Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

Jumpa Pers Terkait Diamankannya Beberapa Warga Pada Kerusuhan di Kabupaten Balangan

Posted by Ikhsan Ntd at 24 Juni 2012

POLDA KALSEL, Karo Ops Polda Kalsel Kombes Pol Nandang bersama Dir Krimum Polda Kalsel Kombes Pol Mustar manurung melakukan Press Release kejadian aksi demo pendukung pasangan Starifudin-Fachrurrazi (Syafa) di depan Kantor Pemkab Balangan berujung anarkis di Rupatama Polda kalsel (22/6) jam 11.00 wita.




Nandang mengatakan, akibat kejadian tersebut 17 orang anggota polisi dari jajarna Polres Balangan termasuk Kapolres Balangan mengalami luka karena terlibat bentork dengan pendemo yang berusaha memaksa masuk ke dalam kantor bupati.

“Kapolda Kalsel secara tegas telah memerintahkan agar kasus ini ditangani secara serius dan tindak tegas orang-orang yang terlibat melakukan perbuatan anarkis,” ujar nandang, dalam jupa pers.
Nandang mengaku menyesali aksi demo yang berujung anarkis tersebut. Padahal kapolda pernah bertemu dengan warga Balangan dan telah menyampaikan pendapat bahwa setiap warga berhak menyampaikan pendapatnya selama tidak menyalahi aturan.

“sebelum terjadi aksi anarkis, kapolres Balangan mempersilahkan kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapat asal tidak menyegel kantor bupati. Tapi massa pendemo tetap bersikeras masuk hingga akhirnya terjadi bentork. Kalau masalah penyegelan adalah wewenang lembaga bukan wewenang masyarakat,” ucapnya.

Nandang membeberkan awalnya ada sekitar 5 perwakilan massa pendemo masuk dan menyegel kantor bupati. “setelah salah seorang pendemo berteriak maju maka warga yang lain ikut maju dan mencoba masuk ke dalam kantor bupati,”imbuhnya.

Ketika ditanya siapa yang lebih dulu melakukan pemukulan, ditegaskan bahwa saat ini pihak berwajib masih melakukan penyelidikan. Ia menuturkan pihaknya tidak akan main-main dalam menyelesaikan kasus ini. “Objektivitas di atas Segala-galanya,”kata Nandang.

Kalu memang ada pelanggaran yang dilakukan anggota dalam menjalankan pelanggaran yang dilakukan naggota dala menjalankna tugas, tentu akan diproses sesuai dengan aturan Anggota yang tidak menjalankan tugas secara prosedur dan professional tentu akan dikenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku.

Saat ini kondisi di Balangan sudah kondusf. Tapi untuk mencegah aksi-aksi tak terduga, pihak dari kepolisian sudah melaksanakan backup dengan melakukan system rayonisasi dengan penempatan anggota polres terdekat dan 1 kompi dalmas Polda kalsel dan brimob Polda Kalsel.

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Kalsel Kombes Pol Mustar manurung mengatakan pihaknya mengamankna 33 orang warga yang terlibat bentork dengan petugas. Tapi setelah dilakukna pemeriksaan, 2 orang warga akhirnya dipulangkan karena tidak terlibat. “Sebagian warga tyang diamankan sudha ditetapkan sebagai tersangka termasuk Syarifuddin dan Suhardi,” Ujarnya.

Warga lainnya yang diamankan masih dilakukan pemeriksaan secara intensif. Warga yang diamankan tersebut akan diakomodir untuk menentukan siapa yang ditetapkan sebagai tersangka.”kita akan terus dalami keterlibatan masing-masing pendemo,”terangnya.

Mereka yang telibat dalam aksi demo yang berujung terjadinya aksi bentork tersebut dikenakan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan, Pasal 160 KUHP tentang penghasutan di muka umum untuk melakukan tindak pidana, dna pasal 214 KUHP tentang kejahatan pada penguasa umum. “Ancaman hukumannya paling lama 12 tahun

Label:

0 komentar:

Posting Komentar