Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

Komisaris Jenderal Polisi BUDI GUNAWAN Profesional Dan Memahami Dunia Intelijen

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at 08 September 2016

M Adhi Surya Said
Ketua Mada KPMP Kalsel M Adhi Surya Said ST MT.

Polda Kalsel (08/09) : Pemilihan Komjen Pol Budi Gunawan menjadi kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sangat tepat. Latar belakangnya yang dikenal cerdas, pekerja keras, dan punya banyak jaringan menjadi kekuatan penting untuk mengemban tugas di BIN.
Apa yang diusulkan oleh Presiden Joko Widodo sudah tepat dan Budi Gunawan bisa menunjukkan prestasi terbaiknya. “Sosok Budi Gunawan memiliki pengalaman yang lengkap, baik di sejumlah lembaga yang ada di bawah Mabes Polri hingga di kewilayahan, antara lain saat ia menjadi Kapolda Jambi dan Kapolda Bali.
Budi Gunawan juga sangat memahami dunia intelijen dan memiliki kompetensi yang tinggi untuk pelaksanaan tugas dan fungsi BIN, sebagaimana diamanatkan dalam UU No 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negar,” kata Ketua Mada KPMP Kalsel M Adhi Surya Said ST MT.
Untuk itu, diharapkan semua pihak untuk tidak mendikotomikan milter dan nonmiliter untuk jabatan pimpinan BIN. Pasalnya, UU memang tidak membeda-bedakan, termasuk waktu pergantian kepala BIN bisa kapan saja dan itu sepenuhnya hak prerogatif presiden yang harus dihormati.
Soal BIN apakah militer atau sipil tidak masalah. Kita pernah punya polisi yakni Jenderal Polisi (Purn) Sutanto yang jadi kepala BIN, ada juga dari sipil di jabatan wakil kepala BIN. Di negara-negara lain seperti Amerika Serikat juga punya nama pimpinan intelijen dari sipil. Jadi, itu bukan hal aneh, apalagi Budi Gunawan yang berumur 56 tahun jauh lebih muda dibandingkan Sutiyoso yang sudah 71 tahun.
Begitu juga dengan hubungan kepala BIN dengan deputi, direktur ataupun pejabat-pejabat kabinda, tidak ada masalah. Itu karena masing-masing punya tugas, kewenangan, organisasi, dan tata kerja yang diatur dalam perundang-undangan.
Budi Gunawan memiliki prestasi mengagumkan dalam karirnya, sebagai jenderal termuda di Polri saat dipromosikan naik pangkat bintang satu dengan jabatan sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier Mabes Polri.
Setelah menjadi ajudan Presiden RI pada 2001-2004, Budi Gunawan dipercaya menjadi Karobinkar SSDM Polri (2004-2006), Kaselapa Lemdiklat Polri (2006-2008), Kapolda Jambi (2008-2009), Kadiv Binkum Polri (2009-2010), dan Kadiv Propam Polri (2010-2012). Setelah itu, Budi Gunawan diangkat menjadi Kapolda Bali (2012), Kalemdiklat Polri (2012-2015), dan menjadi Wakapolri (2015-Sekarang).
Artinya, dengan berbagai pengamanan ini, dia memiliki kemampuan administratif dan koordinatif yang baik. Dia juga memiliki banyak jaringan yang bisa membantu memudahkan tugas-tugasnya. Kemudian dia memiliki akselerasi yang cepat untuk bisa memperkuat kekuatan yang ada. Itu sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai kepala BIN.
BIN sesuai UU Intelijen menyelenggarakan fungsi intelijen dalam dan luar negeri, serta fungsi koordinasi intelijen negara. Pada Pasal 39 menyatakan, BIN dalam kedudukannya sebagai koordinator penyelenggara intelijen negara bertugas mengoordinasikan penyelenggaraan intelijen negara; memadukan produk intelijen; melaporkan penyelenggaraan koordinasi intelijen negara kepada presiden; dan mengatur dan mengoordinasikan intelijen pengamanan pimpinan nasional.
Tampilnya BG memimpin BIN diharapkan bisa bersinerji dalam membentengi keamanan dan pertahanan. Selama ini Indonesia sepertinya tak henti-hentinya menjadi korban “serangan operasi intelijen” asing, melalui kasus-kasus terorisme, narkoba, perdagangan manusia, pencurian ikan, penyelundupan, dan lain-lain.
Semua serangan itu tujuan untuk melemahkan Indonesia sehingga bangsa ini tidak bisa bangkit dan tak mampu mandiri serta gagal membangun kekuatan sosial ekonominya. Melalui jaringan luas yang dimilikinya selama ini diharapkan BG bisa memperkuat BIN dan membuat jaringan intelijen Indonesia kian profesional.
Jaringan yang luas di bidang sosial, politik dan kemasyarakatan menjadi modal utama seorang Kepala BIN. Diharapkan BG dapat memaksimalkan jaringannya yang luas untuk mensinergikan BIN dengan berbagai institusi dalam rangka membentengi Indonesia dari serangan terorisme, narkoba, perdagangan manusia, aksi pencurian dan kejahatan lain yang dilakukan orang asing terhadap kekayaan alam Indonesia.



***Tribratanews.poldakalsel/yudha/Bidhumaspolda
 

0 komentar:

Posting Komentar