Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

Selundupkan 4 Paket Sabu Dalam Anus, 2 Penumpang Pesawat Lion Air Diciduk Ditresnarkoba Polda Kalsel

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at 21 April 2016


kapolda kalsel1

Polda Kalsel (22/04) : Kapolda Kalsel Brigjen Pol. Agung Budi M, memberikan apresiasi kepada jajarannya Ditresnarkoba Polda Kalsel yang berhasil menggagalkan upaya dua penumpang pesawat udara Lion Air dari Kota Surabaya menuju Kota Banjarmasin, Minggu (17/4) Jam 16.30 wita yang membawa sabu seberat 233,30 gram atau 4 paket sabu yang disimpan dalam anus, di Bandara Syamsudin Noor Kabupaten Banjar.
Menurut Kapolda, pada kegiatan jumpa pers dengan media Senin (18/4) di Aula Polda Kalsel mengatakan, kronologisnya, petugas kepolisian mendapatkan informasi bahwa di Bandara Syamsudin Noor Minggu (17/4) jam 16.30 wita. “Petugas bandara mencurigai 2 penumpang pesawat Lion Air dari Kota Surabaya yang baru mendarat di bandara. Gerak-geriknya mencurigakan, akhirnya diperiksa petugas akhirnya mengaku memang menyimpan 4 paket sabu didalam anus,” katanya.
Agung mengungkapkan, atas kasus ini 2 penumpang yang diketahui bernama M Yusuf bin Ibrahim 35 tahun dan Mukmin alias Teuku bin Hanafiah (29) tahun warga Banda Aceh.
Subdit II Ditresnarkoba Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), menangkap dua orang pemuda asal Aceh yang kedapatan membawa empat kantong sabu-sabu di kota setempat.
“Empat kantong sabu-sabu itu asal Aceh dan dikirim ke Banjarmasin melalui kedua pemuda yang berhasil kami tangkap itu,” kata Direktur Narkoba Kombes Pol Joko S melalui Kasubdit II AKBP Agus Durijanto di Banjarmasin, Senin.
Ia mengatakan, kedua pemuda asal Aceh itu ditangkap saat turun dari pesawat dan mendarat di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru untuk penerbangan Surabaya tujuan Banjarmasin.
Kedua pemuda tersebut dari hasil penyidikan diketahui bernama MK (25) dan MY (26) warga Aceh, mereka tertangkap tangan membawa barang haram tersebut pada Minggu (17/4) sore, sekitar pukul 16:30 Wita “Kami dapat informasi dari bandara kalau ada dua orang turun dari pesawat mencurigakan, dan langsung dilakukan pengecekan setelah dua pemuda itu terlebih dahulu diamankan,” ujar pria yang biasa dipanggil Gusdur itu.
Usai diamankan dilakukan penggeledahan terhadap MK dan MY beserta barang bawaan mereka namun tidak ditemukan barang laknat itu.
Namun, polisi tetap curiga dan memilih membawa kedua pemuda itu ke Rumah Sakit Bhayangkara di Banjarmasin, guna dilakukan rontgen tubuh.
“Saat ingin dilakukan rontgen, keduanya mengaku memang benar membawa sabu-sabu namun diletakkan di dalam lubang dubur dan siap dikeluarkan oleh mereka sendiri,” tuturnya.
Untuk MK membawa sabu-sabu dua kantong seberat 145,81 gram sedangkan MY juga membawa dua kantong seberat 109,29 gram.
Ketika dikeluarkan dari dubur mereka, ternyata jumlah total semua sabu-sabu asal Aceh itu seberat lebih kurang 2,5 ons.
“Mereka mengaku memasukkan dua kantong besar sabu-sabu itu dengan menggunakan lotion dan selama perjalanan MK serta MY menjalani puasa agar tidak ada keinginan buang air besar,” ujarnya.
Para pelaku ini sudah ditahan di Rumah Tahanan Polda Kalsel, guna proses hukum dan pengembangan guna mengetahui siapa penerima sabu-sabu tersebut di Kota Banjarmasin.
Sementara itu salah satu pelaku mengakui, dirinya membawa sabu-sabu ke Banjarmasin karena disuruh dan setelah sampai ke kota tersebut akan ada seorang pria yang mengambil barang tersebut namun mereka keduluan ditangkap polisi.
“Saya baru sekali ini membawa sabu-sabu di dalam dubur, agar tidak ketahuan petugas saat pemeriksaan,” katanya pelaku MK saat di ruang penyidik Subdit II.
Untuk diketahui kedua pelaku sabu-sabu itu bisa dikatakan sebagai jaringan Aceh lintas Nasional dan ini menjadi tugas polisi guna mencegah, memberantas dan menindak secara tegas terhadap para pelakunya, dan kasus akan terus dikembangkan.Rel/tribratanews
ka[olda 2


***Tribratanewspoldakalsel/yudha/BidHumasPolda


0 komentar:

Posting Komentar