Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

Polda Kalsel Gelar Ujian Beladiri untuk Kenaikan Pangkat Anggota

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at 25 November 2016

Polda Kalsel Gelar Ujian Beladiri untuk Kenaikan Pangkat Anggota

 
 ujian3

Polda Kalsel (26/11) : Ujian beladiri Polri  merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dilalui untuk mendapatkan kenaikan pangkat bagi semua anggota Polri, Bela diri Polri ini harus dikuasai oleh setiap anggota Polri dalam menunjang tugasnya sebagai pelindung, dan latihan Bela diri Polri ini sudah diajarkan pada saat masa Pendidikan dulu.
Jumat ( 25/11) Polda Kalsel melaksanakan Latihan Ujian Bela diri Polri yang laksanakan di lapangan Mapolda Kalsel diikuti oleh 105 orang personil anggota yang akan melaksanakan proses Kenaikan Pangkat.
Selaku 7 gadik dalam latihan tersebut yakni, AKBP Toestoes, Kompol Anang Erwansyah, Iptu Jumandiono,  yang hadir 500 anggota dari 1.200 yang tercatat untuk mengikuti ujian  kenaikan pangkat. Para anggota diberikan yaitu teknik-teknik dasar dalam Bela diri Polri serta gerakan-gerakan yang menjadi inti Bela diri polri sendiri. Persiapan seperti ini sangat dibutuhkan bagi anggota yang akan naik pangkat nanti.
Tujuan dilaksanakannya latihan Bela diri Polri ini adalah untuk menyempurakan gerakan-gerakan anggota dalam proses bela diri Polri, dimana ujian Bela diri ini nantinya akan dilaksanakan dan diuji oleh tim penguji dari Polda Kalsel terhadap anggota yang akan diusulkan kenaikan pangkat TMT 1 Januari 2017.
The following two tabs change content below.
 
ujian1
 
 
 
 
 
 
 
***Tribratanews.poldakalsel/yudha/Bidhumaspolda


Kapolda Kalsel Tinjau Lokasi Pembangunan Rumah Dinas dan Dermaga Dit Polair Polda Kalsel di Aluh-aluh

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Kapolda Kalsel Tinjau Lokasi Pembangunan Rumah Dinas dan Dermaga Dit Polair Polda Kalsel di Aluh-aluh

rumdin-aluh-aluh

rumdin-aluh3

Polda Kalsel (26/11) : Kapolda Kalsel Brigjen Pol Erwin Triwanto bersama Pejabat Utama Polda Kalsel, Jumat (25/11) melakukan peninjauan dan pengecekan rencana pembangunan dermaga dan rumah dinas Dit Polair di wilayah Desa Aluh-aluh Kabupaten Banjar





***Tribratanews.poldakalsel.com/yudha/Bidhumaspolda

 

Maklumat Kapolda Kalsel Himbauan Larangan Demo 2 Desember, Diapresiasi PBNU dan Muhammadiyah Kalsel

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Maklumat Kapolda Kalsel Himbauan Larangan Demo 2 Desember, Diapresiasi PBNU dan Muhammadiyah Kalsel

Polda Kalsel (26/11) : Terbitnya maklumat Kapolda Kalsel Brigjen Pol Erwin Triwanto yang mengimbau agar warga Kalsel tak mengikuti lanjutan pada 2 Desember 2016, mendapat respon organisasi kemsyarakatan (ormas) Islam di daerah ini.
“Apa yang jadi himbauan Kapolda Kalsel sudah sejalan dengan sikap yang diambil pengurus pusat Muhammadiyah ” kata Alfian Khairani, Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah Wilayah Kalsel.
Muhammadiyah Wilayah Kalsel sendiri, jelas mengikuti sikap yang diambil pengurus pusat terkait sikap atas rencana lanjutan ‘demo Ahok’.
“Kita dari Muhammadiyah, sebagai organisasi terstruktur dari pusat hingga ranting, jelas mengikuti apa yang disikapi oleh pimpinan pusat,” kata pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Muhammadiyah Cabang Banjarmasin ini.
Sebelumnya Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menyatakan lembaganya tidak menyetujui demonstrasi pada 2 Desember mendatang. Demonstrasi tersebut justru kontraproduktif karena dianggap mengintervensi penegak hukum agar menahan Ahok. “Penegakan hukum seharusnya tidak diintervensi baik oleh penguasa maupun massa,” kata dia.
Hal senada disampaikan jajaran PBNU Kalsel. Ketua PBNU Kalsel Syarbani Haira menegaskan apa yang jadi himbauan Kapolda Kalsel sudah benar.
“Demo ke depan itu sudah tidak relevan lagi,” katanya.
Alasannya, kata Syarbani, pertama adalah proses kebangsaan sudah jalan, dimana proses hukum terhadap kasus penistaan agama sudah berjalan.
Kemudian yang ke-dua, negara dinilai sudah mengakomodir keinginan umat Islam untuk memproses penista agama.
“Dalam kehidupan berbangsa ada mekanisme yang harus dijalankan, bukan dengan cara bar-bar. Kita hormati itu. Kalau ada yang menyimpang, bolehlah kita demo lagi,” kata dia.
Syarbani malah mengapresiasi langkah pemerintah yang dinilai cepat dalam memproses apa yang jadi tuntutan umat Muslim Indonesia.
“Lihat manfaat dan mudaratnya,” pungkasnya.




***Tribratanews.poldakalsel.com/yudha/Bidhumaspolda

Jenderal (P) Agum Gumelar Lantik Kolonel (Purn) TNI AD Nasib Alamsyah Jadi Ketua Pepabri Kalsel

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Jenderal (P) Agum Gumelar Lantik Kolonel (Purn) TNI AD Nasib Alamsyah Jadi Ketua Pepabri Kalsel



Polda Kalsel (26/11) : Kolonel Inf (Purn) Nasib Alamsyah terpilih sebagai Ketua DPD Pepabri (Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI/Polri) Provinsi Kalimantan Selatan masa bakti 2016-2021.
Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Umum DPP Pepabri, Jenderal (Purn) Agum Gumelar, Kamis (24/11/2016) di Wisma 5 Oktober Korem 101 Antasari.
Menurut Nasib, ia akan menjaga amanah tersebut. Melalui organisasi ini pihaknya akan tetap berupaya memberi andil bagi pembangunan.
“Usia boleh tua, tapi kami tetap berpikir untuk negara. Sekecil apapun yang dilakukan, adalah andil bagi pembangunan,” ujarnya.
Sebagai organisasi bermisi sosial, Nasib juga berupaya untuk memerhatikan kesejahteraan anggota. Harapannya pula Pepabri jadi perekat kerukunan bangsa.
Sementara Agum Gumelar berpesan, jaga kebersamaan di tubuh Pepabri yang terdiri unsur purnawiran TNI AD, AU, AL, Polri dan veteran.
“Soliditas TNI dan Polri menjadi jaminan tetap utuhnya Indonesia.Tidak akan ada yang bisa menggoyang NKRI. Mari jaga tali silaturahmi baik di darat, laut, udara, Polri, veteran,” pesannya.
Hadir pada kegiatan tersebut, Asisten Pemerintahan Pemprov Kalsel Hermansyah, Danrem 101/Antasari Kolonel (Inf) Yanuar Adil, pejabat Polda Kalsel, TNI AL dan AU, serta Ketua PP Polri Danche R Arsa.
 




 
 
 
 
 
***Tribratanews.poldakalsel.com/yudha/Bidhumaspolda
 
 

Kapolda Kalsel Dukung Gerakan Tanam Pohon untuk Kelestarian Lingkungan

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

pohon1

pohon2

Polda Kalsel (26/11) : Kapolda Kalsel Brigjen Pol Erwin Triwanto mendukung sepenuhnya ajakan Gubernur Kalimantan Selatan Syahbirin Noor untuk menggelorakan semangat menanam pohon untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan serta masa depan bagi generasi mendatang.
Pelestarian lingkungan sejatinya dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal sampai lingkungan secara luas. “Kami mendukung upaya penamanam pohon,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbririn mengajak, semua pihak terus menanam pohon demi anak cucu. “Mari bersama-sama kita jaga alam dan lingkungan,” ujar gubernur saat memimpin aksi penanaman pohon di Desa Kiram, Kabupaten Banjar, yang juga dihadiri Danrem 101/Antasari, Selasa.
Pernyataan itu disampaikan gubernur pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia 2016 dan Bulan Menanam Nasional Kalsel di Desa Kiram Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.
Kegiatan yang diikuti ratusan anggota masyarakat setempat itu dihadiri Bupati Banjar Khalilurrahman, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kalsel dan Kabupaten Banjar serta undangan.
Menurut gubernur, menanam pohon merupakan kebutuhan untuk kehidupan karena mampu mencegah terjadinya bencana baik banjir dan tanah longsor akibat rusaknya kondisi hutan.
“Masyarakat berhak mendapatkan lingkungan yang lebih baik, bencana banjir dan longsor karena kondisi hutan yang buruk, rusaknya daerah aliran sungai dan eksploitasi alam,” ucapnya.
Ia mengatakan, menanam pohon sejatinya dijadikan bagian dari budaya masyarakat terutama di seluruh wilayah Kalsel yang harus terus dilestarikan dan digelorakan sejak dini.
“Aksi penanaman pohon apa pun jenisnya merupakan suatu bukti nyata kepedulian masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan dan masa depan anak cucu,” ungkapnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Dr Hanif Faisol Nurofiq mengatakan pihaknya menyiapkan 2.000 bibit pohon berbagai jenis seperti durian, mangga, rambutan, sukun, dan mahoni.
“Penanaman bibit pohon diikuti personel TNI/Polri, juga mahasiswa, pelajar, relawan dan warga setempat yang diharapkan bisa menjaga dan merawat pohon,” ujarnya.
Kegiatan itu juga diisi penyerahan penghargaan Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani sebagai kepala daerah peduli lingkungan dan penghargaan kepada masyarakat peduli lingkungan.
Penghargaan juga diserahkan kepada kelompok masyarakat yang menamakan Kelompok Serbu Tanam (ST) 12 sebagai organisasi mempelopori aksi penanaman bibit pohon
 
 
 
 
***Tribratanews.poldakalsel.com/yudha/Bidhumaspolda
 

Kapolda Kalsel Keluarkan Himbauan untuk Tidak Melakukan Kegiatan Unjuk Rasa ke Jakarta

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Kapolda Kalsel Keluarkan Himbauan untuk Tidak Melakukan Kegiatan Unjuk Rasa ke Jakarta
Kapolda Kalsel Brigjen Pol Erwin Triwanto didampingi Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Anjar Wijaksana silahturahmi ke Ketua MUI Kalsel KH Husin Nafarin

Polda Kalsel (26/11) Maklumat Kapolda Kalsel Nomor: Mak/02/XI/2016 tentang Himbauan untuk Tidak Melakukan Kegiatan Unjuk Rasa ke Jakarta.Berdasarkan UU No9/1998 tentang Kemerdekaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum, dilarang mengganggu ketertiban umum, merusak fasilitas umum, melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan fungsi jalan/arus lalu-lintas.
Melakukan provokasi yang bersifat anarkis maupun yang mengarah kepada SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan). Dalam pelaksanaan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dibatasi mulai pukul 06.00 Wita sampai maksimal pukul 18.00 Wita.
Oleh karena itu dihimbau untuk:
1. Tidak perlu melakukan unjuk rasa ke Jakarta, karena penyampaian aspirasi percepatan hukum terhadap terlapor Basuki Tjahaya Purnama/Ahok sudah diakomodir oleh Polri dan status Ahok saat ini sebagai tersangka.
2. Penyampaian pendapat di muka umum secara konstitusional dijamin oleh undang-undang sehingga masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara santun dan beradab di wilayah masing-masing, dengan menggunakan sarana yang ada.
3. Masyarakat menyikapi secara bijak dan tidak terprovokasi terhadap isu-isu yang menyesatkan.
4. Tokoh masyarakat/tokoh agama/tokoh adat/tokoh pemuda untuk turut berperan aktif dalam rangka terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.
Demikian maklumat ini disampaikan, untuk dipahami dan dimengerti oleh semua pihak.
Dikeluarkan di Kota Banjarmasin
Pada tanggal : 22 Novemper 2016
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan
Brigadir Jenderal Drs Erwin Triwanto SH




***Tribratanews.poldakalsel.com/yudha/Bidhumaspolda

 

Ada Ancaman Pidana bagi Penyebar Informasi “Hoax”

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Ada Ancaman Pidana bagi Penyebar Informasi “Hoax”

Polda Kalsel (26/11) : Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Ia menegaskan bahwa ada ancaman pidana bagi masyarakat yang dengan sengaja menyebarkan informasi palsu atau hoax, yang berpotensi menimbulkan gejolak di masyarakat.
“Jangan melakukan penyebaran informasi hoax, yang tidak benar, yang bisa menyebabkan ketidakamanan di masyarakat. Ini bisa menjadi pelanggaran hukum,” ujar Boy di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (21/11/2016).
Pelaku penyebar hoax bisa dijerat Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Dalam pasal tersebut disebutkan, “Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar”.
“Oleh karena itu, Polri mengingatkan kepada pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab yang menyebarkan isu demikian tidak melakukan lagi,” kata Boy.
Boy meminta masyarakat selektif terhadap informasi yang mereka terima. Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya dengan isu-isu yang berkembang di media sosial.
Polri, kata Boy, memberi jaminan keamanan kepada seluruh warga negara jika benar terjadi hal-hal yang menimbulkan keresahan.
“Tidak perlu menghiraukan ajakan atau rush money untuk melakukan pengambilan uang atau sejenisnya,” kata Boy.
“Info yang beredar itu tidak mendasar dan dikeluarkan oleh pihak yang dengan sengaja bertujuan untuk menimbulkan keresahan yang dapat mengganggu, termasuk perekonomian negara kita,” ucap dia.
Boy mengatakan, jika mendapatkan pesan berantai yang diragukan kebenarannya, masyarakat diimbau jangan langsung menyebarkannya.
Polisi sebaiknya menjadi pihak pertama yang mengetahui informasi tersebut untuk dicek ulang kebenarannya. Jika itu terbukti hoax, polisi akan mengusutnya.




***Tribratanews.poldakalsel.com/yudha/Bidhumaspolda
 

Divisi TI Garda Depan Teknologi Informasi Polda Kalsel

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Divisi TI Garda Depan Teknologi Informasi Polda Kalsel
Polda Kalsel (26/11) : Organisasi dalam Kepolisian RI yang secara khusus menangani masalah teknologi informasi adalah Divisi Teknologi Informasi Kepolisian (Div TI Pol). Dimana Bidang TI Polda Kalsel termasuk unsur pembantu pimpinan di bidang informatika, meliputi teknologi in formasi, dan komunikasi elektronika yang berada di bawah Kapolri.
“Masyarakat sekarang adalah masyarakat berbasis teknologi informasi dan membutuhkan pelayanan yang disebut Quick Respond Time. Jadi, kalau polisi tidak meningkatkan dirinya dengan teknologi informasi, maka akan ketinggalan zaman. Tuntutan masyarakat terhadap kinerja polisi sekarang semakin tinggi. Dengan begitu semua fungsi di kepolisian sepatutnya memang berbasis pada teknologi informasi,” kata Kabid TI Polda Kalsel AKBP I Nyoman Suparsa A.Md.
Menindak lanjuti program Promoter Kapolri. Bid TI bertugas menyelenggarakan fungsi pembinaan dan pengembangan sistem teknologi informasi dan komunikasi elektronika, serta informasi manajerial, termasuk jaringan telekomunikasi di lingkungan Polda Kalsel. Cakupannya meliputi sentralisasi pengumpulan dan pengolahan data, analisa dan evaluasi, penyajian informasi, termasuk pelayanan multi media, sebagai pusat informasi kriminal.
Bid TI Polda Kalsel melakukan optimalisasi internet di tiap satuan kerja (satker), mengaktifkan layanan video conference (vicon) di semua Polres, yang terintegrasi ke Polda Kalsel dan Mabes Polri, pengembangan aplikasi layanan misanya, SKCK, administrasi penyidikan, manajemen tahanan, manajemen logistic berbasis elektronik, termasuk e-arsip dan e office. Juga mengembangkan website resmi yakni, kalsel.polri.go.id
Bid TI Polda Kalsel menyelenggarakan dan membina sistem telekomunikasi elektronika dan komunikasi data yang meliputi pembanguan dan pengembangan jaringan dan pelayanan komunikasi elektronika dan data serta pemeliharaan dan perbaikan alat komunikasi (Alkom) dan jaringan komunikasi.
Menyelenggarakan sistem informasi yang meliputi pengumpulan, pengolahan data serta penyajian informasi dokumentasi baik bidang operasional maupun pembinaan hardware dan software termasuk pengembangan atau pelayanan multimedia.
Polri mau tidak mau harus membekali satuannya dengan peralatan dan pengetahuan berbasis teknologi informasi agar tidak tertinggal oleh pelaku pelanggaran hukum yang sudah jauh memanfaatkan teknologi informasi. Selain itu, dengan teknologi informasi Kepolisian melakukan pelayanan dengan lebih baik, seperti pelayanan pembuatan SIM, STNK, SKCK, Perizinan Kegiatan, Perizinan Kepemilikan Senjata, informasi publik bidang lalu lintas, pengamanan gangguan Kamtibmas, pemberantasan terorisme, informasi kriminal, identifikasi, forensik, dan lain-lain, termasuk pengamanan udara, laut, dan satwa.
Perkembangan teknologi informasi yang pesat, harus diantisipasi dengan hukum yang mengaturnya. Kepolisian sebagai lembaga aparat penegak hukum yang memegang peranan penting dalam penegakan hukum, harus menjadi garda depan dalam pengetahuan dan keterampilan teknologi informasi.

Bid TI Polri adalah menjadi yang terdepan dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk mewujudkan Polri yang makin professional, unggul dan dipercaya masyarakat guna mendukung Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian dengan berlandaskan semangat gotong-royong. Sedangka misinya adalah: Menyelenggarakan teknologi informasi- komunikasi yang terintegrasi, efektif dan efisien serta aman; Merealisasikan layanan operasional teknologi informasi-komunikasi yang excellence sesuai best practice; Penguatan Organisasi Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung operasional pengelolaan teknologi informasi-komunikasi serta penguatan SDM teknologi informasi-komunikasi yang unggul dan professional.



***Tribratanews.poldakalsel.com/yudha/Bidhumaspolda

 

Kapolda Kalsel Terima Kunjungan Kakanwil Kemenkumham Kalsel

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Kapolda Kalsel Terima Kunjungan Kakanwil Kemenkumham Kalsel


Polda Kalsel (26/11) : Kakanwil Kemnkumham Kalsel, Imam Suyudi bersama rombongan melakukan kunjungan silahturahmi ke Kapolda Kalsel Brigjen Pol Erwin Triwanto, makna kunjungan silahturahmi ini dimaksudkan untuk terus meningkatkan kinerja dalam penegakan hukum di Kalsel.




***Tribratanews.poldakalsel/yudha/Bidhumaspolda


11O Bintara Polda Kalsel Ikuti Sekolah Alih Golongan (SAG) dari Bintara ke Perwira

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

sag1


Polda Kalsel (26/11) : Kapolda Kalsel Brigjen Pol Erwin Triwanto membuka secara resmi Pendidikan Sekolah Alih Golongan (SAG) dari bintara menjadi perwira Polri tahun 2016, lapangan SPN Kota Banjarbaru, Senin (21/11). Sebanyak 110 bintara Polda kalsel yang lulus seleksi akan mengikuti pendidikan alih golongan (SAG) dari bintara ke perwira selama 1 bulan di SPN Kota Banjarbaru.
Pada amanat Kepala Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjen Pol Drs Moechgiyarto SH MHum, yang dibacakan Kapolda Kalsel pada intinya guna membangun postur Polri yang moderen, unggul, bermoral melalui jalur pendidikan dan pelatihan.
“Proses alih golongan dari brigadir ini tentunya akan diikuti dengan kenaikan pangkat menjadi inspektur Polisi Dua (Ipda),” kata Kepala Kepala Lembaga Pendidikan Polri dalam sambutan tertulis dibacakan Kapolda Kalse, Senin.
Oleh karena itu, mereka dididik di lembaga pendidikan ini untuk bekal memenuhi kompetensi sebagai seorang perwira baik dari sikap mupun perilaku menjadi teladan bawahan di lapangan,” katanya saat pembukaan pendidikan SAG yang mulai serentak dilalukan diikuti 4 ribu bintara termasuk di SPN Banjarbaru Polda Kalsel.
Dia mengatakan, untuk itu mantapkan tekad yang kuat serta motivasi yang tinggi untuk belajar, berlatih, dan menimpa diri dalam mengikuti pendidikan ini.
Ikuti seluruh kegiatan dengan semangat, kesungguhan dan hati yang ikhlas.
Patuhi serta taati segala peraturan yang ditetapkan oleh lembaga agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan tertib dan lancar.
“Hal ini penting mengingat waktu pendidikan relatif singkat. Serta jangan lupa bahwa yang dilakukan ini adalah bagian dari pengembangan sudara menjadi seorang perwira Polri yang mahir, terpuji, patuh, penolong, pelayan dan sahabat dalam rangka melaksanakan pengabdian di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Melalui pendidikan siswa sekolah diharapkan meresapi nilai revolusi mental yakni, perubahan mindset dan culture set, pendidikan dan budaya anti korupsi, kode etik profesi Polri, nilai karakter ke Bhayangkaraan (Brata Dedikasi Sejati). Keseimbangan hak dan kewajiban, proefesionalisme, partisipatif, persamaan perlakuan, keterbukaan, akuntabilitas, fasilitas dan perlakuan khusus serta ketepatan waktu.

sag2





***Tribratanews.poldakalsel.com/yudha/Bidhumaspolda

 

Aksi Dua Polwan Balangan Terjun Danau Bahru Jadi Tontonan Warga

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Aksi Dua Polwan Balangan Terjun Danau Bahru Jadi Tontonan Warga

Polda Kalsel (26/11) : Warga Desa Baruh Bahinu Kecamatan Paringin Selatan sempat kaget puluhan polisi dari Polres Balangan datang ke lokasi danau.
Rupanya mereka merupakan Tim Sar Polres Balangan bersama BPBD Balangan melakukan latihan penyelamatan korban tenggelam di danau tersebut.
Melihat pemandangan tersebut warga pun berdatangan untuk menyaksikan aksi dari anggota yang latihan menggunakan speedboat dan sekoci.
Selain laki-laki dalam latihan tersebut juga ada dua polisi wanita (polwan) yang ikut bergabung, aksi kedua polwan tersebut menjadi perhatian warga saat terjun ke air untuk membawa korban tenggelam.
Kasat Sabhara Polres Balangan AKP Tukiman yang memimpin langsung latihan tersebut mengatakan, bahwa saat ini kondisi alam yang tak menentu bisa saja membuat danau atau sungai tiba-tiba meluap.
“Kita berharap jangan ada kejadian orang tenggelam, namun bagaimanapun juga antisipasi persiapan kita lakukan yaitu dengan melakukan pelatihan penyelamatan orang tenggelam,” ujarnya.
Dalam latihan tersebut lanjutnya, anggota ditekankan bisa menguasai prosedur penyelamatan korban dengan benar sehingga upaya pertolongan bisa dilakukan secara maksimal.
Latihan selama kurang lebih dua jam ini menurut Tukiman secara keseluruhan sudah menguasai tinggal terus mengasah skil dan kemampuan agar lebih baik lagi.
“Mereka sudah memahami prosedur dan tahapan penyelamatan korban tenggelam, selanjutnya akan ada lagi latihan bersama untuk memperlancar skil yang didapat hari ini,” pungkasnya.





***Tribratanews.poldakalsel.com/yudha/Bidhumaspolda
 

Kapolda Kalsel: Gowes Ikut Berperan Majukan Pariwisata Kalsel

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at






gowes1-jumat-kapolda

Polda Kalsel (26/11) : Kapolda Kalsel Brigjen Pon Erwin Triwanto mengapresiasi penuh pelaksanaan Granfondo 130 kolometer pulang pergi, Banjarmasin-Riam Kanan dari Patriot Cycling Club, Minggu (20/11) lusa.
“Ini event yang sangat bagus harus menjadi event tahunan,” kata Kapolda.
Kapolda mengaku event gowes selalu menampilkan tempat tempat wisata sehingga bisa diperkenalkan ke wisatawan domestik. “Wisata Kalsel tidakkalah bagus dengan diluar ini perlu dipromokan seperti di Pelaihari juga,” lanjut dia.
Sayang kata Kapolda dalam mempromokan wisata ini hanya terlihat komunitas dandari pihak swasta yang aktif tanpa didukung pemerintah daerah.
“Harapannya pemerintah melalui Dinas Pariwisata dan KONI berperan aktif mengembangkan olahraga ini (gowes). Harus ada terobosan dari pemerintah sebagai ujung tombak. Saat ini yang saya lihat kurang maksimal justru yang ada hanya dari kesadaran parapegowes saja yang mempromosikan,” katanya.
Mari semua pihak kata Kapolda baik pemerintah, KONI dan lainnya saling mendukung menggalakan pariwisata Kalsel dengancara menggelar event-event bergengsi nasional.



***Tribratanews.poldakalsel.com/yudha/Bidhumaspolda

 

Biro SDM Polda Kalsel Gelar Bimbingan Konsultasi Psikoterapi Bagi Konseling Adiksi

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Biro SDM Polda Kalsel Gelar Bimbingan Konsultasi Psikoterapi Bagi Konseling Adiksi

Polda Kalsel (26/11) : Guna meningkatkan kemampuan dan pemahaman layanan konseling psikoterapi, Biro SDM Polda Kalsel menggelar Bimbingan Konsultasi Psikoterapi Kelompok dengan tema konseling adiksi dan gangguan depresi dalam mendukung konseling “Komunikasi Pelangi” bagi konselor jajaran Polda Kalsel. Kegiatan diikuti oleh konseling seluruh jajaran di Polda kalsel, Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri, Kamis.
Kegiatan yang dibuka oleh Karo SDM Polda kalsel Kombes Pol Anwar, ini juga menghadirkan pakar psikologi Fakultan Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dr Sukma Nur Eksan.
Konseling merupakan proses pemberian informasi obyektif dan lengkap, dilakukan secara sistematik dengan panduan komunikasi interpersonal, teknik bimbingan dan penguasaan pengetahuan klinik yang bertujuan untuk membantu seseorang mengenali kondisinya saat ini, masalah yang sedang dihadapi, dan menentukan jalan keluar atau upaya mengatasi masalah tersebut.Konselor adalah seorang yang mempunyai keahlian dalam melakukan konseling.








***Tribratanews.poldakalsel/yudha/Bidhumaspolda

Perilaku Korupsi Sudut Pandang Psikologi

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at 16 November 2016

isti-rahayu
oleh : AKBP Isti Rahayu S.Pd., S.PSi, M.PSi *)

Polda Kalsel (17/11) : Ada satu pertanyaan mendalam pada diri saya ketika berhadapan dengan kenyataan ada seorang yang saya kenal sangat taat beribadah sesuai agamanya dan sangat saya kagumi dalam kehidupan sosialnya… ternyata beliau terlibat korupsi. Saya jadi sedih sekali karena benar benar tidak percaya. “ kenapa orang yang rajin ibadah juga korupsi ya ?”. setelah itu saya berusaha mencari tau apa sebenarnya korupsi itu.
Ternyata dari bahasa latin korupsi berasal dari kata corruptio yang berarti busuk,rusak, menggoyahkan, memutar balikkan dan menyodok. Sedangkan menurut Arrigo dan Claussen, korupsi adalah mengambil atau menerima keuntungan buat diri sendiri yang tidak sah secara hukum karena individu tersebut memiliki otoritas dan kekuasaan. Nah… sekarang kita jadi sedikit terang tentang korupsi, jadi ibti perilaku korupsi berarti menyalahgunakan kekuasaan publik. Maksudnya adalah bahwa perilaku pejabat publik yang memperkaya diri atau orang lain yang dekat dengannya dengan cara menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepadanya.
Penyebab prilaku korupsi
Penyebab perilaku korupsi juga ternyata dipelajari oleh para ahli psikologi behaioristik, dimana prilaku manusia kebanyakan dipengaruhi faktor dari luar dirinya. Dalam hal ini terkait dengan perilaku korupsi ya para pembaca yang budiman…. Jadi sistem pengawasan yang sangat lemah, atau sistem hukuman bagi koruptor yang sangata ringan, sistem penegakkan hukum yang rapuh, serta lingkungan yang koruptif akan menyuburkan jamur dan bibit perilaku korupsi. Faktor diluar diri sendiri inindapat saya gambarkan sebagai suatu libgkungan dimana antar individu saling terkait, saling membenarkan, saling melindungi demi keuntungan bersama dan sejenisnya.
Selanjutnya para ahli psikoanalisa menanggapi perilaku korupsi juga…. dimana dikatakan, ada hubunbgan antara tahapan perkembangan kepribadian anak dengan kondisi anak setelah dewasa. Bila terjadi hambatan perkembangannya maka kepribadian itu akan dia bawa sampai dewasa. Trus bagaimana hubunganya dengan prilaku korupsi ?. disebutkan bahwa… sifat serakah adalah sifat orang yang terhambat kepribadiannya pada fase anal ( fase dimasa kecil manusia dimana kepuasan ada disekitar mempermainkan alat pembuangan kita/anus dimana biasanya anak anak akan dilatih kebersihan bagaimana dia melakukan kebiasaan buang kotoran badan dengan baik . tak jarang ada anak yang kurang pendidikanya sehingga terbiasa bermain dengan kotoran dan tidak bisa membedakan mana kotoran mana yang bukan), dimana setelah dewasa ia mempertahankan kepribadian anal bentukan masa kecilnya itu. Karakter orang seperti ini ditandai dengan KERAKUSAN UNTUK MEMILIKI. Ia punya kenikmatan dalam kepemilikan benda.
Fase anal masa kecil ditandai anak senang melihat kotoran yang keluar dari anusnya. Dan setelah dewasa kotoran ini diganti dengan benda seperti uang, mobil , rumah dll. Dengan demikian Koruptor bisa kita asumsikan ibarat anak kecil dalam tubuh dewasa, dimana dia memiliki badan dewasa/besar namun jiwa nya kerdil. Ada lagi satu teori yang disebut dengan teori GONE, yanga berusaha membahas tentang prilaku korupsi ini. Diawali dengan Greed ( adanya nafsu serakah, selalu kurang dan ingin lebih banyak dengan cara apapun), Oportunity ( situasi buruknya manajemen pengawasan yang membuka peluang manipulasi ), Need ( sikap konsumtif, semua hall dianggap sebagai kebutuhan wajib dibeli dan jika belum dibeli merasa tidak tenang ), Ekspose ( adanya paparan situasi dimana hukuman koruptor ringan, remisi bisa dibeli, penegakkan hukum mudah disuap, saksi meringankan adalah saksi palsu yang bisa dibeli dll ).
Sedangkan menurut pendekatan biologis, menanggapi perilaku korupsi dari sudut pandang fisik atau biologis, dimana pada dasarnya manusia tidak ada puasnya menyangkut kebutuhan biologisnya. Orang yang koruptif identik dengan mereka ingin dipenuhi kebutuhannya yang tidak ada batasnya dan kurang bisa mengendalikan diri. Sedangkan berikutnya menurut teori belajar menyebutkan bahwa perilaku korupsi dikarenakan dari adanya proses yang telah dipelajari sebelumnya dimana menimbulkan keinginan meniru atau memang situasi yang menjadi koruptif karena situasi memang dikondisikan. Sedangkan menurut pendekatan kognitif diketahui, perilaku koruptor selalu diorinetasikan pada keadaan saat ini bukan masa lalu, bagaimana persepsinya terhadap situasi bukan kenyataan situasi yang dihadapi. Bagi koruptor waktu baginya tidak akan pernaha dia lewatkan untuk melakukan korupsi.
Dari beberapa kajian penyebab perilaku korupsi kiranya dapat disimpulkan bahwa penyebab korupsi adalah rusaknya lingkungan global ( sistem hukum, politik, pengawasan, kontrol, transparansi, dimana hal ini merangsang perilaku individu untuk korupsi ). Penyebab selanjutnya adalah pengaruh iklim koruptif tingkat kelompok/ departemen, dan faktor kepribadian. Hal yang patut kita perhatikan tentang perilaku korupsi adalah adanya pemahaman bahwa “ bagi ibdividu yang kualitas otaknya baik atau cara berpikir/kognitifnya baik dan fisik biologisnya baik dimana tidak membawa bibit buruk ( mampu mebedakan yang baik dan yang tidak baik ), maka meskipun ada kesempatan melakukan korupsi individu tersebut tidak akan melakukan korupsi”. “Bagi individu yang otaknya baik maka norma salah atau tidak salah yang melekat diotaknya mampu dia bedakan dengan jelas, hatinuraniya akan mampu membaca. “
Bagi koruptor, hatinurani tidak mereka perlukan, agama hanya formalitas, cara berpikirnya pendek. Yang penting bagi mereka tujuan mengeruk uang sebanyak banykanya tercapai.
Solusi untuk mencegah dan menghindari terjadinya perilaku korupsi
Untuk mencegah membiaknya perilaku korupsi akan lebih baik jika dilakukan secara dini. Pendidikan dini pada masyarakat untuk membentuk pribadi yang selalu menjauhi cara cara kotor dalam hidup individu. Kita pun harus mendidik mayarakat untuk cerdas melihat kebijakan yang ada. Setelah pendidikan secara dini, perlu juga dilakukan penmguatan sistem. Penguatan pengawasan internal dilakukan agar pemegang kebijakan terawasi. Juga menciptakan iklim yang sehat, dimana hukuman maksimal bagi koryuptor yang telah terbukti untuk menimbulkan efek jera dan setelah menjalani hukuman tidak diberi kesempatan memegang kekuasaan kembali. Masyarakatpun perlu cerdas melihat fenomena politik uang yang akan berbuntut korupsi karena akan berusaha mengembalikan modal.
Pada akhirnya seleksi psikologi secara ketat pada aspek kepribadian pada saat penerimaan pegawai/pejabat publik cukup menentukan dan strategis dalam mencegah budaya korupsi subur ditengah tengah kehidupan kita.
Pada akhirnya ulasan sedikit ini semoga menginspirasi kita semua untuk menyadari pentingnya menjaga kepribadian diri sedniri dan individu sekitar kita agar aman dari kecenderungan perilaku korup.
Juga kita semua harus cerdas menyikapi situasi sekitar agar tidak turut serta terlibat dan larut dengan budaya korupsi sekecil apapun. Aapalagi sebagai anggota Polri kita adalah pejabat publik yang memiliki kekuasaaan sekecil apapun peran kita. Marilah bersama sama saling mengingatkan untuk berbuat baik meskipun itu berat dan menyakitkan, jangan mudah goyah karena takut ditinggalkan lingkungan kita hanya karena kita mempertahan kebenaran dan kebaikan tanda kita memiliki kepribadian dan integritas….. selamat berjuang keluarga Bhayangkara…. selamat berjuang memerangi korupsi sekitar kita…percayalah Polri dan Negara melindungi kita. Jaga kondisi psikologis kita untuk fokus dan iklas menjalani hidup sebagai Bhayangkara Negara…..
*) Kabag Psikologi Ro SDM Polda Kalsel





***Tribratanews.poldakalsel/yudha/Bidhumaspolda
 

Janjian Transaksi, Pembeli Ineks Palsu Ternyata Polisi

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Janjian Transaksi, Pembeli Ineks Palsu Ternyata Polisi
TERBONGKAR – Para tersangka pembuat dan pengedar ineks palsu.

Polda Kalsel (17/11) : Nasib sial dialami oleh M Yahdi Yahya alias Nanang (29) dan Rosehan Anwar alias Sehan (29) serta Hendra Susilo alias Een (39). Mereka diringkus aparat Satresnarkoba Polres Banjarmasin, karena menjual ineks palsu kepada pembeli, Senin (14/11).
Berawal dari penangkapan Nanang,  warga Jalan A Yani KM 1 Kelurahan Sungai Baru Banjarmasin Tengah dan Sehan warga Jalan Seberang Mesjid RT 14 Kelurahan Seberang Mesjid Banjarmasin Tengah, yang diringkus anggota polisi yang menyamar jadi pembeli, Jumat (11/11) sekitar pukul 15.15 Wita.
Yang kedua pelaku itu dihubungi oleh Een,  warga Jalan Kelayan A Gang 12 Rt 22 Kelurahan Kelayan Dalam Banjarmasin Tengah, yang mengatakan kepada kedua pelaku bahwa ada yang mau membeli ineks.
Nanang dan Sehan janjian dengan pembeli di tempat mereka bekerja sebagai juru parkir di Jalan Veteran RT 11, tepatnya di halaman parkir Gramedia Kelurahan Melayu Banjarmasin Tengah.
Tidak lama kemudian datang pembeli yang berpakaian preman, transaksi terjadi, kedua pelaku menerima uang Rp 450 ribu dari pembeli. Namun betapa kaget mereka, karena yang membeli ternyata seorang polisi yang menyamar.
Mereka berdua langsung dibawa ke Mapolres Banjarmasin. Anggota langsung melakukan pengembangan. Setelah kedua pelaku itu ditanyai, mereka mengakui mengambil ineks itu dari Een.
Anggota Satres Narkoba yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Narkoba Kompol Fery R sitorus, menuju ke alamat yang disebutkan oleh kedua pelaku yaitu di Jalan Kelayan A Gang 12.
Setelah sampai di rumah Een dan melakukan penggeledahan aparat menemukan 86 butir pil ekstasi, seperangkat alat cetak ekstasi dari besi, 1 lembar kertas plastik rontgen, 1 buah palu, 1 pak plastik klip dan 1 lembar uang pecahan Rp50.000 ribu.
Kapolres Banjarmasin Kombes Pol Anjar Wicaksana menjelaskan bahwa para pelaku terlibat dalam produksi ekstasi marlong atau palsu. ”Kini kedua pelaku dijerat UU Kesehatan lantaran diduga melakukan tindak pidana telah menjual atau mengedarkan obat yang tidak memiliki izin edar,” ungkap Anjar.




***Tribratanews.poldakalsel.com/yudha/Bidhumaspolda
 

IPW Apresiasi Langkah Polri atas Penetapan Status Tersangka Ahok

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

IPW Apresiasi Langkah Polri atas Penetapan Status Tersangka Ahok
Polda Kalsel (17/11) : Ketua Presidium Indonesian Police Watch, Neta S. Pane mengapresiasi langkah kepolisian yang telah bekerja maksimal dalam menangani kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
“IPW memberi apresiasi yang tinggi pada Polri yang telah meningkatkan kasus Ahok pada tahap penyidikan dan menjadikan Ahok sebagai tersangka,” ujar Neta dalam keterangan resminya, Rabu (16/11)
Menurut Neta, keputusan yang diambil oleh pihak kepolisian menunjukkan para penyidiknya telah bekerja profesional, proporsional, independen, dan berorientasi pada soliditas Indonesia.
“Polri diharapkan bekerja cepat untuk menuntaskan dan melanjutkan kasus Ahok agar bisa dilimpahkan ke kejaksaan untuk diteruskan ke pengadilan,” jelas Neta.
Dengan begitu, tambah Neta, Pengadilan dapat melanjutkan kasus dugaan penistaan agama tersebut sesuai ranah hukumnya. Pasalnya, gelar perkara yang dilakukan Polri hanya sebatas untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
“Kalau BAP nya belum lengkap gelar perkara merekomendasikan segera melengkapi BAP-nya dan bukan menutup sebuah kasus,” tukasnya.




***Tribratanews.poldakalsel.com/yudha/Bidhumaspolda

Kapolda Kalsel Buka Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra 2016

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Kapolda Kalsel Buka Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra 2016



zebra1

Polda Kalsel (17/11) : Kapolda Kalsel Brigjen Pol Erwin Triwanto secara resmi membuka Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra 2016, di lapangan Mapolresta Banjarmasin, Rabu (16/11). Menurur Kapolda pada pelaksanaan Operasi Zebra 2016, kali ini ada beberapa pelanggaran yang menjadi sasaran. Yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu-lintas yakni, pelanggaran rambu lalu-lintas, pelanggaran batas kecepatan dan melawan arus lalu-lintas khususnya kendaraan bermotor.




***Tribratanews.poldakalsel.com/yudha/Bidhumaspolda
 

Polres Banjarbaru Jaga Kebhinekaan Wujudkan Masyarakat Damai

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Polres Banjarbaru Jaga Kebhinekaan Wujudkan Masyarakat Damai

Polda Kalsel (17/11) : Kepolisian Resor Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjaga kebhinekaan untuk mewujudkan masyarakat yang cinta damai sehingga tercipta kerukunan antar suku maupun antaragama.
Kepala Kepolisian Resor Banjarbaru AKBP Eko Wahyuniawan di Banjarbaru, Selasa, mengatakan pihaknya berusaha menjaga kebhinekaan melalui apel besar di halaman Mapolres setempat.
“Kami sengaja menggelar apel besar yang dihadiri perwakilan suku, agama dan golongan sehingga bisa menyatukan mereka guna mewujudkan kedamaian di seluruh Banjarbaru,” ujar kapolres.
Ia mengatakan tujuan kegiatan yang dihadiri seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda dan pelajar adalah menyatukan perbedaan.
Dia menjelaskan melalui apel besar itu diharapkan membangkitkan kesadaran masyarakat menjaga kerukunan maupun situasi kondusif di lingkungan masing-masing sehingga tercipta kedamaian.
“Inti dari apel besar membangkitkan semangat rasa persatuan dan kesatuan sebagai refleksi atas keberagaman suku, agama dan golongan yang tumbuh dan berkembang di masyarakat,” ungkapnya.
Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan mengatakan, Banjarbaru dihuni masyarakat yang heterogen baik suku, agama dan golongan tetapi tetap terpelihara kerukunannya.
“Kita semua patut bersyukur karena meski pun masyarakatnya heterogen tetapi kerukunan dan kedamaian selalu tercipta di Banjarbaru,” ucap wawali yang hadir di acara tersebut.
Dia menekankan kerukunan yang tercipta ditengah keberagaman berkat sikap toleransi antarsuku, agama dan golongan sehingga memiliki kebersamaan dalam mewujudkan ketenangan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat agar menjaga sikap toleransi sehingga kedamaian, ketenangan maupun situasi kondusif di tengah masyarakat dapat terus terjaga,” ujarnya.
Kegiatan diakhiri penandatanganan deklarasi kebhinekaan cinta damai di atas kain putih yang menunjukkan dukungan moral seluruh pihak dalam mewujudkan kedamaian di kota itu.







***Tribratanews.poldakalsel.com/yudha/Bidhumaspolda

Kapolres Banjar Cek Pasukan

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Kapolres Banjar Cek Pasukan


Polda Kalsel (16/11) :  Pemandangan pelaksanaan apel di halaman Mapolres Banjar terlihat berbeda, Rabu (16/11/2016) pagi.
Pasalnya, tak hanya jajaran Polres Banjar yang menjalankan apel, terlihat pula Kepala Kejari Martapura, Kasdim 1006 Martapura, Unsur Muspida Banjar dan lainnya.
Adapun hal itu menyusul dilaksanakannya apel gelar pasukan Zebra Intan 2016.
Bertindak sebagai inspektur upacara Kapolres Banjar, AKBP Kukuh Prabowo, pagi itu ia pun langsung melakukan peninjauan dan pengecekan terhadap pasukan.

Tim Kesehatan Bid Dokkes Cek Kesehatan Anggota PP Polri Kalsel

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at 15 November 2016

Tim Kesehatan Bid Dokkes Cek Kesehatan Anggota PP Polri Kalsel

Polda Kalsel (16/11) : Tim kesehatan Bid Dookke Polda Kalsel menggelar kegiatan pemeriksaaan kesehatan bagi anggota PP Polri Kalsel, disela kegiatan Musyawarah Luar Biasa Persatuan Purnawirawan Polri (PP Polri) yang digelar di Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri Selasa (15/11), juga dihadiri oleh Irjen Pol (P) Drs Pudjianto selaku Wakil Sekjen PP Polri.
Pemeriksaan kesehatan ini jadi bagian layanan sosial yang dilakukan Bid Dokkes bagi anggota termasuk anggota PP Polri di Kalsel.







***Tribratanews.poldakalsel.com/yudha/Bidhumaspolda

Kapolda Kalsel Berharap Anggota Persatuan Purnawirawan Polri Dukung Promoter Kapolri

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Kapolda Kalsel Berharap Anggota Persatuan Purnawirawan Polri Dukung Promoter Kapolri


Polda Kalsel (16/11) : Kapolda Kalsel Brigjen Pol Drs Erwin Triwanto berharap anggota Persatuan Purnawirawan Polri untuk selalu memberikan doa restu dan dukungan serta menjadi bagian dari penguatan organisasi Polri dengan berperan berperan aktif menyuarakan kepada masyarakat bahwa Polri saat ini sedang dan terus berbenah menuju Polri yang ptofesional, moderen dan terpercaya (promoter).
Dalam kegiatan Musyawarah Luar Biasa Persatuan Purnawirawan Polri (PP Polri) yang digelar di Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri Selasa (15/11), juga dihadiri oleh Irjen Pol (P) Drs Pudjianto selaku Wakil Sekjen PP Polri.
Dalam kegiatan ini terpilih Kombes Pol (P) Danche R Arsa menggantikan Kombes Pol (P) Sofwat Hadi yang kini menjadi anggota DPD RI asal Kalsel dan dipercaya menjadi Ketua DPW PPP (Jan Faridz).
Pada kegiatan ini ada dua calon yang mendaftar sebagai Ketua PP Polri Kalsel yakni, Kombes Pol (P) H Hairil Wahi mendapat suara 5 dan Kombes Pol (P) Danche R Arsa 12 suara dari 17 pemilih di Kalsel.




***Tribratanews.poldakalsel.com/yudha/Bidhumaspolda

Pendownload Tombol Darurat Polres Banjarbaru Capai Seribu

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Pendownload Tombol Darurat Polres Banjarbaru  Capai Seribu

Polda Kalsel (16/11) : Hanya berselang sepekan pasca lauching perdana aplikasi pelayanan publik “Tombol Darurat” Polres Banjarbaru, Selasa (25/10/2016) lalu.
Kini jumlah aplikasi Tombol Darurat sudah didownload sebanyak para pengguna sebanyak seribu kali, Selasa (1/11/2016).
Begitu pula berbagai komentar positif penggunanya, nampak membanjiri dinding komentar aplikasi Tombol Darurat di Play Store.
Pepe Risnadi misalnya, menuliskan aplikasi tersebut sangat membantu dalam keadaan darurat.
“Semoga semakin canggih aplikasinya dan menekan angka kriminalitas,” tulis Mutiara Elvia.
“Mudahan bertindak cepat. Tidak seperti polisi India,” tulis akun Aris Kuwh.
Dan komentar menarik lainnya, datang dari pemilik Akun Dany Dragneel.
“Terimakasih kepada Bapa Kapolres Banjarbaru beserta staff di wilayah hukum Banjarbaru. Dengan adanya aplikasi ini sangat membantu saya dalam melaporkan hal-hal berbau kriminal. Dikarenakan saya seorang pedagang di pinggir jalanan A Yani Banjarbaru. Jadi jikalau seandainya ada main todong, palak, rampok, saya bisa dengan cepat pihak berwajib. Good job, ” tulis akun Dany Dragneel.





***Tribratanews.poldakalsel.com/yudha/Bidhumaspolda

Satlantas Polres Banjarbaru Satu-satunya Polres di Kalsel yang Memiliki Moge FJR 1.300

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Satlantas Polres Banjarbaru Satu-satunya Polres di Kalsel yang Memiliki Moge FJR 1.300

Polda Kalsel (16/11) : Motor gede (moge) kelas motor sport touring FJR 1300 Yamaha biasa jadi tunggangan pengawal sekelas menteri, Presiden dan tamu VVIP. Ternyata belum lama ini ada ‘nongkrong’ di Polres Banjarbaru. Yang membanggakan, cuma Satlantas Polres Banjarbaru satu-satunya Polres di Kalsel yang memiliki moge itu.
Motor ini berteknologi canggih, beberapa fitur terbaru juga nemplok di motor FJR 1300 ini, di antaranya panel indikator yang sudah menggunakan LCD. Yamaha FJR 1300 dilengkapi juga dengan cornering light, lampu yang akan menyala saat menikung di kemiringan tertentu. Garang dengan mesinnya yang berkapasitas 1298cc.
“Dibagi khusus Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel. Dari seluruh polres yang ada di Kalsel, hanya Satlantas Polres Banjarbaru yang diberi kepercayaan. Fungsinya untuk pengawalan VVIP,” ucap Kasatlantas Polres Banjarbaru, AKP Novy Adi wibowo SIK kepada BPost online.
Yamaha FJR 1300 juga dikenal sebagai jenis motor baru yang melakukan tugas pengawal dinas untuk Presiden Jokowi, motor ini adalah jenis sport touring yang dibuat oleh Yamaha Motor Company.




***Tribratanews.poldakalsel.com/yudha/Bidhumaspolda

 

Personil Ditpolair Polda Kalsel Bantu Pembangunan Masjid di Batola

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Personil Ditpolair Polda Kalsel Bantu Pembangunan Masjid di Batola

Polda Kalsel (16/11) : Personil Ditpolair Polda Kalsel menggelar kegiatan sosial di Desa Tinggiran II Luar Kecamatan Tamban Kabupaten Batola, Selasa (15/11/2016) siang.
Personil yang mengikuti kegiatan saat itu adalah Kru KP Martapura / XIII-3002 dibawah komando Ipda Ngatmono dan Kru KP XIII-2007 Ditpolair Polda Kalsel dibawah arahan Komandan Kapal, Brigadir Widodo Supriyanto.
‎Kegiatan yang menarik. Mereka sebelumnya memberikan bantuan material bahan bangunan untuk pembangunan Masjid Hidayatul Akbar di kawasan tersebut. Memberikan beberapa sak semen dan pasir.
Dilanjutkan kerja bakti dengan ikut membantu mengangkut semen dan pasir ke lokasi masjid. Dengan alat angkut sederhana dan cangkul, pasir dipindahkan. Tumpukan pasir dipindahkan oleh anggota Ditpolair Polda Kalsel.
Komandan KP Martapura/XIII-3002 Ipda Ngatmono mengatakan kegiatan tersebut dalam rangka bakti sosial, dimana pihaknya juga turut menyumbang material bahan bangunan untuk pembangunan masjid. “Kegiatan ini adalah satu rangkaian acara menyambut HUT ke-66 Kepolisian Perairan dan Kepolisian Udara,” kata Ipda Ngatmono.
Ditambahkan Komandan KP XIII-2007 Ditpolair Polda Kalsel, Brigadir Widodo Supriyanto bahwa kegiatan itu sekaligus mendekatkan diri kepada masyarakat perairan.
“Selama ini hubungan Ditpolair Polda Kalsel dan masyarakat perairan sangat baik. Kami saling kenal dengan mereka sudah seperti keluarga. Jika perlu bantuan kami, segera berkoordinasi, karena kami siap membantu masyarakat,” ungkap Brigadir Widodo Supriyanto.
Ketua RT 06 Desa Tinggiran II Luar Kecamatan Tamban Kabupaten Batola, Hamidan, mengapresiasi apa yang dilakukan personil Ditpolair Polda Kalsel. “Kami terima kasih sekali kepada jajaran Ditpolair Polda Kalsel atas apa yang dilakukannya hari ini,” kata Hamidan.




***Tribratanews.poldakalsel.com/yudha/bidhumaspolda

Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Kalsel Sosialisasi Bahaya Radikalisme dan Terorisme kepada Penghulu se Kalimantan

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at


Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Kalsel Sosialisasi Bahaya Radikalisme dan Terorisme kepada Penghulu se Kalimantan
ana1







Polda Kalsel (16/11) : Kasubbid Penmas Humas Polda Kalsel Kompol Ana Setiani menjadi nara sumber bagi para penghulu se Kalimantan Kalsel, Tengah, Timur dan Utara yang mengikuti Diklat Tehnis Fungsional Pembentukan Jabatan Fungsional Penghulu dan calon penghulu angkatan VII di Balai Diklat Keagamaan Kota Banjarbaru, mulai Kamis, Jumat, Senin Selasa (15/11).
Mantan Kapolsek Banjarbaru Kota ini menyampaikan beberapa materi diantaranya soal bahaya radikalisme, terorisme serta narkoba yang patut diwaspadai bersama.
Karena saat ini ditengarai kelompok radikal, kelompok teroris, dan jaringan narkoba sudah memiliki kemampuan untuk melakukan propaganda, pengumpulan pendanaan, pengumpulan informasi, perekrutan serta penghasutan dengan menggunakan media internet dan jejaring media elektronik.
Karena itu, lanjutnya, harus ada tindakan preventif melalui pendekatan sosial dan kearifan lokal, peran aktif tokoh adat, tokoh pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, media massa, dan pemuda untuk mengantisipasinya.
Upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kewaspadaan untuk mengurangi aksi terorisme adalah menyamakan pandangan seluruh elemen dalam menyikapi aksi teror.

ana2

ana3





***Tribratanews.poldakalsel.com/yudha/Bidhumaspolda

Kapolresta Banjarmasin Ikuti Gelar Apel Besar ke Bhineka-an Cinta Damai di Pemko Banjarmasin

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Kapolresta Banjarmasin Ikuti Gelar Apel Besar ke Bhineka-an Cinta Damai di Pemko Banjarmasin

Polda Kalsel (16/11) : Kemajemukan masyarakat di Indonesia harus terus dipupuk dijaga dan dijaga bersama, karena memang kerangka dasar negara RI adalah berbeda-beda tapi tetap dalam bingkai NKRI, yakni Pancasila dan UUD 45. Sehingga tak ada kata lain keberagaman yang ada harus tetap dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika. Itu salah satu tema besar dalam kegiatan apel besar yang diikuti Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Anjar Wicaksana S SIK MAP di halaman Balaikota Banjarmasin bersama Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina serta unsur kepala pimpinan daerah di Kota Banjarmasin.





***Tribratanews.poldakalsel.com/bidhumaspolda

 

Humas Polda Kalsel Sosialisasi Bahaya Radikalisme, Terorisme dan Narkoba di Radio Gol FM

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Humas Polda Kalsel Sosialisasi Bahaya Radikalisme, Terorisme dan Narkoba di Radio Gol FM

Polda Kalsel (16/11) : Kabid Humas Polda Kalsel AKBP Drs Sunyipto didampingi Kasubbid Penmas Humas Polda Kalsel Kompol Ana Setiani melakukan dialog interaktif di Radio Gol FM Kabupaten Batola, dalam acara talk show ini disampaikan materi soal bahaya radikalisme, terorisme serta narkoba yang patut diwaspadai bersama.
Karena saat ini ditengarai kelompok radikal, kelompok teroris, dan jaringan narkoba sudah memiliki kemampuan untuk melakukan propaganda, pengumpulan pendanaan, pengumpulan informasi, perekrutan serta penghasutan dengan menggunakan media internet dan jejaring media elektronik.
Karena itu, lanjutnya,  harus ada tindakan preventif melalui pendekatan sosial dan kearifan lokal, peran aktif tokoh adat, tokoh pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, media massa, dan pemuda untuk mengantisipasinya.
Upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kewaspadaan untuk mengurangi aksi  terorisme adalah menyamakan pandangan seluruh elemen dalam menyikapi aksi teror.

radio-ok





***Tribratanews.poldakalsel.com/yudha/bidhumaspolda

Ditlantas Polda Kalsel Gelar Pelatihan Pra Operasi Kepolisian Terpusat Zebra Intan 2016

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Ditlantas Polda Kalsel Gelar Pelatihan Pra Operasi Kepolisian Terpusat Zebra Intan 2016

Polda Kalsel (16/11) : Guna meningkatkan kemampuan anggota dan profesioanalisme anggota lalu lintas di jajaran Polda Kalsel dalam rangka Operasi Kepolisian Ter[usat Zebra 2016, Ditlantas Polda Kalsel menggelar kegiatan Pelatihan Pra Operasi Kepolisian Terpusat Zebra Intan 2016.  Kegiatan pelatihan dibuka oleh Wadirlantas Polda Kalsel AKBP Pepen Supena Wijaya SIK, di Ruang Rupatama Polda Kalsel Selasa (15/11).
Kepolisian Republik Indonesia akan mengadakan Operasi Zebra secara serentak di seluruh wilayah di Indonesia, yang akan digelar pada tanggal 16 s/d 29 November nanti.
Seperti biasanya, operasi ini berkonsentrasi pada kelengkapan surat-surat kendaraan dan kelengkapan serta kelaikan jalan kendaraan bermotor itu sendiri. Tak hanya kelengkapan SIM dan STNK saja, namun kabarnya Polisi juga akan menindak bagi kendaraan bermotor yang hingga saat ini sedang dalam masa telat pajak. Jadi, segera lengkapi kendaraan dan diri anda dengan kelengkapan resmi berkendara, termasuk kenakan helm bersertifikat SNI bagi pengendara motor, serta selalu kenakan safety belt bagi anda yang mengendarai mobil.

latih2 
 
02-00
Adapun kesalahan-kesalahan yang akan dikenai tilang diantaranya,
Sepeda Motor:
  1. Kelengkapan surat-surat kendaraan
  2. Pengendara melawan arus
  3. Plat nomor tidak sesuai spec/aslinya
  4. Pembonceng atau dua-duanya tidak memakai helm
  5. Motor harus lajur kiri (apabila ada lajur kanalisasi)
  6. Harus nyala lampu besar di siang hari
  7. Melanggar lampu merah
  8. Melanggar marka jalan dan garis stop
  9. Naik motor lebih dari dua orang
Mobil:
  1. Plat nomor tidak sesuai spek/aslinya
  2. Tempel logo/simbol pada pelat nomor
  3. Pakai rotator/sirine pada mobil pribadi
  4. Tidak mengenakan sabuk pengaman
  5. Melanggar lampu merah
  6. Melanggar marka jalan dan garis stop




***Tribratanews.poldakalsel.com/yudha/Bidhumaspolda