Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

Gelar Ungkap Kasus Narkoba di Lapangan Polda Kalsel

Posted by Ikhsan Ntd at 26 Maret 2014

POLDA KALSEL, BANJARMASIN - Setelah membongkar rumah kontrakan Agus Wahyudi (AW) yang jadi gudang penyimpanan sabu sebanyak 3,7 kilogram dan 4.500 butir pil ekstasi. Ditresnarkoba Polda Kalsel mengembangkan kasusnya dan menyita uang Rp116 juta dari Laila, istri AW di Kaltim.  Diduga, uang tersebut adalah hasil bisnis haram pelaku.


Kasus ini mendapat attensi khusus dari Kapolda Kalsel Brigadir Jenderal Machfud Arifin.  Karena termasuk kasus terbesar yang diungkap Polda Kalsel di tahun 2014 ini. Menurut Direktur Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Joko, barang bukti yang disita dari pelaku nilainya mencapai Rp6,4 miliar. Dengan rincian, 77 paket sabu-sabu berat bersih 3.667,3 gram.  Jika satu gram sabu seharga Rp1,5 juta, maka sabu yang disimpan AW berharga Rp5,5 miliar.  Ditambah ekstasi 4.512 butir dikali Rp200 ribu per butir, totalnya Rp902,4 juta.

Kapolda pun secara khusus menyampaikan perkembangan kasus ini dengan melakukan gelar kasus, Selasa (25/3) kemarin pagi di Mapolda Kalsel.

“Pagi ini, anggota menyita barang bukti  uang Rp 60 juta, itu kita cairkan di Kaltim,” ujar Kapolda Kalsel Brigadir Jenderal Machfud Arifin saat gelar kasus narkoba dan senpi rakitan, kemarin.

Selain itu, lanjut orang nomor satu di Polda Kalsel ini, ada lagi uang Rp 56 juta di dalam rekening bank yang dipegang oleh istri pelaku.  Anggota yang berangkat ke Kaltim dipimpin Kompol Wendy dan saat ini berita ini diturunkan, sedang menuju pulang ke Banjarmasin, membawa barang bukti uang sitaan.

Ditanya soal asal sabu dan orang yang mengendalikan AW, Machfud mengaku belum dapat menyebut. “Masih kita kembangkan ke arah sana,” ujarnya.

Tapi nama-nama yang terkait dengan AW, semua sudah dikantongi. “Kita sudah tahu atasan Agus Wahyudi siapa, nama yang mengontrak rumah juga sudah kita dapatkan, mudah-mudahan bisa kita dapatkan bos besarnya,” ujarnya.

Sementara itu, dari kronologi kasus yang dijelaskan Kapolda


Senin (24/3) tadi, kasus dengan barang bukti senilai Rp6,4 miliar ini terungkap secara tidak sengaja.

Menurut Kapolda, berawal dari pengakuan pelaku yang berada dibawah pengaruh sabu-sabu, Minggu (23/3) pukul 15.00 Wita. Pelaku AW terlihat seperti orang ketakutan saat berada di sekitar pabrik PT Coca-cola di Jln A Yani Km 28,6 Landasan Ulin, Banjarbaru. Tiba-tiba AW melaporkan diri ke penjaga keamanan Coca Cola dan mengaku bahwa dia menyimpan narkotika di rumah kontrakannya di kawasan Jln Gatot Subroto 7 Komplek Pondok Karya RT 23 No 71 C, Banjarmasin Timur.

Berdasarkan keterangan itu, satpam pabrik minuman itu kemudian segera melapor ke Polsek Landasan Ulin, diteruskan ke Ditresnarkoba Polda Kalsel dan Satres Narkoba Polres Banjarbaru.

Dari pengakuan pelaku, sabu tersebut didapat dari seseorang yang sekarang masih dalam penyidikan. AW mengaku disuruh menyimpan sabu di rumah kontrakannya dengan upah senilai Rp30–70 juta. Sementara untuk pemasarannya, pelaku tinggal menunggu perintah orang tersebut.

Adapun mengenai istri pelaku, Laila, pihak Polda Kalsel masih belum memastikan apakah ia terlibat dalam bisnis haram ini. Pasalnya, selama ini perempuan yang baru dinikahi AW selama enam bulan tersebut, tinggal di Balikpapan, Kaltim.

Kepada istrinya, AW mengaku bekerja sebagai kontraktor.  Seminggu sebelum menikah, pada September 2013, AW menyerahkan kartu ATM kepada Laila. Nah, dari rekening dan ATM itulah uang senilai ratusan juta disita aparat.

Uang tersebut disita karena diduga berasal dari upah pelaku setiap kali bertransaksi narkoba selama ini. Rata-rata setiap bulan AW mendapat upah sekitar Rp40 juta. (gmp/yn/bin)

Label:

0 komentar:

Posting Komentar