Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

RAKERNIS HUMAS POLDA KALSEL 2012

Posted by Ikhsan Ntd at 31 Mei 2012

POLDA KALSEL, 76 peserta terdiri dari kasubbag jajaran polda dan polres serta operatornya mengikuti Ra kinerja tehnis kehumasan yang di selenggarakan di Convention Hall HBI Banjarmasin di Buka oleh Karo Binmas Kombes Pol Bambang Hermanto(30/5) kemaren.

Dalam acara ini Bidang Humas Polda Kalsel bertujuan untuk meberikan gambaran kepada pimpinan tentang pelaksanaan Rakernis Humas Tahun 2012 dan Pelatihan Operator dan sosialisasi Undang-Undang No. 14 Tahun 2008, kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Satker Jajaran Polda Kalsel Tahun 2012.

Sosialisasi Kehumasan kepolisian ini di isi oleh Narasumber dari Drs. Fathurahman, Ketua PWI Provinsi Kalsel dengan pemberian materi kemitraan Media Cetak/elektronik wartawan kaitannya dengan KIP. dan dari Fahrianoor ketua program studi ilmu komunikasi fisip unlam mengisi tentang keterbukan informasi publik.





Penekanan Karo Binmas Kombes Pol Bambang Hermanto"Peserta pelatihan dapat memahami Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 serta dapat mengaplikasikannya. dan memahami ketentuan dan prsedur penyampaian Informasi kepada publik sebagaimana dalam UU No 14 Tahun 2008"

Label:

24 Calon Taruna Akpol TA 2012 Tidak Bisa melanjutkan Tahap Kesehatan Pertama

Posted by Ikhsan Ntd at 28 Mei 2012

POLDA KALSEL, Rabu (23/5), mengumumkan hasil seleksi administrasi calon taruna akademi kepolisian (Akpol). Dari 202 calon yang ikut seleksi administrasi, 24  di antaranya dinyatakan tidak lolos yang telah dilaksanakan pendaftaran dan tes administrasi awal calon taruna Akpol di Aula Bhayangkara Polda Kalsel dari tanggal 23 April sampai 21 Mei 2012. Jumlah pendaftar 202 orang terdiri dari 168 pria dan 34 wanita.









Seleksi yang diawasi ketat panitia seleksi baik internal Polda Kalsel maupun eksternal itu ternyata 24 orang dinyatakan tidak memenuhi syarat diantaranya 15 pria dan 9 wanita. Hal-hal yang tidak memenuhi syarat, yakni belum genap 17 tahun, tidak hadir, umur melebihi ketentuan, domisili belum satu tahun di Kalsel, lulusan SMK dan ijazah kotor/ganti.


Di lanjutkan dengan Pemeriksaan Kesehatan Tahap pertama yang dilaksanakan di Aula Bhayangkara Polda Kalsel pada tanggal 26 Mei sampai 5 Juni 2012  diikuti sebanyak 178 terdiri dari 153 Pria dan 25 Wanita.

Label:

Penandatanganan Fakta Integritas Menjadikan Seleksi Akpol Tanpa Suap

Posted by Ikhsan Ntd at

POLDA KALSEL, Banjarmasin-- Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan pastikan seleksi penerimaan Taruna Akpol tahun 2012 tanpa suap. Maka rekrutmen calon perwira pertama yang kelak lulus berpangkat Inspektur Dua ini bakal berlangsung ketat dengan mewujudkan seleksi anggota Polri yang bersih, transparan, akuntabel dan humanis.


Penandatanganan pakta integritas terhadap panitia pelaksana serta orang tua calon peserta Akpol di Mapolda Kalsel, Kamis (24/5) kemarin yang disaksikan oleh Wakapolda Kalsel Kombes Pol Saput MSi beserta pejabat-pejabat utama Polda Kalsel.




Proses seleksi penerimaan Taruna Akpol melibatkan internal Polda diantaranya Propam dan Irwasda. Selain itu dari lingkup eksternal juga dilibatkan dalam pengawasan yakni wartawan, LSM dan masyarakat umum. Proses seleksi administrasi berjumlah 202 dengan 168 peserta pria dan 34 peserta wanita yang mengikuti seleksi Administrasi awal. Mereka akan bersaing menjadi yang terbaik karena masih banyak tahapan seleksi yang harus dilalui.


Sebelum seleksi dimulai panitia, peserta, hingga orang tua calon perwira diwajibkan mengikuti pembacaan dan penandatanganan pakta integritas. Mereka disumpah untuk mengikuti seleksi dengan jujur dan menjauhi KKN. Dengan harapan calon perwira pertama yang kelak lulus mampu menjalankan tugas Kepolisian secara baik.

Label:

Reka Ulang Pembunuhan Amuk Warga Desa Bago Tanggul HSS

Posted by Ikhsan Ntd at 26 Mei 2012

POLDA KASEL, BANJARMASIN – Masih ingat dengan kasus amuk warga di Desa BagoTanggul, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang menewaskan
Yusri alias Amak.

    Kemarin (24/5) pagi pembunuhan sadis yang dilakukan para pelaku direka ulang oleh Ditreskrimum Polda di halaman Mapolda Kalsel.

    Pelaksanaan reka ulang yang disaksikan oleh jaksa dan LBH Unlam tersebut hanya diperagakan oleh delapan pelaku, yakni  Apau alias Amang Apau, Gajali alias Jali, Ibransah alias Abuk, Jainur alias Safar, Yusran alias Iyus, Basit, Halidi alias Guru Halidi, Muhlis alias Ulis.
    Sementara 6 orang lainnya yang masih buron digantikan oleh penyidik. Dalam reka ulang diperlihatkan bagaimana para pelaku telah merencanakan pembunuhan terhadap Amak.
    Seperti terlihat pada salah satu adegan, saat korban Yusri alias Amak tengah duduk santai di warung, datang tiga orang pelaku Basit, Ibransah dan Rusli. Masing-masing menenteng sebilah parang sambil mendekati korban.

    Basit yang berada paling depan langsung melayangkan parang tersebut ke tubuh korban, tapi ternyata tak mempan. Amak spontan langsung meloncat dan lari menyelamatkan diri.

    Korban yang saat itu bersembunyi di bawah kolong salah satu rumah warga, langung diserang dengan tombak oleh beberapa warga. Serangan yang datang bertubi-tubi membuat korban tak dapat menahan.

    Hingga salah satu pelaku berhasil menyarangkan mata tombaknya ke kaki kiri dan memotong kaki korban.Setelah korban terkapar, para pelaku menggotong keluar dan merebahkannya di tanah.

     Pada adegan ini diperlihatkan salah satu pelaku yang s masih buron memotong kemaluan korban dengan sampai putus. Menariknya, dari keseluruhan adegan yang diperagakan, usai menghabisi Amak seluruh pelaku berkumpul di rumah Rusli untuk mengadakan selamatan atas keberhasilan itu.
   
Kasubdit III  Krimum AKBP Frans Tanau mengatakan, reka ulang sebanyak 14 adegan sudah sesuai dengan keterangan yang diberikan oleh pelaku.  “Isi dari setiap adegan itu ada beberapa adegan lagi. Jadi jumlah adegan yang dilakukan sebanyak 43 adegan,” ucap Frans.

    Ditambahkannya, dalam reka ulang dilihat mana diantara para pelaku yang lebih berperan dalam pembunuhan itu. “Empat orang yang lebih dominan, yaitu Abuk, Jali , Amang Apau dan Halidi,” tandasnya. Dengan begitu, lanjutnya, penyidik dapat menentukan pasal yang akan dikenakan bagi masing-masing pelaku. “Setiap pelaku dijerat pasal yang beda,” pungkasnya. (gmp)

Label:

Yayasan Kemala Bhayangkari memberikan Bantuan Santunan Pendidikan

Posted by BIDANG HUMAS POLDA KALSEL at 23 Mei 2012

POLDA KALSEL, - Beberapa siswi dari taman kanak-kanak hingga sekolah lanjutan atas mendapat santunan dari Yayasan Kemala Bhayangkari yang dilaksanakan di Aula Polda Kalsel pada hari Senin tanggal 21 Mei 2012.

 Kegiatan yang bertepatan dengan Dirgahayu Yayasan Kemala Bhayangkari ke-32 ini berlangsung sederhana. Kombes Pol. MULYANI SYAFRUDDIN selaku Ketua Bhayangkari Kalsel dalam sambutanya mengatakan yayasan Kemala Bhayangkari ini didirikan pada tahun 1980. Adapun tujuan didirikannya Yayasan Kemala Bhayangkari yakni untuk mengelola keluarga besar Polri meningkatkan kesejahteraan serta kecerdasan keluarga Polri dan bisa melakukan kerjasama atau lebih bersosialisasi dengan masyarakat. Selain itu Yayasan Kemala Bhayangkari juga melakukan sosialisasi yang bukan saja dikalangan keluarga besar Polri, tetapi juga di masyarakat umum. Karena erat kaitannya dengan tugas dan pekerjaan yang dilakukan anggota Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. jadi Yayasan Kemala Bhayangkari juga ikut bermitra dengan masyarakat. Hal serupa juga dikatakan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalsel Brigjen Pol Drs. SYAFRUDDIN bahwa tujuan didirikan Yayasan Kemala Bhayangkari untuk mensejahterakan keluarga Polri dan masyarakat umumnya. 


Label:

Baterai BTS Telkomsel Dijual Kiloan

Posted by Ikhsan Ntd at 21 Mei 2012



BANJARMASIN – Setelah melakukan penyelidikan berdasarkan laporan Telkomsel, anggota Satuan Jatanras Ditreskrimum Polda Kalsel berhasil mengungkap sekaligus menangkap komplotan spesialis pencuri baterai BTS (Base Transceiver Station) milik perusahaan BUMN tersebut.

Ada 4 orang pelaku pencurian yang berhasil diamankan. Mereka adalah Samsudin alias Udin (24), Nanang Darmawan alias Iwan (31), Syaifullah alias Fullah (28), dan Asriadi alias Adi (30). Semua pelaku adalah warga Desa Plajau, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).

Terungkapnya kasus pencurian ini berawal dari tertangkapnya seorang penadah barang curian (pengumpul besi bekas) bernama H Salim, warga Banjarmasin.

Dari keterangan H Salim, ia memperoleh baterai BTS tersebut dari seorang pengumpul besi bekas di kawasan Tanbu. Setelah dilakukan pengembangan, petugas akhirnya mengantongi identitas keempat kawanan pencuri baterai BTS yang sering beraksi di Tanah Laut (Tala), Tanbu, dan Kotabaru.

Dalam waktu singkat, keempat pelaku ini kemudian diciduk di tempatnya masing-masing tanpa perlawanan. Dari keterangan para pelaku akhirnya terbongkar bahwa 30 unit baterai bts dengan berat sekitar 50 kilogram yang ditemukan di tempat rumah H Salim merupakan barang hasil curian yang dilakukan oleh mereka.

“Kami beraksi secara bergantian. Setiap beraksi kami mengambil sekitar 25 unit baterai BTS dalam satu tempat,” ujar Asriadi. Diakuinya, ia sudah 14 kali melakukan aksi pencurian baterai BTS bersama dengan rekan-rekannya.

Pencurian tersebut dilakukan di Tala, Tanbu, dan Kotabaru. “Baterai itu dibawa dengan menggunakan mobil, setelah itu dijual kepada pengumpul besi bekas dengan harga Rp7 ribu per kilogram. Kemudian uangnya kami bagi rata,” katanya.

Asriadi menceritakan, pencurian yang dilakukannya dengan cara membuka lemari penyimpanan baterai BTS menggunakan linggis. “Tempat yang kami masuki kebanyakan tidak ada penjaganya, sehingga kami dengan mudah mengambil baterai bts tanpa sepengetahuan orang,” ucapnya.

Direktur Reskrimum Polda Kalsel Kombes Pol Mustar Manurung membenarkan pihaknya telah mengamankan para pelaku komplotan pencuri baterai bts. “Saat ini pelaku masih dalam penyidikan dan pengembangan,” ujarnya.(hni)

Label:

Simpan Shabu untuk Istri Melahirkan

Posted by Ikhsan Ntd at

POLDA KALSEL, Banjarmasin - Kamis (10/5) yang lalu Rianto (23) justru harus terpisah dengan sang istri. Pasalnya, ia ditangkap petugas Subdit II Dit Resnarkoba Polda Kalsel.

Ia ditangkap di kediamananya di Jalan Prona I gang Mandiri Jaya I RT 12 RW 01 Banjarmasin Selatan lantaran menyimpan 5 paketan shabu-shabu. Ditengarai, Rianto menjadi kaki tangan bandar untuk dititipi barang haram tersebut.

Ia ditangkap setelah sebelumnya petugas mendapatkan informasi dari masyarakat yang menyebutkan Rianto sering menyimpan shabu-shabu. Setelah dikembangkan, petugas melakukan penggeledahan.

Benar saja, di dalam kain sutra yang diletakan di atas lemari rumahnya tersimpan 5 paketan shabu-shabu. Tanpa membuang waktu, petugas memboyong Rianto ke Mapolda Kalsel.

Kepada penyidik Rianto mengaku ia hanya dititipi barang tersebut oleh Andy. Dari titipan itu, katanya, ia mendapatkan upah antara Rp50 sampai Rp100 Ribu.

Dikatakan Rianto, Andy sudah melarikan diri ke daerah Sulawesi. Ia mengaku nekad melakukan pekerjaan itu lantaran kepepet perlu uang untuk persiapan istri melahirkan yang sdah hamil memasuki bulan ke tujuh.

Kabid Humas Polda Kalsel, AKBP Winarto membenarkan jajarannya mengamankan Rianto bersama barang ukti 5 paketan shabu-sbhu seberat 1,77 gram. Petugas terus melakukan pengembangan dengan mengejar pemilik barang Andy.

Label:

OLAH RAGA BERSAMA TNI, POLRI DAN SIPIL

Posted by Ikhsan Ntd at 15 Mei 2012

POLDA KALSEL, Banjarbaru-Ratusan anggota TNI dan Polri berkumpul di Lapangan Satuan Brimob Polda Kalsel Banjarbaru, Jumat (11/5) pagi. Merek begitu bersemangat mengikuti olahraga bersama.

Kebersamaan berolahraga TNI, Polri dan Sipil dengan bersenam airobik bersama diikuti 930 personel dari Polres Banjarbaru, Polres Banjar, Satbrimob Polda Kalsel, SPN Banjarbaru, Denzipur, Yonif623, Lanud Syamsuddin Noor, Lanal Banjarmasin dan Satpol PP Pemko Banjarbaru.

Kapolda Kalsel, Brigjen Pol Syafruddin, mengatakan dalam kesempatan tersebut jajaran aparat TNI, Polri dan pemerintah di kalsel bisa saling berkomunikasi menjalin kebersamaan.






Banyak Kegiatan Olahraga bersama diantaranya Tarik tambang, futsal, Voli, tenis meja, Bulu Tangkis dan Menembak. kegiatan tersebut bertujuan untuk memupuk rasa kebersamaan antara TNI, Polri dan Pemerintah Daerah dan juga sebagai bentuk refreshing bagi anggota yang melaksanakan tugas berat.






Label:

Provos Rantai Kendaraan Melanggar Larangan Parkir

Posted by Ikhsan Ntd at 08 Mei 2012

POLDA KALSEL, Gara-bara parkir sembarangan di Mapolda Kalsel tepatnya di depan gedung Dit Intelkam, empat kendaraan anggota polisi dipasangi ratnai pada bagian ban sehingga tak bisa dipindah, senin (7/5) pagi.

Namun hukuman itu tidak berlangsung lama. Setelah menjelang sore, rantai yang melilit di bagian ban kembali dilepaskan.

Sepeda motor itu dirantai karena dianggap melanggar larangan parkir di wilayah tersebut seharusnya diperuntukan bagi kendaraan roda empat.

"Motor itu tadi dirantai anggota Provos setempat diduga karena tidak mengindahkan larangan parkir di wilayah itu," ujar salah satu petugas yang berada disana.

Pjs Kabid Humas dan Kabid Propam Polda Kalsel AKBP Winarto membenarkan larangan parkir di wilayah tersebut.

Sejak beberapa hari terakhir, Polda Kalsel membuat aturan baru melarang kendaraan roda dua perkir di depan gedung Dit Intelkam.

Lahan parkir khusus motor tersebut kini dipindah ke halaman tengah Mapolda Kalsel. Sementara eks lahan parkir motor itu diganti khusus parkir mobil.

Banjarmasin Post, 9 Mei 2012 hal 2 kolom 1

Label:

Pertemuan Kapolda Dengan Manager Pertamina Musyawarah BBM Di Kalsel

Posted by Ikhsan Ntd at 07 Mei 2012

POLDA KALSEL, Siang (4/5) ruangan kapolda kalsel telah diadakan pertemuan dengan Manager pertamina membahas ijin tentang pengencer BBM yang tidak boleh di ijinkan oleh Sk gubernur dan kapolda kalsel akan diberikan kelonggaran yang mana Kabupaten yg cumin mempunyai 1 SPBU diperbolehkan mengecer BBM. Hal tersebut dikarenakan kuota untuk BBM Kalimantan sedikit. Jadi kata kapolda anggota yg ditugaskan di SPBU harus benar – benar mengawasi SPBU tersebut.

01 Juni 2012 kemaren Menteri BUMN akan datang ke Kalsel untuk meninjau langsung ke tempat – tempat SPBU yang ada di kota Kalimantan selatan dan bertujuan untuk sosialisasi tentang Smart Card dimana setiap pengisi BBM harus membawa dan menunjukkan kartu tersebut kepada petugas SPBU dan 1 hari hanya dapat jatah 400 Ribu untuk mobil. Akan tetapi penguntukannya sementara ini hanya untuk organda saja terlebih dahulu selanjtnya baru kendaraan pribadi. Kartu tersebut akan dibagikan oleh Dit Lantas Polda kalsel untuk mencegah kecurangan yg akan terjadi. 

Selain itu juga dibicarakan rencana pemakaian kartu pintar (smart card) sebagai cara untuk membeli bahan bakar. Kalsel direncanakan menjadi proyek percontohan program ini. Hadir pula dalam pertemuan Ketua DPRD Kalsel Nasib Alamsyah dan Kepala Polda Kalsel Brigadir Jenderal (Pol) Syafruddin, General Manager Pertamina Kalsel dan Kalteng, serta perwakilan PLN Kalsel dan Kalteng.

Label:

Briptu RE Dihukum Pidana dan Disiplin

Posted by Ikhsan Ntd at

Suami istri Milawati (ML) dan Briptu Erwan Rijani (ER), pembobol Kantor Pos Besar Banjarmasin selama ini hidup dalam kemewahan. Itu dibuktikan dengan disitanya tiga buah rumah dan empat buah mobil yang diduga hasil kejahatan.

Kasus dugaan pembobolan Kantor Pos Besar  Banjarmasin yang juga melibatkan oknum Polres Batola Briptu RE diserahkan sepenuhnya ke Krimsus Polda Kalsel. Dirkrimsus Kombes Iriyanto melalui PS Kasat IV Tipiter AKBP Rizal mengatakan aset berharga milik keduanya itu baru disita, Kamis (3/2) kemarin.

"Ada rumah di Batola, Banjarmasin dan Banjarbaru yang kita sita sementara mobil ada jenis Avanza, grand Livina, Pick Up dan Avanza hitam," kata Rijal pagi tadi.

Selain itu ada dua buah motor Kawasaki Ninja dan Yamaha Mio serta sejumlah perhiasan dan uang tunai Rp 150 juta.

PS Kasat IV AKBP Rizal pun mengiyakan pihaknya telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat pembobolan dengan modus wesel kirim uang. 



Walaupun bukan pelaku utamanya, Briptu RE, Oknum polisi yang bertugas di jajaran Polres Batola dan menjadi tersangka penggelapan uang Kantor Pos Banjaramsin sebesar Rp 4,6 miliar, terancam sanksi disiplin.

Sebelum menjalani sanksi disiplin dari Ankum (atasan yang menghukum), ia harus menjalani dulu proses pidana umum. Sebab, Briptu RE terbukti melanggar pasal 55 KUHP karena turut serta dalam melakukan aksi kejahatan.

Direktur Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol Iriyanto mengatakan, oknum anggota tersebut sudah ditahan dan saat ini masih dalam tahap penyidikan. "Oknum anggota ini turut serta karena ikut mengambilkan uang wesel yang difiktifkan oleh Milawati, istri oknum tersebut,"ujjarnya.

Ditegaskannya, selain menjalani proses hukum pidanan umum, oknum anggota ini juga bakal mendapat saksi disiplin. "pokoknya prosesnya tetap lanjut," terang Iriyanto. Ditanya apakah ada keterlibatan pelaku lain dalam penggelapan uang Kantor Pos Banjarmasin, Iriyanto menegaskan pihaknya masih melakukan pengembangan dan penyelidikan."Kalal ada pelaku lain yang terlibat tentu akan kita proses," ucapnya




Label: