalsel menyampaikan pernyataan terkait pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh dua oknum anggota Polres HST di wilayah hukum Polda Kalimantan Selatan yang berujung viralnya video perbuatan anggota tersebut di media sosial.

Press Conference yang digelar oleh Kapolda Kalsel Brigjen Pol Drs. Rachmat Mulyana berlangsung di Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri Mapolda Kalsel, Senin (21/8/2017) pukul 09.00 yang dihadiri oleh seluruh wartawan media cetak, media online & media eletronik se Kalimantan Selatan. Press Conference ini digelar setelah video pungli oknum anggota Polres HST beredar di media sosial belakangan ini.
Dalam kesempatan ini Kapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol Drs. Rachmat Mulyana didampingi oleh Waka Polda Kalsel Kombes Pol Nasri, S.I.K. M.H., para Pejabat Utama Polda Kalsel dan Kapolres HST AKBP Mugi Sekar Jaya, S.Sos, S.iK memberikan penghargaan/reward berupa piagam dan satu unit HP Samsung S7 kepada Ade Ridwan Syahroni si sopir truck sekaligus pengunggah video oknum anggota Polri HST, atas keberaniannya merekam dan mengunggah video tersebut ke media sosial.

Pada kesempatan itu Kapolda Kalsel menegaskan oknum anggota Polres HST Aiptu MM & Bripka DB yg melakukan Pungli saat ini telah ditempatkan diruang khusus di Direktorat Tahti Polda Kalsel & akan menjalani Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP)  , dan kepada kedua oknum tersebut bisa dikenakan pasal 34 ayat (3) Undang-Undang No 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Republik Indonesia yakni melanggar Kode Etik Profesi Polri yang di jabarkan kembali dalam peraturan Kepala Kepolisian Negara RI Nomor14 Tahun 2011, tentang kode etik kepolisian RI, sehingga yang bersangkutan dapat diberikan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat.
Sedangkan pengunggah video, Kapolda Kalsel mengatakan pengunggah video bisa dikenakan tindak pidana “MANAKALA” video yg di unggah trsbt berupa fitnah, tidak terjadi, kemudian provokator & provokasi.

”Namun pada kasus ini, si pengunggah video tidak dipidanakan dan justru mendapat pelindungan karena menjadi saksi dalam kasus ini,” jelas Kapolda Kalsel.


Penulis : Achmad Wardana
Editor   : Drs. Hamsan
Publish : Brigadir Yudha Krisyanto

0 komentar:

Posting Komentar