Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

Jumpa Pers Kasus Oknum Polisi yang Diduga Terlibat Perambahan HTI

Posted by Ikhsan Ntd at 08 Agustus 2012

Jumpa pers bersama antara Dinas Kehutanan dengan jajaran Polda Kalsel kemarin(8/8), sepertinya juga ingin menepis kesan adanya persaingan diantara kedua institusi tersebut, dalam menangani kasus melibatkan oknum anggota polisi tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel Kombes Pol Irianto mengatakan, pihaknya selalu koordinasi dan bersinergis dalam menangani suatu perkara termasuk kasus yang baru dilaporkan Dishut Kalsel ini.

Ditegaskannya, kalaupun Dishut Kalsel ingin melakukan penyelidikan atau penyidikan dalam kasus ini, Ditreskrimsus Polda Kalsel akan mendukung. “Kalau memang penanganannya dipercayakan kepada Ditreskrimsus Polda Kalsel maka kami akan menyidik laporan tersebut dan siapa pun yang terlibat tentu dia yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ucapnya.

 Irianto pun menepis anggapan adanya kesan pihaknya lamban dalam penanganan kasus ini.  Karena ujarnya, selama ini Polda juga selalu bekerjasama dengan Dishut Kalsel, terkait penanganan perkara menyangkut undang-undang kehutanan, dalam hal ini meminta keterangan saksi ahli.

“Jadi jangan sampai diberi kesan, dalam kasus perambahan HTI yang berhasil diungkap Dishut ini terjadi kesalahpahaman antara Polda dan Dishut Kalsel bahwa pihaknya tidak menerima laporan tersebut. Penanganan kasus ini akan dilakukan secara bersama-sama demi penegakkan hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tandasnya.


Terkait barang bukti yang diserahkan ke Ditreskrimsus Polda Kalsel, Irianto menegaskan, laporan barang bukti ini perlu diperbaiki administrasinya, mulai dari tata cara penyitaan sampai penetapan tersangka.

Kalau ada yang menghilangkan barang bukti tentu ini perbuatan pidana. “Saya harapkan barang bukti alat berat yang disita tersebut masih berada disana. Sebaiknya barang bukti ini dititipkan di Polsek Kusan Hulu,” harapnya.

 Sementara itu, Kadishut Provinsi Kalsel Rachmadi Kurdi mengaku kecewa dengan pemberitaan media yang mengatakan Polisi Kehutanan (Polhut) siap hadapi anggota Densus 88. Kurdi menilai pemberitaan tersebut sudah sangat keterlaluan. “Ini adalah opini, sangat mengejutkan kita,” cetusnya.

Ia mengatakan, personil Polhut sangat terbatas dan tak memiliki kemampuan seperti polisi. “Jadi tidak benar kami akan menghadang polisi,” kata Kurdi.

 Diungkapkannya, Dishut Kalsel sangat berterima kasih dengan pihak Polda Kalsel yang mau bekerjasama dalam menangani kasus perambahan hutan ini. Memang Dishut Kalsel mempunyai kelemahan atau kekurangan dalam melakukan penyidikan (sidik) suatu perkara yang menyangkut pelanggaran undang-undang kehutanan.

“Memang dari Polda Kalsel menyilakan kami melakukan penyidikan pada kasus ini, tapi karena KTA (Kartu Tanda Anggota) anggota PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) mati, maka kami tidak bisa melakukan penyidikan. Oleh sebab itu kami meminta Polda untuk menindaklanjuti laporan kami dengan tetap berkerjasama,” tuturnya.  (hni/yn/bin)

Label:

0 komentar:

Posting Komentar