Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

Polda Kalsel Buru Pengupload Video Tahanan Pingsut

Posted by Ikhsan Ntd at 06 Juni 2012

BANJARMASIN – Jajaran Polda Kalsel sepertinya benar-benar meragukan kebenaran video
siksaan di polres martapura yang sampai tadi malam ditonton dan video yang sama copet pingsut(Polres.Tabalong "tanjung" kal-sel).  Bahkan Kabid Humas Polda Kalsel AKBP Winarto menduga, bisa saja video tersebut terjadi di daerah lain, yakni di luar Kalsel.
“Bisa saja itu terjadi di Jakarta atau di Surabaya. Kebetulan saja yang tertangkap orang Banjar, jadi bahasa yang digunakan adalah bahasa Banjar,” kilahnya.
Selain itu, tambahnya, bisa saja video tersebut di dubbing atau diisi suara orang lain, seolah-olah terjadi di Kalsel. “Untuk masalah ini, tetap akan kita usut atau selidiki kembali,” ujar Winarto yang juga menjabat sebagai Kabid Propam Polda Kalsel.
Untuk mengungkap ini, Bid Propam berkoordinasi dengan jajaran Intelkam Polda Kalsel dan Ditreskrimum Polda Kalsel. “Kita akan cari pelaku yang mengunggah video yang terbaru dengan judul siksaan di Polres Martapura (Banjar),” tandasnya.
Seperti diketahui, video pingsut (permainan jari) berhadiah lempangan (tamparan) dan jitak (ketok dikepala) untuk pemenangnya, membuat heboh warga banua.  Pasalnya, selain diberi judul yang identik dengan dua Polres di wilayah hukum Polda Kalsel, percakapan dalam video itu juga identik dengan logat Banjar dan beberapa kata diucapan dalam bahasa Jawa. 
Diantara kata-kata bahasa Banjar yang terdengar, hape ikam (handphone kamu), ding (adik), tempeleng (tampar), jangan di talinga, sarah ikam (terserah kamu), gancangi (lebih keras) dan hantup (hajar).
Sementara salah seorang tahanan yang dipanggil dengan nama Katro, terdengar berbicara dalam bahasa Jawa, seperti ungkapan, “kue ngene, aku ngene” (kamu ini aku ini).  Beberapa kali juga terdengan ungkapan dalam bahasa Jawa dari pria yang tidak terlihat di video tersebut, sepeti “Hamtem No…” (Hajar No).
Sementara itu, kedua video tersebut mendapat reaksi beragam dari masyarakat.  Setidaknya hal ini terlihat dari komentar-komentar yang ditinggal oleh penonton video ini di situs Youtube.  Kedua video ini sendiri, sampai tadi malam terus meningkat rating penontonnya, untuk siksaan di polres martapura yang sampai tadi malam ditonton sudah ditonton 7.743 orang dan video yang sama dengan judul copet pingsut(Polres.Tabalong "tanjung" kal-sel) dilihat 916 orang.
Ada yang setuju dengan ulah para polisi tersebut, seperti komentar semboyan 3: saya sangat setuju sama tindakan ini. biar ada efek jera!. dari pada? di pukulin warga mending pukul2an sendiri.
Namun komentar itu langsung diprotes akozan1: efek jera? padahal kita punya mekanisme hukum. Video ini justru menunjukkan bahwa polisi sama saja dengan warga? yang main hakim sendiri.
Ada pula jon pantau yang mengaku mengenali orang-orang yang tampak di video tersebut: aku tahu z naran polisinya toh.. rancak z malihat ...... mun kupadahakan pasti manangis inya.., esok q sambat nama dan alamatnya.
Namun sepertinya jon pantau ini sekadar berkomentar, buktinya sampai kemarin ia tidak memberi informasi tambahan.
Karena penasaran dengan video ini, ahya 93 juga ikut berkomentar: Siapa yang tau dimana lokasi yang sebenarnya kejadian ini terjadi silakan komen jadi pelaku nya bisa di tangkap. Penjahat kecil di gituin koruptor malah di? layanan.
Meski demikian, Polda Kalsel sampai saat ini tetap berkeyakinan, bahwa video yang beredar di dunia maya tersebut tidak benar atau tidak ada terjadi di jajaran Polda Kalsel.  Seperti diberitakan kemarin, keyakinan itu didasari hasil laporan penyelidikan terhadap video yang lebih dulu diunggah, yakni copet pingsut(Polres.Tabalong "tanjung" kal-sel). 
Dimana menurut masih menurut AKBP Winarto, semua tahanan baik orang dewasa maupun anak-anak di Polres Tabalong sudah diperiksa dan difoto. Tapi tidak ada yang sama dengan video di youtube tersebut. “Jadi video tersebut tidak benar,” tegasnya.
Selain itu, semua ruang tahanan di seluruh Polres di Polda Kalsel juga sudah diperiksa, dan tidak ada yang cocok dengan ruangan yang tampak di video tersebut.  Karena itulah, saat ini Polda Kalsel berkonsentrasi untuk mengusut dan mencari pelaku pengunggah video yang beredar di youtube tersebut, untuk mengetahui motif atau maksud tujuannya. “Pasti akan kita cari pelakunya,” tandasnya. (hni/yn/bin)
Radar Banjarmasin Online

Label:

1 komentar:

Polri mengatakan...

TAPI DARI VISUAL JELAS TERDENGAR LOGAT DAN GAYA BAHASANAY DARI KALIAMNTAN SELATAN. SEMOGA BISA CEPAT TERSELESAIKAN

Posting Komentar