Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

Solusinya, Kuota BBM Ditambah

Posted by Ikhsan Ntd at 28 Februari 2012

BANJARMASIN – Hingga saat ini kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) masih saja terjadi di Kalimantan Selatan. Buktinya, antrean panjang kendaraan bermotor,  khususnya roda empat dan roda enam masih terlihat di depan SPBU-SPBU yang menjual BBM bersubsidi. Hal ini tentu saja menjadi pertanyaan bagi masyarakat, kenapa kelangkaan BBM ini tak pernah teratasi. 
Kalau permasalahan ini terus dibiarkan tanpa ada solusi untuk menyelesaikan permasalahan kelangkaan tersebut, maka tidak akan menutup kemungkinan permasalahan ini bisa menimbulkan keresahan yang akhirnya berdampak pada terganggunya keamanan dan ketertiban masyarakat.
Secara khusus, Kapolda Kalsel Brigjen Pol Syafruddin bersama dengan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi  (Hiswana Migas) Kalimantan Selatan, mencoba memberikan solusi dan saran kepada pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahan kelangkaan BBM.
Dalam pertemuan disampaikan bahwa kelangkaan BBM ini terjadi sejak 8 tahun silam hingga sekarang. Permasalahan yang bertahun-tahun tidak pernah selesai ini terjadi lantaran jumlah kuota pendistribusian BBM di Kalsel tidak sesuai dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kalsel sehingga menimbulkan kelangkaan BBM.
Dengan terjadinya kelangkaan ini juga memicu terjadi pelangsiran dan penimbunan BBM yang dilakukan oknum atau kelompok untuk mencari keuntungan pribadi.
“Kelangkaan ini juga memicu terjadinya antrean panjang kendaraan bermotor sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas,” kata Kapolda Kalsel Brigjen Pol Syafruddin, usai mengadakan pertemuan dengan Hiswana Migas, di ruang kerjanya, kemarin (28/2) pagi.
Diungkapkan, kelangkaan ini akan teratasi apabila pihak Pertamina mau melakukan penambahan kuota BBM untuk Kalsel sekitar 10 persen dari 5 persen yang merupakan jatah BBM tahun 2011. 
“Jadi perlu ada penambahan kuota BBM untuk Kalsel agar permasalahan tersebut dapat teratasi,” tegas Syafruddin.
Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi  (Hiswana Migas) Kalimantan Selatan, Addy Chairuddin Hanafiah menjelaskan,  tahun 2011  kuota premium untuk Kalsel sekitar 461 ribu ton dan solar sekitar 253 ribu ton. Dari usulan pemerintah daerah, seharusnya  kuota ditambah menjadi 580 ribu ton untuk premium dan 320 ribu ton  untuk solar.
“Jadi ada penambahan beberapa persen dari jumlah kouta yang sudah ada,” harapnya. (hni)

Link Radar Banjarmasin Online

Label:

0 komentar:

Posting Komentar