Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

AKP Toni Mantan Kapolsek Pagatan

Posted by Ikhsan Ntd at 08 Agustus 2012

BANJARMASIN – Sehari setelah menerima laporan dari Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalsel, penyidik Polda Kalsel kemarin menggelar jumpa pers kasus perambahan HTI (Hutan Tanaman Industri) yang melibatkan oknum anggota Polri di Desa Mangkalapi Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu.

Jumpa pers dihadiri Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel Kombes Pol Irianto, Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Provinsi Kalsel Rachmadi Kurdi, dan Kabid Propam Polda Kalsel AKBP Winarto, di ruang rapat Ditreskrimsus Polda Kalsel, kemarin (8/8) siang.

Dalam kesempatan itu, Kurdi menjelaskan isi laporan yang disampaikan pihaknya ke Polda Kalsel, sehari sebelumnya.

“Ini terkait pelanggaran undang-undang kehutanan, karena ada perambahan hutan yang masuk dalam HTI dan diduga jalan tersebut digunakan untuk aktivitas pertambangan illegal,” ujarnya.

Dari hasil temuan di lapangan, lanjut Kurdi, ditemukan jalan sepanjang 13 kilometer di kawasan hutan industri tersebut dengan lebar sekitar 8 meter. “Areal HTI tersebut tidak ada pemiliknya, areal HTI itu adalah milik negara,” tegasnya.

Terkait 4 orang yang sempat diamankan dan dimintai keterangan, namun sudah dilepas. Kurdi beralasan, pihaknya melepas karena empat orang tersebut hanya pekerja dan masih remaja. “Mereka kita lepas karena ada jaminan di atas materai dan mereka siap dipanggil dan datang apabila mau dimintai keterangan kembali,” tandasnya.

Yang pasti sambungnya, dalam laporan yang kami sampaikan ke Ditreskrimsus Polda Kalsel sudah dibeberkan dalam berita acara pemeriksaan siapa pemilik perusahaan tersebut dan siapa yang membayar para pekerja yang melakukan pembukaan jalan di kawasan hutan.

Toni Mantan Kapolsek

Dalam jumpa pers kemarin, terungkap pula siapa Toni Junianto, orang yang sempat mendatangi Polhut dan mengaku sebagai anggota Densus 88.

Orang yang juga disebut-sebut sebagai pemilik PT Yesa Baratama, perusahaan yang membayar para pekerja untuk melakukan pembukaan jalan di kawasan HTI tersebut, adalah AKP Toni Junianto. Dia memang anggota Polri yang bertugas di Mabes Polri dan dinas di Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) atau PTIK.

“Bukan anggota Densus 88, tapi anggota Polri, dulu oknum ini memang pernah menjabat sebagai Kapolsek Pagatan di Polres Tanah Bumbu,” ujar Kabid Propam Polda Kalsel AKBP Winarto.

Diceritakannya, oknum anggota ini memang sering bermasalah di dinasnya. Karena perlakuan dan tingkah laku oknum ini kurang baik, maka ia dimutasi ke Mabes Polri ditugaskan di Lemdikpol bagian PTIK. Ternyata, di tempat itu, oknum ini juga berkelakuan kurang baik, karena sering tidak masuk kerja.

Winarto menegaskan, kalau memang oknum ini terlibat dalam kasus ini maka pihaknya akan mengambil langkah-langkah untuk menindaknya. “Kalau terbukti bersalah akan kita tindak tegas. Kami juga akan melaporkan dan menyampaikan data ke Propam Mabes Polri atas keterlibatan oknum anggota ini,” bebernya.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel Kombes Pol Irianto, memang oknum anggota tersebut sudah dikenal sebagian anggota di Polda Kalsel. “Oknum anggota ini tidak asing oknum lagi setelah melihat foto dari laporan Dishut Kalsel,” ucapnya.

Diakuinya, memang saat ini pihaknya belum menetapkan siapa tersangkanya karena pihaknya masih menjunjung praduga tak bersalah. “Jangan dibilang kami melindungi tersangka. Kalau memang terbukti pasti akan ditindak dan ditahan orang yang paling bertanggungjawab tersebut,” katanya. (hni/yn/bin)

Label:

0 komentar:

Posting Komentar