Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

Kapolda Kalsel Kunjungi Mako Dit.Pol.Air Polda Kalsel

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at 31 Mei 2016

Kapolda Kalsel Kunjungi Mako Dit.Pol.Air Polda Kalsel
mako polair
Polda Kalsel (01/06) : Kapolda Kalsel Brigjen Pol. Drs Erwin Triwanto SH melakukan peninjauan beberapa bangunan di Mako Ditpolair Polda Kalsel seperti, saranan olahraga, bangunan utama, sarana apung, serta poliklinik terapung.
Kapolda Kalsel yang didampingi Dir.Binmas Polda Kalsel berharap, sarana dan prasarana yang dimiliki Dit.Polair Polda Kalsel dijaga dan dioptimalkan fungsi serta kegunaannya.
hamsan

***Tribratanewspoldakalsel/yudha/Bidhumaspolda

Kapolda Kalsel Berharap Senkom Polri Aktif Bantu Jaga Kamtibmas

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Kapolda Kalsel Berharap Senkom Polri Aktif Bantu Jaga Kamtibmas
senkomPolda Kalsel (01/06) : Kapolda Kalsel Brigjen Pol. Drs Erwin Triwanto SH berharap, peran Senkom Mitra Polri yang merupakan kelompok masyarakat yang ingin berperan dalam membantu menginformasikan dan membantu pengamanan lingkungan makin ditingkatkan.
“Keberadaan Senkom Polri begitu penting karena ikut serta memberikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengamanan swakarsa di lingkungan masing-masing sebagai wujud Bela Negara dengan semangat patriotisme dan nasionalisme dalam wadah NKRI,” katanya usai menerima rombongan Senkom Polri, yang berkunjung ke Mapolda Kalsel Selasa (31/5).
Senkom Mitra Polri dibentuk sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan UU no 2 tahun 2002 tentang Pamswakarsa. Maka pada tanggal 1 Januari 2004 di Jakarta dibentuklah Senkom Mitra Polri sebagai wadah kelompok sadar kamtibmas oleh anggota mitra kamtibmas Mabes Polri.
hamsan

***Tribratanewspoldakalsel/yudha/Bidhumaspolda

Uji Kemampuan Jasmani Seleksi Penerimaan Terpadu Calon Siswa Polri Polda Kalsel 2016

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at 30 Mei 2016

Polda Kalsel (30/05) : Uji kemampuan Jasmani bagi calon siswa polisi ini terdiri dari calon siswa Akpol, Brigadir Tugas Umum, Brigadir Khusus Penyidik, Calon Siswa Polisi Wanita dan Tamtama, Pelaksanaan terdiri dari 4 hari dari tanggal 28 Mei 2016 s/d 31 Mei 2016. Bertempat Studion Lambung Mangkurat dan Studion 17 Mei banjarmasin.

yudha

































***Bidhumaspoldakalsel/yudha

Kabid Humas Polda Kalsel Bantu Mengawasi Distribusi Kartu Indonesia Pintar

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Kabid Humas Polda Kalsel Bantu Mengawasi Distribusi Kartu Indonesia Pintar
Polda Kalsel (30/05) : Kabid Humas Polda Kalsel AKBP Drs Sunyipto menyaksikan pendistribusian Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Kantor Kecamatan Banjarmasin Timur.
***Tribratanewspoldakalsel/yudha/BidHumasPolda


kARTU INDONESIA PINTAR

Kapolda Kalsel Silaturahmi ke Kantor Banjarmasin Post Group

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at 29 Mei 2016

Kapolda Kalsel Silaturahmi ke Kantor Banjarmasin Post Group
kapolda-kalsel-brigjen-pol-erwin-triwanto ke BPost
Kapolda Kalsel Brigjen Pol Erwin Triwanto beserta jajaran mengunjungi Kantor Banjarmasin Post Group, Senin (30/5) sekitar pukul 11.00 Wita

Polda Kalsel (30/05) : Kapolda Kalsel Brigjen Pol Erwin Triwanto beserta jajaran mengunjungi Kantor Banjarmasin Post Group, Senin (30/5) sekitar pukul 11.00 Wita. Kapolda hadir bersama pejabat utama di lingkup Polda Kalsel dan Polresta Banjarmasin.
Rombongan diterima langsung petinggi Banjarmasin Post Group, yakni Pemimpin Redaksi Musyafik, Wakil Pemimpin Redaksi Harry Prihanto, Wakil Pemimpin Perusahaan M Fachmy Noor dan jajaran petinggi lainnya.
“Sebenarnya sudah lama sekali ingin ke kantor Banjarmasin Post Group dan alhamdulillah hari ini bisa silaturahmi ke sini,” kata Kapolda Kalsel, Brigjen Pol Erwin Triwanto.
Pemimpin Redaksi Banjarmasin Post Group, Musyafik juga sempat membeberkan beberapa hal terkait rencana Banjarmasin Post Group dalam penggarapan rubrik baru di Banjarmasin Post dan Metro Banjar. Dan beberapa hal tersebut perlu kerjasama dari jajaran Polda Kalsel.
“Nantinya kami sangat harapkan kerjasama dari pihak kepolisian dalam hal ini Polda Kalsel dalam hal misi besar atau niat kita membantu ciptakan suasana aman dan kondusif di lingkungan masyarakat dan layanan terbaik untuk masyarakat,” jelas Pemimpin Redaksi Banjarmasin Post Group.
rel/bp

***Tribratanewspoldakalsel/yudha/Bidhumaspolda


Biro SDM Polda Kalsel Gelar Ujian Beladiri Berkala Semester I Tahun 2016

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

ujian 3


Polda Kalsel (30/05) : Biro SDM Polda Kalsel melaksanakan ujian beladiri berkala bagi personel Polri di lingkungan Mapolda Kalsel, ujian yang dilasanakan secara berkala semester 1 tahun 2016 ini diikuti sekitar 400 anggota.
budi.





***Tribratanewspoldakalsel/yudha/Bidhumaspolda

Penerimaan anggota Polri TA 2016 Memasuki Tahap Psikologi

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at 26 Mei 2016


Polda Kalsel (27/05) : Sebanyak 890 orang calon siswa polri TA 2016 yang mengikuti tes psikologi polda kalsel baik Calon siswa dari AKPOL, Brigadir dan Tantama Polri. (25/05). Tes tersebut terbagi dalam 3 hari yang diawali dari hari Rabu 25 Mei 2016 sampai Jum'at 27 Mei 2016.




























***Bidhumaspoldakalsel/yudha

Kasubbid PID Humas Polda Kalsel Drs Hamsan dan Brigadir Robby Ikuti Pelatihan Aplikasi Intelligence Media Management (IMM)

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Kasubbid PID Humas Polda Kalsel Drs Hamsan dan Brigadir Robby Ikuti Pelatihan Aplikasi Intelligence Media Management (IMM)
IMM
Polda Kalsel (27/05) : Kepala Divisi Humas Kepolisian Republik Indonesia, Irjen Pol Boy Rafli Amar membuka pelatihan penggunaan aplikasi Intelligence Media Management (IMM) di ruang Dieng Hotel Kartika Candra, Jakarta, Kamis (26-05-2016).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur PT Ebdesk Ibu Rustika Herlambang, Karo PID Brigjen Pol Daniel Pasaribu. Peserta pelatihan berjumlah 104 yang bersal dari seluruh Polda salah satunya adalah Brigadir Robby dan Kasubbid PID Drs Hamsan perwakilan Polda Kalsel.
Dalam sambutan Kadiv humas meminta polri khusunya humas dapat menyediakan informasi yang terbuka bagi masyarakat agar dapat membangun kepercayaan publik. Humas harus dapat mampu menggelar diskusi publik di tiap daerah, bangun opini positif di masyarakat. Polri harus mengikuti perkembangan zaman agar tak habis dilibas oleh perkembangan kecanggihan teknologi.
IMM sendiri merupakan aplikasi untuk memonitor/mengelola isu2 yang beredar di media khususnya media online.
Rel/tribrata

***Tribratanewspoldakalsel/yudha/Bidhumaspolda

Polresta Banjarmasin Gencarkan Razia Jelang Ramadhan

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

tala 1
Polda Kalsel (27/05) : Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin, menggelar razia jelang Bulan Ramadan di sejumlah tempat bilyar dan cafe guna mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas di kota setempat.
“Ada enam titik yang dirazia oleh anggota saat melaksanakan kegiatan tersebut,” kata Kasat Sabhara Polresta Banjarmasin Kompol Syaiful Bob di Banjarmasin, Rabu.
Ia mengatakan, razia jelang Bulan Suci Ramadhan itu dilakukan pada Selasa (24/5) malam, sekitar pukul 22.00 Wita hingga pukul 24.00 Wita.
Untuk tempat-tempat yang diperiksa dalam kegiatan itu di antaranya Royal Bilyar, Double F, Bilyar Gemini, King Bilyar, Cafe Regen dan Cafe Samosir.
“Kami temukan 10 orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, mereka kedapatan tidak memiliki KTP,” ucap pria yang baru saja menjabat sebagai Kasat Sabhara itu.
Dikatakannya, pada saat melakukan razia di Cafe Samosir, pihaknya menemukan sejumlah minum keras yang diduga pemilik cafe tidak mengantongi izin penjualan minuman keras tersebut.
“Semua hasil razia akan diproses sesuai aturan hukum yang ada, bila memenuhi unsur tindak pidana ringan maka akan dimajukan ke pengadilan,” ujarnya.
Terkait pemilik cafe yang menjual minuman keras diduga tanpa mengantongi izin itu akan dipanggil guna diperiksa dan dimintai keterangan.
Syaiful Bob terus mengatakan, kegiatan ini sekaligus untuk menyikapi kerapnya terjadi perkelahian yang selalu memakan korban jiwa.
Dengan adanya razia seperti maka pelaku kriminalitas atau yang ingin melakukan tindak pidana akan berpikir untuk tidak melakukan.
“Razia jelang Ramadan ini akan terus dilaksanakan secara rutin hingga memasuki bulan puasa nantinya,” tuturnya kepada awak media.
rel/ant

***Tribratanewspoldakalsel/yudha/Bidhumaspolda



Dirlantas Polda Kalsel Periksa Kendaraan Dinas Polda Kalse

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Dirlantas Polda Kalsel Periksa Kendaraan Dinas Polda Kalsel
dirlantas
Polda Kalsel (27/05) : Guna memastikan kelancaran tugas selama Operasi Patuh Intan 2016, Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol DR Eriadi melakukan pemeriksaan semua kendaraan dinas baik roda dua dan empat milik Polda Kalsel, Rabu (25/5).

***Tribratanewspoldakalsel/yudha/Bidhumaspolda


5 Ranmor Diamankan Polres HST Pada Operasi Patuh Intan 2016

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

HST
Polda Kalsel (27/05) : Kegiatan operasi Patuh Intan Polres Hulu Sungai Tengah (HST) pada haei Rabu (25/5) berhasil mengamankan SIM 37 lembar, STNK 13 lembar, ranmor 5 unit. Polres HST juga membagikan brosur himbauan kesadaran lalu lintas yang dibagikan dibeberapa titik ruas jalan di Kabupaten HST.

***Tribratanewspoldakalsel/yudha/Bidhumaspolda

Operasi Patuh Intan Polres Tala Tilang 28 Ranmo

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

tala 1

Polda Kalsel (27/05) : Polres Tala gencar melaksanakan operasi patuh intan 2016, Selasa (24/5), operasi yang dilakukan di beberapa ruas jalan berhasil mengamankan 28 tilang kendaraan bermotor. Yakni, BB ranmor kendaraan roda empat sebanyak 1 unit, roda dua 5 unit, STNK 18 lembar, SIm 3 l3mbqr serta buku uji 1 lembar.

***Tribratanewspoldakalsel/yudha/Bidhumaspolda



Polres Banjar Buru Pelaku Pembunuhan Pemilik Warung

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

safuani-tewas
Warga RT 1 Keliling Benteng Ulu Kecamatan Martapura Barat itu tewas dengan sedikitnya sembilan mata luka di tubuhnya
Polda Kalsel (27/05) : Warga di Sungai Rangas Hambuku Kecamatan Martapura Barat seketika geger menyusul tewasnya Safuani (57), ditangan seorang pencuri yang menyatroni warung minum miliknya, Rabu (25/5/2016) dinihari..
Warga RT 1 Keliling Benteng Ulu Kecamatan Martapura Barat itu tewas dengan sedikitnya sembilan mata luka di tubuhnya.
Istri korban, Jamiah terlihat shock menyaksikan suaminya sudah tidak bernyawa. Dia tidak menyangka suaminya, mengalami peristiwa yang menewaskannya pagi itu.
“Almarhum bermaksud ke Banjarmasin. Tetapi, saat lewat warung menyaksikan pintu terbuka. Beliau singgah, ternyata ada maling di dalam warung tersebut,” ungkap Jamiah Istri korban.
rel/bp


***Tribratanewspoldakalsel/yudha/Bidhumaspolda


Pengedar Narkoba Ini Gagal Kelabui Polisi, Campur Garam dengan Sab

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Pengedar Narkoba Ini Gagal Kelabui Polisi, Campur Garam dengan Sabu
Apul (43), tersangka pengedar sabu saat diamankan di Mapolsek Banjarmasin Barat
Polda Kalsel (27/05) : Entah terinspirasi dari mana, untuk melancarkan bisnis haramnya Bulkani alias Apul (43) mencampur satu paket garam dengan 12 paket sabu. Sialnya, kelicikan Apul itu tidak berhasil. Apul pun tidak berkutik saat ditangkap polisi di rumahnya.
Mengenakan kemeja hitam dan rambut agak panjang, Apul digiring anggota Polsek Banjarmasin Barat menuju sel tahanan, Selasa (24/5/2016) siang. Warga Jalan PHM Noor, Gang Berkat Bersama, Kota Banjarmasin ini harus mempertanggungjawabkan perbuatan memakai, menyimpan dan menjual sabu.
Apul ditangkap anggota Buser Polsek Banjarmasin Barat di rumahnya, Senin (23/5) sore. Dari tangan Apul, polisi menemukan sebanyak 13 paket hemat sabu. Saat diamankan, Apul tak memberikan perlawanan sama sekali.
Meski tidak melawan, saat akan digelandang ke Mapolsek Banjarmasin Barat Apul sempat berkilah. Apul mengatakan 13 bungkusan kecil yang ada di kantongnya itu bukan sabu, tapi garam.
Upaya memutarbalikkan kebenaran yang dilakukan Apul itu dianggap angin lalu oleh polisi. Apul tetap digelandang menuju Mapolsek Banjarmasin Barat. Saat itu diri Apul hanya bisa pasrah dan mengikuti yang diperintahkan polisi.
Saat ditemui Selasa (24/5/2016) siang, Apul mengakui apa yang diperbuatnya. “Saya makai dan menjual sabu,” ujarnya.
Apul mengatakan dia baru saja menjalankan bisnis sabu ini. “Saya sempat beberapa kali menjual sabu. Saya menjualnya kepada orang yang kenal-kenal saja,” bebernya.
Sebelum menjual sabu, kata Apul, dia memakai barang haram itu. “Hanya beberapa kali saya memakai sabu. Enak saja makai sabu, biar tidak mengantuk dan tidak capek,” ujarnya.
Setelah ditangkap polisi, Apul pun menyesali perbuatan yang telah dilakukannya. “Saya malu dan menyesal,” ujarnya.
Kapolsek Banjarmasin Barat AKP Dese Yulianti didampingi Kanit Reskrimnya Ipda Sisworo Zulkarnaen, membenarkan telah menangkap, Apul, pelaku sabu. “Kami tangkap pelaku beserta barang bukti 13 paket sabu,” kata Dese.
Terkait pengakuan Apul sabu itu adalah garam, Dese mengakui. “Setelah kami cek, ternyata satu di antaranya 13 paket itu memang berisi garam. Jadi 12 paket sabu seberat 2.58 gram yang diamankan saat menggeledah pelaku,” kata Dese.
Ditambahkan Kanit Reskrim, penangkapan berawal dari informasi masyarakat dan hasil penyelidikan mendalam.
“Saat dapat informasi, kami dan buser langsung sergap pelaku. Bersama pelaku didapati paket sabu itu. Pelaku pun langsung kami bawa ke Mapolsek,” jelas Ipda Sisworo.
rel/bp

***Tribratanewspoldakalsel/yudha/Bidhumaspolda


Bripka Seladi, Potret Polisi Bersahaja

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Bripka Seladi
Polda Kalsel (27/05) : Bripka Seladi, petugas Satpas SIM di Polresta Malang ini menarik perhatian publik. Sosok Seladi, polisi bersahaja, yang ke kantor bersepeda onthel dan kemudian memulung sampah lepas dinas membuat publik terkagum-kagum.
Di media sosial hingga pemberitaan berbagai media, memuji sosok Seladi yang sederhana dan jujur. Kejujuran dan integritas Seladi bisa dilihat dari kisah yang dituturkannya.
Seladi dalam wawancara pekan lalu menyampaikan, suatu hari ada tetangganya yang mengurus SIM. Si tetangga dengan percaya diri membisiki Seladi. Tak banyak bicara, formulir si tetangga dia kembalikan dan dimintanya tes pekan depan, mengulang, karena dianggap tak lulus.
Seladi bertutur, selama 16 tahun berdinas dirinya menjauhi dan menolak suap. Rezeki halal dia cari bersama istrinya dari memulung sampah. Tak heran kalau kemudian Ketua DPR Ade Komarudin sampai membandingkan Seladi dengan cerita Gus Dur tentang polisi jujur, yakni polisi tidur, patung polisi, dan polisi Hoegeng, eks Kapolri.
Pujian tak hanya datang dari publik, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti juga memuji Seladi.
“Artinya semangat dia untuk tidak menerima suap, semangat dia untuk menambah penghasilan tanpa dengan cara-cara ilegal kita apresiasi,” ujar Badrodin.
Tak cukup Badrodin, Ketua KPK Agus Rahardjo juga memberikan salut untuk Bripka Seladi.
“Mungkin itu patut menjadi pedoman bagi kita,” kata Agus. “Tapi dalam waktu yang bersamaan, patut menjadi penyesalan menjadi kita. Kenapa kita sebagai negara, kenapa kita sebagai pimpinan, tidak bisa mencukupi hidupnya,” ujar Agus.
Fenomena Bripka Seladi tentang polisi bersahaja memang menjadi harapan. Tentu masih banyak Seladi yang lain di kepolisian, yang belum terungkap ke publik. Polisi adalah benteng NKRI, pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Dan harapan bukan hanya pada Seladi, tetapi pada ribuan polisi yang lain.
rel/tribrata

***Tribratanewspoldakalsel/yudha/Bidhumaspolda

Mahasiswa PTIK Disambut Wakil Bupati Tala

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Mahasiswa PTIK Disambut Wakil Bupati Talasiswa PTIK TalaPolda Kalsel (27/05) : Masisiswa Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Widya Jagratara angkatan ke-68 yang melakukan pengabdian masyarakat (dianmas) selama seminggu di Kalsel. berkunjung ke Kabupaten Tanah Laut (Tala) yang disambut langsung oleh Wakil Bupati Tala Sukamta, Dandim 1009 Pelaihari, Kapolres Tala serta unsur muspika, Selasa (24/5).
rel/hamsan

***Tribratanewspoldakalsel/yudha/Bidhumaspolda

Polda Kalsel Gencarkan Operasi Patuh 2016

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Polda Kalsel Gencarkan Operasi Patuh 2016
Polda Kalsel (27/05) : Operasi patuh 2016 terus digencaerkan oleh Ditlantas Polda dari berbagai sudut jalan serta ruang di Kota Banjarmasin.‎ Hal ini bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Kegiatan operasi yang sudah dibuka Kapolda Kalsel Brigjen Pol. Erwin Triwanto
sudah dimulai hari Senin (16-05-2016) hingga 29 Mei 2016.
Operasi ini lebih menekankan upaya penindakan alias penilangan. Sebab, sebelumnya, Korlantas pada Operasi Simpatik l‎alu, hanya menerapkan upaya peringatan.
Pada Operasi Patuh 2016 kali ini ada enam tujuan yang diharapkan bisa tercapai. Antara lain:
1. Meningkatkan disiplin masyakat dalam berlalu lintas.
2. Terciptanya lalu lintas yang optimal dan tertib berlalu lintas.
3. Terciptanya kepercayaan masyarakat terhadap polri dengan terbentuknya opini positif dalam berlalu lintas.
4. Menurunnya tingkat korban dalam berlalu lintas.
5. Menurutnya pelanggaran dan julamlah kemacetan.
6. Terwujudnya situasi dan kondisi lalu lintas yang mantap.
Untuk pengendara sepeda motor, kesalahan-kesalahan yang akan dikenai tilang di antaranya kelengkapan surat-surat kendaraan, pengendara melawan arus, pelat nomor tidak sesuai aslinya, pengendara atau peenumpang tidak mengenakan helm, motor harus lajur kiri (apabila ada lajur kanalisasi), harus nyala lampu besar di siang hari, melanggar lampu merah, melanggar marka jalan, dan naik motor lebih dari dua orang.
Sementara, untuk pengendara mobil ada enam sasaran, yakni pelat nomor tidak sesuai aslinya, simbul pada pelat nomor, pakai rotator atau sirene pada mobil pribadi, tidak pakai sabuk pengaman, melanggar lampu merah, serta melanggar marka jalan.
yudha
patuh 2

patuh1

***Tribratanewspoldakalsel/yudha/Bidhumaspolda

Kapolda Kalsel Minta 67 Mahasiswa STIK Bisa Menjaga Kelakuan

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Kapolda Kalsel Minta 67 Mahasiswa STIK Bisa Menjaga Kelakuan
ari/ginting/wendy
Polda Kalsel (27/05) : Kapolda Kalsel Brigjen Pol. Drs Erwin Triwanto SH meminta, 67 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) asal Polda Kalsel yang melakukan pengabdian masyarakat (dianmas) bisa menjaga perilaku serta bertindak secara profesional serta penuh rasa tanggung jawab.
67 mahasiswa STIK angkatan ke 68 ini berasal dari Polresta Banjarmasin sebanyak 12 orang, Kota Banjarbaru 11 orang, Kabupaten Banjar 11, Tapin 11, Tala 11 serta Kabupaten Tanbu 11 orang akan melakukan dian mas hingga tanggal 26 Mei 2016.

***Tribratanewspoldakalsel/yudha/Bidhumaspolda

Polres Tapin Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at 21 Mei 2016

Polres Tapin Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan

polres tapin
Polda Kalsel (22/050 : Bupati Tapin HM Arifin Arpan bersama Kapolres Tapin AKBP Zulkifli Ismail bersama  PT Hasnur menggelar latihan simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan, Jumat (20/5). Kegiatan latihan ini bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kebakaran lahan dan hutan.

***Tribratanewspoldakalsel/yudha/Bidhumaspolda

Sejarah Polri

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at

Sejarah Polri
Komisaris Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, (duduk paling kiri) 1950.
Polda Kalsel (22/05) : Sebelum Kemerdekaan Indonesia
Jaman Kerajaan.
Pada zaman Kerajaan Majapahit patih Gajah Mada membentuk pasukan pengamanan yang disebut dengan Bhayangkara yang bertugas melindungi raja dan kerajaan.
Masa kolonial Belanda.
Pada masa kolonial Belanda, pembentukan pasukan keamanan diawali oleh pembentukan pasukan-pasukan jaga yang diambil dari orang-orang pribumi untuk menjaga aset dan kekayaan orang-orang Eropa di Hindia Belanda pada waktu itu. Pada tahun 1867 sejumlah warga Eropa di Semarang, merekrut 78 orang pribumi untuk menjaga keamanan mereka.
Wewenang operasional kepolisian ada pada residen yang dibantu asisten residen. Rechts politie dipertanggungjawabkan pada procureur generaal (jaksa agung). Pada masa Hindia Belanda terdapat bermacam-macam bentuk kepolisian, seperti veld politie (polisi lapangan) , stands politie (polisi kota), cultur politie (polisi pertanian), bestuurs politie (polisi pamong praja), dan lain-lain.
Sejalan dengan administrasi negara waktu itu, pada kepolisian juga diterapkan pembedaan jabatan bagi bangsa Belanda dan pribumi. Pada dasarnya pribumi tidak diperkenankan menjabat hood agent (bintara), inspekteur van politie, dan commisaris van politie. Untuk pribumi selama menjadi agen polisi diciptakan jabatan seperti mantri polisi, asisten wedana, dan wedana polisi.
Kepolisian modern Hindia Belanda yang dibentuk antara tahun 1897-1920 adalah merupakan cikal bakal dari terbentuknya Kepolisian Negara Republik Indonesia saat ini.
Masa pendudukan Jepang
Pada masa ini Jepang membagi wiliyah kepolisian Indonesia menjadi Kepolisian Jawa dan Madura yang berpusat di Jakarta, Kepolisian Sumatera yang berpusat di Bukittinggi, Kepolisian wilayah Indonesia Timur berpusat di Makassar dan Kepolisian Kalimantan yang berpusat di Banjarmasin.
Tiap-tiap kantor polisi di daerah meskipun dikepalai oleh seorang pejabat kepolisian bangsa Indonesia, tapi selalu didampingi oleh pejabat Jepang yang disebut sidookaan yang dalam praktik lebih berkuasa dari kepala polisi.
polisi lwas
 polisi lwas
Awal Kemerdekaan Indonesia
Periode 1945-1950
Tidak lama setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, pemerintah militer Jepang membubarkan Peta dan Gyu-Gun, sedangkan polisi tetap bertugas, termasuk waktu Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Secara resmi kepolisian menjadi kepolisian Indonesia yang merdeka.
Inspektur Kelas I (Letnan Satu) Polisi Mochammad Jassin, Komandan Polisi di Surabaya, pada tanggal 21 Agustus 1945 memproklamasikan Pasukan Polisi Republik Indonesia sebagai langkah awal yang dilakukan selain mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap tentara Jepang yang kalah perang, juga membangkitkan semangat moral dan patriotik seluruh rakyat maupun satuan-satuan bersenjata yang sedang dilanda depresi dan kekalahan perang yang panjang. Sebelumnya pada tanggal 19 Agustus 1945 dibentuk Badan Kepolisian Negara (BKN) oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pada tanggal 29 September 1945 Presiden Soekarno melantik R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi Kepala Kepolisian Negara (KKN).
Pada awalnya kepolisian berada dalam lingkungan Kementerian Dalam Negeri dengan nama Djawatan Kepolisian Negara yang hanya bertanggung jawab masalah administrasi, sedangkan masalah operasional bertanggung jawab kepada Jaksa Agung.
Kemudian mulai tanggal 1 Juli 1946 dengan Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/S.D. Djawatan Kepolisian Negara yang bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri. Tanggal 1 Juli inilah yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Bhayangkara hingga saat ini.
Sebagai bangsa dan negara yang berjuang mempertahankan kemerdekaan maka Polri di samping bertugas sebagai penegak hukum juga ikut bertempur di seluruh wilayah RI. Polri menyatakan dirinya “combatant” yang tidak tunduk pada Konvensi Jenewa. Polisi Istimewa diganti menjadi Mobile Brigade, sebagai kesatuan khusus untuk perjuangan bersenjata, seperti dikenal dalam pertempuran 10 November di Surabaya, di front Sumatera Utara, Sumatera Barat, penumpasan pemberontakan PKI di Madiun, dan lain-lain.
Pada masa kabinet presidential, pada tanggal 4 Februari 1948 dikeluarkan Tap Pemerintah No. 1/1948 yang menetapkan bahwa Polri dipimpin langsung oleh presiden/wakil presiden dalam kedudukan sebagai perdana menteri/wakil perdana menteri.
Pada masa revolusi fisik, Kapolri Jenderal Polisi R.S. Soekanto telah mulai menata organisasi kepolisian di seluruh wilayah RI. Pada Pemerintahan Darurat RI (PDRI) yang diketuai Mr. Sjafrudin Prawiranegara berkedudukan di Sumatera Tengah, Jawatan Kepolisian dipimpin KBP Umar Said (tanggal 22 Desember 1948).
Hasil Konferensi Meja Bundar antara Indonesia dan Belanda dibentuk Republik Indonesia Serikat (RIS), maka R.S. Sukanto diangkat sebagai Kepala Jawatan Kepolisian Negara RIS dan R. Sumanto diangkat sebagai Kepala Kepolisian Negara RI berkedudukan di Yogyakarta.
Dengan Keppres RIS No. 22 tahun 1950 dinyatakan bahwa Jawatan Kepolisian RIS dalam kebijaksanaan politik polisional berada di bawah perdana menteri dengan perantaraan jaksa agung, sedangkan dalam hal administrasi pembinaan, dipertanggungjawabkan pada menteri dalam negeri.
Umur RIS hanya beberapa bulan. Sebelum dibentuk Negara Kesatuan RI pada tanggal 17 Agustus 1950, pada tanggal 7 Juni 1950 dengan Tap Presiden RIS No. 150, organisasi-organisasi kepolisian negara-negara bagian disatukan dalam Jawatan Kepolisian Indonesia. Dalam peleburan tersebut disadari adanya kepolisian negara yang dipimpin secara sentral, baik di bidang kebijaksanaan siasat kepolisian maupun administratif, organisatoris.
kolonial1 
kolonial1
Periode 1950-1959
Dengan dibentuknya negara kesatuan pada 17 Agustus 1950 dan diberlakukannya UUDS 1950 yang menganut sistem parlementer, Kepala Kepolisian Negara tetap dijabat R.S. Soekanto yang bertanggung jawab kepada perdana menteri/presiden.
Waktu kedudukan Polri kembali ke Jakarta, karena belum ada kantor digunakan bekas kantor Hoofd van de Dienst der Algemene Politie di Gedung Departemen Dalam Negeri. Kemudian R.S. Soekanto merencanakan kantor sendiri di Jalan Trunojoyo 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dengan sebutan Markas Besar Djawatan Kepolisian Negara RI (DKN) yang menjadi Markas Besar Kepolisian sampai sekarang. Ketika itu menjadi gedung perkantoran termegah setelah Istana Negara.
Sampai periode ini kepolisian berstatus tersendiri antara sipil dan militer yang memiliki organisasi dan peraturan gaji tersendiri. Anggota Polri terorganisir dalam Persatuan Pegawai Polisi Republik Indonesia (P3RI) tidak ikut dalam Korpri, sedangkan bagi istri polisi semenjak zaman revolusi sudah membentuk organisasi yang sampai sekarang dikenal dengan nama Bhayangkari tidak ikut dalam Dharma Wanita ataupun Dharma Pertiwi. Organisasi P3RI dan Bhayangkari ini memiliki ketua dan pengurus secara demokratis dan pernah ikut Pemilu 1955 yang memenangkan kursi di Konstituante dan Parlemen. Waktu itu semua gaji pegawai negeri berada di bawah gaji angkatan perang, namun P3RI memperjuangkan perbaikan gaji dan berhasil melahirkan Peraturan Gaji Polisi (PGPOL) di mana gaji Polri relatif lebih baik dibanding dengan gaji pegawai negeri lainnya (mengacu standar PBB).
Polisi Orla
Polisi Orla
Masa Orde Lama
Dengan Dekrit Presiden 5 Juli 1959, setelah kegagalan Konstituante, Indonesia kembali ke UUD 1945, namun dalam pelaksanaannya kemudian banyak menyimpang dari UUD 1945. Jabatan Perdana Menteri (Alm. Ir. Juanda) diganti dengan sebutan Menteri Pertama, Polri masih tetap di bawah pada Menteri Pertama sampai keluarnya Keppres No. 153/1959, tertanggal 10 Juli di mana Kepala Kepolisian Negara diberi kedudukan Menteri Negara ex-officio.
Pada tanggal 13 Juli 1959 dengan Keppres No. 154/1959 Kapolri juga menjabat sebagai Menteri Muda Kepolisian dan Menteri Muda Veteran. Pada tanggal 26 Agustus 1959 dengan Surat Edaran Menteri Pertama No. 1/MP/RI1959, ditetapkan sebutan Kepala Kepolisian Negara diubah menjadi Menteri Muda Kepolisian yang memimpin Departemen Kepolisian (sebagai ganti dari Djawatan Kepolisian Negara).
Waktu Presiden Soekarno menyatakan akan membentuk ABRI yang terdiri dari Angkatan Perang dan Angkatan Kepolisian, R.S. Soekanto menyampaikan keberatannya dengan alasan untuk menjaga profesionalisme kepolisian. Pada tanggal 15 Desember 1959 R.S. Soekanto mengundurkan diri setelah menjabat Kapolri/Menteri Muda Kepolisian, sehingga berakhirlah karier Bapak Kepolisian RI tersebut sejak 29 September 1945 hingga 15 Desember 1959.
Dengan Tap MPRS No. II dan III tahun 1960 dinyatakan bahwa ABRI terdiri atas Angkatan Perang dan Polisi Negara. Berdasarkan Keppres No. 21/1960 sebutan Menteri Muda Kepolisian ditiadakan dan selanjutnya disebut Menteri Kepolisian Negara bersama Angkatan Perang lainnya dan dimasukkan dalam bidang keamanan nasional.
Tanggal 19 Juni 1961, DPR-GR mengesahkan UU Pokok kepolisian No. 13/1961. Dalam UU ini dinyatakan bahwa kedudukan Polri sebagai salah satu unsur ABRI yang sama sederajat dengan TNI AD, AL, dan AU.
Dengan Keppres No. 94/1962, Menteri Kapolri, Menteri/KASAD, Menteri/KASAL, Menteri/KSAU, Menteri/Jaksa Agung, Menteri Urusan Veteran dikoordinasikan oleh Wakil Menteri Pertama bidang pertahanan keamanan. Dengan Keppres No. 134/1962 menteri diganti menjadi Menteri/Kepala Staf Angkatan Kepolisian (Menkasak).
Kemudian Sebutan Menkasak diganti lagi menjadi Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian (Menpangak) dan langsung bertanggung jawab kepada presiden sebagai kepala pemerintahan negara. Dengan Keppres No. 290/1964 kedudukan, tugas, dan tanggung jawab Polri ditentukan sebagai berikut :
– Alat Negara Penegak Hukum.
– Koordinator Polsus.
– Ikut serta dalam pertahanan.
– Pembinaan Kamtibmas.
– Kekaryaan.
– Sebagai alat revolusi.
Berdasarkan Keppres No. 155/1965 tanggal 6 Juli 1965, pendidikan AKABRI disamakan bagi Angkatan Perang dan Polri selama satu tahun di Magelang. Sementara pada tahun 1964 dan 1965, pengaruh PKI bertambah besar karena politik NASAKOM Presiden Soekarno, dan PKI mulai menyusupi memengaruhi sebagian anggota ABRI dari keempat angkatan.
Polisi Orba
Polisi Orba
Masa Orde Baru
Karena pengalaman yang pahit dari peristiwa G30S/PKI yang mencerminkan tidak adanya integrasi antar unsur-unsur ABRI, maka untuk meningkatkan integrasi ABRI, tahun 1967 dengan SK Presiden No. 132/1967 tanggal 24 Agustus 1967 ditetapkan Pokok-Pokok Organisasi dan Prosedur Bidang Pertahanan dan Keamanan yang menyatakan ABRI merupakan bagian dari organisasi Departemen Hankam meliputi AD, AL, AU , dan AK yang masing-masing dipimpin oleh Panglima Angkatan dan bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas dan kewajibannya kepada Menhankam/Pangab. Jenderal Soeharto sebagai Menhankam/Pangab yang pertama.
Setelah Soeharto dipilih sebagai presiden pada tahun 1968, jabatan Menhankam/Pangab berpindah kepada Jenderal M. Panggabean. Kemudian ternyata betapa ketatnya integrasi ini yang dampaknya sangat menyulitkan perkembangan Polri yang secara universal memang bukan angkatan perang.
Pada tahun 1969 dengan Keppres No. 52/1969 sebutan Panglima Angkatan Kepolisian diganti kembali sesuai UU No. 13/1961 menjadi Kepala Kepolisian Negara RI, namun singkatannya tidak lagi KKN tetapi Kapolri. Pergantian sebutan ini diresmikan pada tanggal 1 Juli 1969.
Arti Lambang Polri
logo polri
logo polri
Lambang Polisi bernama Rastra Sewakottama yang berarti “Polri adalah Abdi Utama dari pada Nusa dan Bangsa.” Sebutan itu adalah Brata pertama dari Tri Brata yang diikrarkan sebagai pedoman hidup Polri sejak 1 Juli 1954.
Polri yang tumbuh dan berkembang dari rakyat, untuk rakyat, memang harus berinisiatif dan bertindak sebagai abdi sekaligus pelindung dan pengayom rakyat. Harus jauh dari tindak dan sikap sebagai “penguasa”. Ternyata prinsip ini sejalan dengan paham kepolisian di semua Negara yang disebut new modern police philosophy, “Vigilant Quiescant” (kami berjaga sepanjang waktu agar masyarakat tentram).
Prinsip itu diwujudkan dalam bentuk logo dengan rincian makna sbb:
 Perisai  bermakna pelindung rakyat dan negara.
 Tiang dan nyala obor  bermakna penegasan tugas Polri, disamping memberi sesuluh atau penerangan juga bermakna penyadaran hati nurani masyarakat agar selalu sadar akan perlunya kondisi kamtibmas yang mantap.
 Pancaran obor  yang berjumlah 17 dengan 8 sudut pancar berlapis 4 tiang dan 5 penyangga bermakna 17 Agustus 1945, hari Proklamasi Kemerdekaaan yang berarti Polri berperan langsung pada proses kemerdekaan dan sekaligus pernyataan bahwa Polri tak pernah lepas dari perjuangan bangsa dan negara.
 Tangkai padi dan kapas  menggambarkan cita-cita bangsa menuju kehidupan adil dan makmur, sedangkan 29 daun kapas dengan 9 putik dan 45 butir padi merupakan suatu pernyataan tanggal pelantikan Kapolri pertama 29 September 1945 yang dijabat oleh Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo.
 3 Bintang  di atas logo bermakna Tri Brata adalah pedoman hidup Polri. Sedangkan warna hitam dan kuning adalah warna legendaris Polri.
 Warna hitam  adalah lambang keabadian dan sikap tenang mantap yang bermakna harapan agar Polri selalu tidak goyah dalam situasi dan kondisi apapun; tenang, memiliki stabilitas nasional yang tinggi dan prima agar dapat selalu berpikir jernih, bersih, dan tepat dalam mengambil keputusan.

Visi dan Misi Polri :
Visi
Terwujudnya pelayanan keamanan dan ketertiban masyarakat yang prima,
tegaknya hukum dan keamanan dalam negeri yang mantap
serta terjalinnya sinergi polisional yang proaktif.
Misi

  1. Melaksanakan deteksi dini dan peringatan dini melalui kegiatan/operasi penyelidikan,
pengamanan dan penggalangan;

  1. Memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan secara mudah, responsif dan tidak diskriminatif;

  1. Menjaga keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas untuk menjamin keselamatan dan
kelancaran arus orang dan barang;

  1. Menjamin keberhasilan penanggulangan gangguan keamanan dalam negeri;

  1. Mengembangkan perpolisian masyarakat yang berbasis pada masyarakat patuh hukum;

  1. Menegakkan hukum secara profesional, objektif, proporsional, transparan dan akuntabel untuk menjamin kepastian hukum dan rasa keadilan;

  1. Mengelola secara profesional, transparan, akuntabel dan modern seluruh sumber daya Polri guna mendukung operasional tugas Polri;

  1. Membangun sistem sinergi polisional interdepartemen dan lembaga internasional
maupun komponen masyarakat dalam rangka membangun kemitraan dan jejaring kerja
(partnership building/networking).

rel/ang/tribratanews

***Tribratanewspoldakalsel/yudha.Bidhumaspolda