Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

Sengketa Lahan, 22 Warga dan Aktivis LSM Ditangkap di Kalsel

Posted by Ikhsan Ntd at 05 Mei 2013

POLDA KALSEL - Sebanyak 22 warga dan aktivis LSM ditangkap polisi sebagai buntut unjuk rasa terkait unjuk rasa sengketa lahan antara warga Desa Barambai, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, dengan perusahaan perkebunan sawit.

Informasi yang dihimpun Media Indonesia, unjuk rasa warga Desa Barambai beberapa hari lalu terkait masalah tumpang tindih lahan dan tuntutan ganti rugi terhadap perusahaan perkebunan PT Agri Bumi Sentosa. Aksi tersebut sempat memanas setelah warga menyegel kantor perusahaan dan menyandera lima mandor dan pekerja perusahaan perkebunan.

"Aparat masih melakukan pengamanan di lokasi perusahaan untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan. Sejumlah warga dan oknum provokator juga telah diperiksa," kata Kepala Bagian Humas Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) Ajun Komisaris Besar Sunyipto ketika dimintai konfirmasi, Minggu (5/5).

Warga desa sekitar menuntut perusahaan membayar ganti rugi lahan seluas 240 hektare dengan harga antara Rp40 juta hingga Rp60 juta per hektare. Tuntutan ganti rugi lahan yang digunakan perusahaan itu sudah beberapa kali mencuat, namun hingga kini belum ada kesepakatan antara kedua belah pihak.

Polemik ganti rugi lahan juga ditengarai karena sertifikat dan surat keterangan tanah (SKT) yang dimiliki warga diterbitkanoleh  Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng). Padahal, lahan sengketa berada di wilayah Kabupaten Barito Kuala, berjarak empat kilometer dari perbatasan Kalsel-Kalteng.

Bupati Barito Kuala Hasanuddin Murad mengatakan pihaknya akan memintan penjelasan dari BPN Kapuas, terkait hal itu. Apalagi, lahan sengketa tersebut dahulu merupakan kawasan hutan galam milik pemerintah. (Denny S Ainan)

Sumber : Metro News

Label:

0 komentar:

Posting Komentar