Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

Kapolda Kalsel: Isu Sara Tanbu Tak Benar

Posted by Ikhsan Ntd at 31 Januari 2012

POLDA KALSEL, (31/1) Kapolda kalsel Brgjen Pol Drs. Syafruddin, memastika isu kerusuhan antar etnis di Batulicin, Kabupaten Tanbu itu tidak benar. Pernyataan kapolda itu disampaikan kepada wartawan.
Penyebarnya informasi melalui pesan singkat (sms) yang berisikan bakal terjadi unjuk rasa yang akan menimbulkan kerusuhan antar etnis di Batulicin itu adalah sengaja dilakukan oleh seseorang atau pun individu yang maksud dan tujuannya tidak jelas.

Isu itu sengaja didesain dan disebarkan di wilayah Kalimantan Selatan, sedangkan pelakunya atau asal mula pelakunya bukanlah orang Kalimantan melainkan dari Jakarta, karena berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian selama ini menyatakan kalau masyarakat Kalsel itu tidak ada yang anarkis.

Terkait masalah konflik agrarian yang terjadi di daerah Batulicin, ia tidak membantah, karena baik masyarakat maupun perusahaan sama-sama ingin meminta kepastian dan keadilan jadi kalau masyarakat menuntut haknya itu wajar saja.

Dari penyelidikan yang dilakukan kepolisian, tidak ada satu orang pun yang diduga melakukan atau menjadi provokator dalam kejadian unjuk rasa yang dilakukan masyarakat Batulicin mengenai lahan di perusahaan PT TIA.

Dalam hal ini pihak kepolisian sudah melakukan upaya dengan cara mengumpulkan masyarakat dengan pihak perusahaan dan kemudian bersama elemen-elemen tokoh masyarakat dan pihak-pihak terkait bersatu membahas masalah tersebut.

Masalah ini sebenarnya masalah besar, namun jika semua masyarakat dan elemen-elemen bersatu mau menyelesaikan masalah tidak aka nada terjadi kericuhan.

Dikatakannya, daerah Batulicin kondusif dan tidak akan terjadi konflik apalagi sampai perang antar etnis itu tidak benar, kalau pun ada unjukrasa yang dilakukan masyarakat itu wajar saja karena merek merasa dirugikan. Kemudian meminta dan menuntut hak mereka serta meminta keadilan.

Label:

0 komentar:

Posting Komentar