Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

Press Release Kapolda dan Kejati Ungkap Kasus Narkoba dan Kejahatan Lintas Provinsi

Posted by Ikhsan Ntd at 04 Oktober 2014

 POLDA KALSEL, BANJARMASIN - Bertempat di Polair Polda Kalsel di laksanakan Press Release Kapolda Kalsel dan Kejati Kalsel dalam ungkap Kasus baik Narkoba dan kejahatan lintas Provinsi, Jumat (3/10) Siang.

Maraknya peredaran narkoba mendapat perhatian serius dari Kapolda Kalsel Brigjen Pol Machfud Arifin.
"Kita sudah mengungkap, menangkap dan mengembangkan sampai ke atasnya, sampai yang belum tertangkap atau DPO akan kita tangkap. Kemudian pihak kejaksaan bisa menuntut pelaku untuk dihukum maksimal," tegas Kapolda.

menanggapai hal itu, Kepala Kejati Kalsel Pudjie Basuki mengatakan pihaknya akan menuntut hukuman yang yidak ringan terhadap para pelaku. "Komitmen saya, akan mengoptimalkan tuntutan terhadap para pelaku" tegas Pudjie

Selanjutnya setelah mengungkap hasil tangkapan narkoba dilanjutkan dengan menunjukkan


aksi pelaku pencurian dengan cara memecahkan kaca mobil kini tengah marak. Budiman Jaya alias Budi pun menunjukan cara kilat bagaimana kaca mobil bisa pecah tanpa menyita perhatian.

Keahliannya dalam memecah kaca mobil tak perlu diragukan. Dalam posisi tangan terborgol, ternyata dia sanggup memecahkan kaca sebuah mobil dalam waktu kilat. Bahkan dilakukan menggunakan tangan kosong.

Mengenakan kemeja tahanan, salah satu pelaku kasus pencurian dengan pemberatan (curat) pecah kaca kelompok Palembang ini melakukan praktik singkat itu karena diminta Kapolda Kalsel Brigjen Pol Machfud Arifin.

Saat itu Machfud meminta Budi menunjukan bagaiaman cara dia beraksi. Mobil putih bernopol DA 8302 BI yang merupakan mobil barangbukti pun jadi objeknya.

Dengan kepiawaiannya itu, ia berhasil melakukan aksinya di 16 tempat. Di Banjarbaru 10 tkp, Banjarmasin 2 tkp, Banjar 1 tkp, Tala 2 tkp, dan Tanbu 1 tkp. Total yang ia dapat sebesar Rp 300.000.000.
Selain keahlian, dari barang bukti terungkap Budi dan kompolotan juga menggunakan satu buah obeng tespen. Busi motor. Paku payung dan empat sepeda motor. Busi sepeda motor itu untuk membuat permukaan kaca retak dan mudah dipecah.

Di komplotan ini ada pelaku lain yakni, Hasan kirana alias Asan, Ahmad Rusli, Hamit alias Memet, Abdulah Kamsir alias Dullah, M Amin.

Label:

0 komentar:

Posting Komentar