Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

POLDA KALIMANTAN SELATAN


POLDA KALIMANTAN SELATAN

Video

Kapolda Kalsel

KUNJUNGAN IBU WAKAPOLDA KE LAPAS TELUK DALAM

Posted by Ikhsan Ntd at Tuesday, September 20, 2011


BANJARMASIN, (20/9) Rangkaian kegiatan HUT Polwan ke 63 kali ini kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Teluk dalam banjarmasin,  Ibu Marhaeni Msi selaku anggota Polwan dan sebagai Ibu Wakapolda. Tujuan dari kunjungan ini adalah memberikan semangat, motivasi, sharing dan saling berbagi ke sesama.


Kapasitas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Teluk Dalam, Banjarmasin seharusnya 336 orang. Namun, penghuninya sebanyak 1.315 orang atau kelebihan. suka duka dalam pelayanan belum oktimal, berbagai keterbatasan pengamanan relatif terkendali dalam pengamanan satu regu jaga 11 orang personil. gangguan dari dalam masih terkendali dan gangguan dari luar adanya usaha-usaha penyelundupan barang-barang haram seperti narkoba dan dapat langsung di antisipasi dan diserahkan ke kepolisian dan alhamdullilah anggota Lapas sudah mendapatkan tunjangan kinerja ini menjadikan motivasi. ucapan trima kasih pada anggota kepolisian yang beerkunjung ke LP teluk dalam banjarmasin tutur Ka Lapas Bapak Sugino.

acara dilanjukan rombongan anggota polwan melihat keadaan tempat tinggal para binaan lapas.

Semoga dengan kunjungan anggota polwan kali  ini dapat bermanfaat untuk semua  sehingga memberikan pengalaman dan semangat baru untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain agar masa depan mereka dapat terwujud sesuai dengan cita-cita mereka

Label:

POLDA KALSEL GELAR PENGOBATAN MASSAL DI ALALAK

Posted by Ikhsan Ntd at Sunday, September 18, 2011



POLDA KALSEL, Banjaramsin Dalam rangka menyambut Hari Kegiatan Gerak Bhayangkara (HKGB) ke 59 tahun 2011 dan Hari polisi Wanita (Polwan) ke 63, melaksanakan bhakti sosial salah satunya adalah pengobatan massal secara gratis di Jalan Alalak Selatan, Sabtu (17/9/2011) pagi, hingga tengah hari.




Warga tidak menyia-nyiakan diri kesempatan yang dilaksanakan setahun sekali itu. Nasrullah, Ketua RT2, Alalak Selatan mengemukakan, selama ini dia maupun warganya takut kepada polisi. Namun dengan adanya bakti sosial pengobatan seperti ini, pihaknya tak takut lagi kepada polisi.

Dia beserta warganya sangat gembira atas dilaksanakannya pengobatan masal dan gratis seperti ini.

"Dengan adanya kegiatan sosial seperti ini, ternyata polisi itu benar-benar pengayom dan pelindung masyarakat,"ucapnya.

AKBP Sri Mulyani Syafrudin, istri Kapolda Kalsel, yang juga sebagai pembina dan ibu asuh Polwan, yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, pengobatan masal ini dilaksanakan dalam rangka hari kesatuan gerak bhayangkari atau HKGB ke 59 barengan dengan hari jadi Polwan ke 63 yang dilaksanakan Dit Polair beserta jaajran Polda Kalsel.


 

Sementara kegiatan yang dilaksanakan dipelabuhan untuk menyambut HUT Polwan mengambil tema dengan semangat kemitraan, Polwan siap memantapkan revitalisasi Polri guna mewujudkan pelayanan prima.

Label:

PERESMIAN RUMAH MAGNET

Posted by Ikhsan Ntd at



BINCAU, (15/9)Pembangunan rumah magnet bagi mantan pecandu pulih (recovering addict) dan HIV AIDS di desa bincau martapura akhirnya resmi dilakukan. Peresmian pembangaunan rumah penanganan mantan pecandu narkotika dan HIV AIDS pascarehabilitasi ini dilakukan Keua Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Banjar DR H Fauzan Saleh disaksikan Direktur terapi dan rehabilitasi BNN Pusat Kompol Drg Agus, Dir Binmas Polda Kalsel Kombes Bambang Hermanto, Ketua BNK Provinsi Kalsel, AKBP Marhaini, sejumlah Ormas Islam dan Komunitas Remaja di Kalsel.
"Arahan dir Binmas Polda kalsel perlu adaya dibentuk suatu wadah untuk menampung bakat dan hobi bagi mantan pecandu narkoba setelah selesai rehab," ujarnya.

 

Penanggulangan ini harus dilakukan bukan saja oleh pemerintah tetapi juga oleh non pmerintah secara simultan, sinkron, koordinatif, kontinyu dengan perangkat hukm memadai. Semua pihak tentunya harus saling mendukung, demi keselamatan generasi muda penerus dan pewaris bangsa.

 

Upaya penanggulangan yang bersifat preventif bias dilakukan melalui pendidikan agama sejak dini, pembinaan kehidupan rumah tangga yang harmoinis dengan penuh perhatian dan kasih saying, menjalin komunikasi positif antara orang tua dan anak dan keteladanan orang tua. Anak-anak harus diberika pengetahuan sedini mungkin tentang apa itu narkoba jenis dan dampak negatifnya.

Label:

POLWAN POLDA KALSEL DAN POLRESTA BANJARMASIN TANAM POHON

Posted by Ikhsan Ntd at



Dalam Rangka Hut Polwan ke 63, jajaran Satuan Polwan Polda Kalsel dan Polresta Banjarmasin, melakukan penanaman pohon di sepanjang jalan veteran, Jumat (16/9) pagi.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan hut polwan, selain itu juga sebagai bentuk partisipasi Polri ikut serta lakukan penghijauan dengan menanam pohon. Penanaman pohon di sepanjang jalan veteran anggota polwan dibantu oleh ibu-ibu dari kecamatan Banjarmasin tengah.

Label:

RAKER FUNGSI PERENCANAAN UMUM DAN ANGGARAN POLDA KALSEL DAN JAJARAN

Posted by Ikhsan Ntd at Wednesday, September 14, 2011




POLDA KALSEL, (14/9) di Aula bhayangkara Polda kalsel yang dibuka oleh Kapolda Kalsel Brigjen Pol Syafruddin MSi yang di hadiri oleh para pejabat utama polda kalsel para kasatwil jajaran polda kalsel, dan peserta raker fungsi perencanaan umum dan anggaran.

 

Dalam sambutan Kapolda pada acara pembukaan rapat kerja fungsi perencanaan umum dan anggaran Polda Kalsel dan jajaran hari rabu (14/9) mengucapkan selamat dating kepada seluruh peserta rapat kerja di polda kalsel, semoga apa yang dihasilkan dari rapat kerja yang dilaksanakan 2 hari sampai hari kamis 15 september dapat berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat.

 

Perlu disadari bahwa perhatian pemerintah kepada pengembangan organisasi polri sekarang ini cukup besar dengan dukungan anggaran yang memadai yang bersumber dari APBN, walaupun belum sepenuhnya tercukupi mengingat kemampuan keuangan Negara yang masih terbatas. Dengan adanya dukungan anggaran yang bersumber dari APBN tersebut, maka polri harus menindak lanjuti dengan pelaksanaan kegiatan yang nyata serta mampu mempertanggung jawabkannnya baik secara administrasi maupun operasional. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan selalu diawali dari suatu perencanaan dimana perencanaan adalah salah satu unsur yang sangat penting dalam proses manajemen disamping unsur lainnya.

 

Disamping itu juga selain materi yang terkait dengan perencanaan dan anggaran, dalam rapat kerja ini juga akan disampaikan materi terkait dengan penyusunan pertanggungjawaban keuangan, proses penyusunan DIPA dan revisi anggaran serta proses pengajuan anggaran ke KPPN yang akan disampaikan oleh Kanwil Direktora Jenderal perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan, KPPN Banjarmasin, BAPPEDA Provinsi Kalsel dan kabid keuangan Polda Kalsel dimana Hal ini dimaksudkan adalah dalam rangka menambah pengetahuan dan wawasan dari pejabat pengemban fungsi perencanaan yang ada di masing-masing satuan kerja dan sub satuan kerja untuk lebih memahami dengan menguasai hal-hal yang terkait dengan perencanaan dan anggran sehingga nantinya diharapkan mampu mengaktualisasikannya dalam setiap penysunan dokumen perencanaan dan anggaran di masing-masing satuan kerja dan sub satuan kerja.

Label:

KAPOLDA KALSEL TERIMA KUNJUNGAN POSIS SESKO TNI DIK REG XXXVIII

Posted by Ikhsan Ntd at

 POLDA KALSEL, Bertempat di aula rupatama (13/9) Kapolda Kalsel beserta para pejabat polda kalsel menerima kunjungan posis sesko TNI menerima kunjungan posis sesko TNI Dik Reg XXXVIII yang di pimpim oleh marsekal pertama Hartono WS.

 

Pada kesempatan tersebut Kapolda Kalsel Brigjen Pol Drs. Syafruddin MSi, menyampaikan perihal dan beberapa informasi berkaitan dengan kamtibmas di wilayah hukum polda kalsel di samping itu juga di sampaikan paparan laporan kesatuan polda kalsel yang disampaikan oleh Karo Ops Polda kalsel di hadapan para posis seko TNI Di Reg XXXVIII pertemuan dilanjutkan dengan dialog dan Tanya jawab.

 

Label:

MEMPERINGATI HARI HAORNAS XXVIII DI POLDA KALSEL

Posted by Ikhsan Ntd at Thursday, September 8, 2011



POLDA KALSEL, Jumat (9/9) pagi, Lapangan Mapolda Kalsel dilaksanakan upacara bendera yang mana untuk memperingati Hari Olahrga Nasional yang dilaksanakan setiap tanggal 9 September. Pada Upacara kali ini sekaligus Polda kalsel memperingati hari polisi wanita dengan pemimpin, komandan pasukan dan pengibar pelaksanaa dari Polisi wanita.

 

Sambutan Menteri Negara Pemuda dan olahraga Republik Indonesia pada Upacara Bendera peringatan hari olahraga nasional XXVIII tahun 2011 yang dibacakaan Wakapolda Kalsel Kombes Pol Saput MSi.
untuk bisa mengharumkan nama bangsa dan Negara, pembinaan prestasi olahraga harus dikembangkan secara sistematis mulai dari usia dini, massal, berjenjang,  sampai pada tingkat elit, untuk semua cabang olahraga. Tim nasional semua cabang olahraga merupakan puncak dari proses pembinaan olahraga yang berkelanjutan. Program Indonesia Emas (PRIMA) adalah tempat pembinaan atlet-atlet nasional  yang kita persiapkan untuk berprestasi pada tingkat internasional.

Atlet tidak datang dari langit. Atlet datang dari proses pembinaan yang berjenjang melalui olahraga rekreasi, olahraga pendidikan di sekolah-sekolah, dan pembinaan yang intensif melalui klub-klub, serta pemusatan latihan pada tingkat regional dan nasional di setiap cabang olahraga. Bakat alam harus diasah dengan metode latihan yang efektif,  melibatkan sport science secara menyeluruh, serta melakukan kompetisi yang berkesinambungan di semua tingkatan.

Bibit-bibit unggul usia dini membutuhkan tempat persemaian yang subur,  yaitu dukungan dari orang tua, sekolah, termasuk pesantren, klub-klub olahraga, masyarakat, termasuk BUMN dan dunia swasta, serta tentu saja dari pemerintah. Kita membutuhkan budaya mendukung olahraga pada semua tingkatan masyarakat mulai dari desa dan kota, Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga nasional. Kita membutuhkan lebih banyak lagi fasilitas olahraga dan ruang-ruang terbuka publik untuk bermain dan berolahraga.

Kita perlu mewujudkan olahraga sebagai gaya hidup manusia modern. Karena dengan olahraga hidup menjadi sehat, gembira, dan kerja jadi lebih produktif. Dari anak-anak yang sehat dan gembira serta manusia Indonesia produktif maka kita akan mendapatkan jutaan bibit-bibit unggul olahragawan yang nantinya akan menjadi tulang punggung tim nasional Indonesia untuk berbagai cabang olahraga. Lagi pula bangsa yang kuat dan maju bersumber dari bangsa yang sehat, gembira dan produktif.

Karena itu, kepada para orang tua, ajaklah dan dukunglah anak-anak kita untuk berolahraga.  Kepada para guru, jadikan olahraga sebagai bagian dari pembinaan karakter siswa. Pastikan ada guru olahraga yang kompeten di setiap sekolah dan madrasah. Jadikan kompetisi antar sekolah sebagai sarana pengembangan bibit olahragawan usia dini dan remaja.

Di lingkungan kantor-kantor pemerintah dan swasta,  mari terus gelorakan Jam Krida Olahraga pada hari Jum'at  yang telah dicanangkan sejak lama. Bagi Gubernur, Bupati dan Walikota, jadikan olahraga sebagai wahana untuk mengharumkan nama daerah masing-masing.

Tema peringatan Haornas 2011 kali ini adalah "Satu Indonesia, Bangkit dan Maju".  Dengan tema ini, kita ingin olahraga semakin maju dan tidak ketinggalan oleh kemajuan bangsa pada bidang-bidang lain seperti ekonomi, demokrasi dan teknologi. Untuk itu,  kita perlu memastikan masa depan dan kesejahteraan atlet kita, sehingga para orang tua bersedia mendukung anaknya menjadi olahragawan dan para calon mertua tidak ada yang menolak calon menantu olahragawan.

Olahraga dan sekolah tidak harus bertentangan. Atlet harus terus bersekolah untuk menjamin masa depan yang baik. Sekolah-sekolah khusus olahragawan perlu kita bangun di setiap Provinsi. Beasiswa harus disediakan bagi para atlet kita. Dalam rangka Haornas ini Kemenpora tahun ini melipat gandakan jumlah beasiswa kepada atlet-atlet kita yang ada di SD, SMP, SMA, termasuk madrasah, serta perguruan tinggi, termasuk S-2 dan S-3.

Sekarang, para atlet dapat berkarir sebagai PNS, pegawai BUMN, serta dengan terbentuknya Komite Olahraga Militer Indonesia (KOMI), para atlet juga bisa berkarir sebagai anggota TNI. Serta juga anggota POLRI.
 
Kita berharap tidak perlu lagi ada cerita atlet yang terlantar pada masa tuanya. Setiap tahun Pemerintah memberikan penghargaan berupa rumah dan tunjangan hari tua. Tahun ini ada 75 rumah yang dibagikan kepada mantan atlet berprestasi yang belum mempunyai rumah seharga masing-masing 125 juta. Ada 65 tunjangan hari tua kepada mantan atlet berprestasi sebesar masing-masing 30 juta.

Mulai pada Haornas tahun ini pemerintah memberikan penghargaan khusus berupa lencana emas kepada mantan olahragawan yang berprestasi di bidang olahraga sekaligus sukses dalam berbagai karir kehidupan. Penghargaan ini penting untuk memberi inspirasi bagi para atlet bahwa sukses sebagai atlet dapat dijadikan modal untuk sukses dalam karir kehidupan selanjutnya.   

Pada Haornas ini pemerintah juga memberikan penghargaan khusus atas jasa-jasa mereka kepada para Atlet, Guru Penjasor, Pelatih, Wasit, Pembina dan Penggerak, Keluarga Berprestasi Olahraga, Tokoh Olahraga, Masseur, Dokter Olahraga, Pakar Olahraga, Wartawan Olahraga, serta Organisasi/ Badan/Lembaga Olahraga.

Di depan kita ada Sea Games dan Asean Para Games 2011. Sebagai tuan rumah,  kita semua beserta para atlet indonesia bertekad untuk menjadi yang terbaik dengan menjadi juara umum. Mereka semua sedang melakukan berbagai persiapan untuk meraih prestasi tertinggi. Mari kita dukung mereka untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan Negara.

Setelah itu, tahun depan kita menghadapi Olimpiade ke-30 di London, sembari menyelenggarakan PON 2012. Pada tahun 2013 kita akan menjadi tuan rumah Islamic Solidarity Games sekaligus berpartisipasi pada Sea Games ke-27 di Myanmar. Selanjutnya ada Asian Games pada tahun 2014 di Korea Selatan. Kita juga terus berpartisipasi dalam berbagai ajang olahraga internasional lainnya seperti Asian Beach Games, Asian Indoor Games, Universiade, Youth Olympics, serta juga Special Olympics.  Oleh karena itu, pembinaan olahraga harus dilaksanakan secara berkelanjutan, berjenjang, dan berlapis. Hanya dengan itu, semangat PON pertama di Solo dapat terus mewujudkan olahraga sebagai wahana perjuangan untuk mengharumkan nama bangsa dan Negara.

Label:

KULIAH SINGKAT IBU WAKAPOLDA KALSEL KEPADA MAHASISWA BARU STIE KAYU TANGI BANJARMASIN

Posted by Ikhsan Ntd at



BANJARMASIN, Kamis (8/9) Pengenalan mahasiswa baru melalui kegiatan Pembinaan Masyarakat oleh anggota Polri ini memberikan pembekalan yang bersifat akademis dan ceramah pendidikan karakter, yang dilaksanaakan di Aula Stie. Sebagai Narasumber Ibu Wakapolda Kalsel yang juga sebagai BNP Kalsel yaitu Ibu Marhaeni Msi. Yaitu penekanan bahaya narkoba bagi kehidupan kita, Mahasiswa merupakan generasi penerus dari pembangunan bangsa dan negara yang akan membawa negara ke arah yang lebih baik atau malah ke arah yang sebaliknya. Namun bagaimana jadinya jika generasi kita terus "diracuni" Narkoba? Sudah sejak lama narkoba menjadi momok yang menakutkan bagi generasi muda. Namun mahasiswa sendiri terkadang tidak menyadari dampak yang membahayakan tersebut. Terutama bagi mahasiswa yang salah bergaul, dan tidak menggunakan waktunya untuk berorganisasi di kampus, sehingga sangat rawan sekali terkena Narkoba.

Ibu Marhaeni MSi mengatakan penggunaan Narkoba di kalangan mahasiswa dari tahun ke tahun sudah cenderung menurun. Menurut dia, hal ini dipengaruhi banyaknya sosialisasi pihak kampus untuk memberikan pengetahuan tentang bahaya Narkoba bagi mahasiswa. Selain itu adanya satgas anti narkoba di kampus maupun sekolah, memiliki peran positif dalam menekan penyalahgunaan narkotika. Karena akan ada saling mengawasi di antara anggota tersebut.
"Bentuk sosialisasi yang menekankan pada dampak penyalahgunaan Narkoba akan lebih efektif untuk memberikan gambaran bagi mahasiswa untuk berhati-hati terhadap Narkoba," imbuh dia.


 

Ceramah dilanjutkan dengan Human Tracffiking dan pengarus utamaan gender oleh Ibu Kompol Nina Rahmi anggota Dit Binmas Polda Kalsel, Pandangan di sekitar teologi jender berkisar pada beberapa hal pokok: pertama, asal-usul kejadian laki-laki dan perempuan, kedua, fungsi keberadaan laki-laki dan perempuan, ketiga, persoalan perempuan dan dosa warisan. bahwa gender adalah suatu konsep kultural yang berupaya membuat pembedaan (distinction) dalam hal peran, perilaku, mentalitas, dan karakteristik emosional antara laki-laki dan perempuan yang berkembang dalam masyarakat.

Label:

HALAL BI HALAL KAPOLDA SILATURAHMI DENGAN ANGGOTA

Posted by Ikhsan Ntd at Tuesday, September 6, 2011



BANJARMASIN – Kapolda Kalsel Brigjen Pol Syafruddin MSi melaksanakan Halal Bi Halal dengan segenap anggota Polri dan PNS Polda Kalsel di Lapangan Apel Polda Kalsel, Selasa (6/9).
 





Kapolda Kalsel menyambut gembira diselenggarakannya acara Halal Bi Halal yang bernuansa keluargaan dan keakraban, karena akan lebih meningkatakan komunikasi dan interaksi antar sesama anggota, antara pemimpin dengan yang dipimpin sehingga terpelihara semangat silaturahmi dan kekeluargaan yang harmonis.
 



Pada Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriyah, Kapolda kalsel maupun pribadi beserta keluarga, mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriyah, mohon maaf lahir dan bathin.
"Semoga amal ibadah dan puasa yang telah dilakukan di bulan suci Ramadhan diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa, seperti kita ketahui bersama bahwa Halal Bi Halal merupakan silaturahmi yang bersifat horizontal untuk saling memaafkan antara sesama insan hamba Tuhan Yang Maha Esa, diharapkan kepada kita semua untuk dapat memahami dan mengahayati makna dan hikmah puasa ramadhan, Idul Fitri dan Halal Bi Halal  sebagai bekal yang dapat diimplementasikan sebagai spirit untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok di masa yang akan datang," 


Acara Halal Bi Halal juga dilaksanakan makan bersama.

Label:

KAPOLDA PANTAU ARUS BALIK

Posted by Ikhsan Ntd at



POLDA KALSEL – Sabtu (3/9) Kapolda Kalsel Brig jen Pol Syafruddin MSi memantau arus balik di Kalimantan Selatan memantau ke beberapa lokasi seperti Pelabuhan trisakti Banjarmasin dan Bandara Syamsuddin noor.

 

Kapolda Kalsel mengatakan bahwa seluruh kekuatan Polri akan tetap disiagakan hingga arus balik selesai. Seluruh personil Polri yang terlibat dalam pengamanan mudik dan arus balik itu tetap akan siaga di pos-pos pengamanan yang ada. untuk memudahkan para pengguna jalan dalam melakukan perjalanan, pihaknya juga akan selalu berupaya memberikan pelayanan yang baik. Untuk itu,  personil di bagian lalulintas dihimbau untuk bekerja secara maksimal, selain personilnya diupayakan untuk ditambah.

Label:

SUASANAN SHOLAT IDUL FITRI 1432 H

Posted by Ikhsan Ntd at


POLDA KALSEL, Rabu (31/8) sekitar pukul 07.15 Wita dilaksanakannya Sholat Ied Idul Fitri 1432 H di Lapangan Mapolda Kalsel secara berjema'ah bersama Kapolda Kalsel Brig Jen Pol Drs Syafruddin MSi, Para Pejabat Utama Polda Kalsel, dan Masyarakat sekitar Mapolda Kalsel.


Dalam khotbahnya, menerangkan bahwa sekalipun terdapat perbedaan dalam pelaksanaan waktu Idul Fitri, tidak mengurangi rasa khusuk kita untuk melaksanakan shalat idul fitri, yang penting bahwa kita harus menghargai perbedaan itu. Hari ini adalah hari yang kita tunggu-tunggu dan kita nantikan, karena hari ini kita menuju pada kemenangan. Pantaslah bahwa hari ini kita bersyukur, karena yang pertama bahwa Ramadhan kita kali ini bertepatan dengan bulan Agustus, dan hari ke 17 ramadhan pun bertepatan dengan 17 Agustus, yang kedua bahwa Indonesia merdeka itu atas ijin Allah Swt. Oleh karena itu mari kita syukuri kemerdekaan itu, karena merupakan anugerah yang diberikan Allah Swt kepada kita. Mengapa kita perlu bersyukur, karena umat terdahulu yang sekalipun diberikan rizki yang melimpah, namun tidak bersyukur, maka kepada mereka yang tidak bersyukur diberikan azab oleh Allah Swt.

Acara berlangsung dengan tertib dan lancar. Setelah pelaksanaan sholat idul fitri dilanjutkan dengan acara ramah tamah Kapolda Kalsel dengan masyarakat yang dilanjutkan dengan makanamengikuti Sholat Ied di Mapolda Kalsel setelah acara ramah tamah dilanjutkan dengan acara makan bersama Kapolda Kalsel dengan masyarakat yang ada.

Label:

SAFARI RAMADHAN KAPOLDA KE POLRES BANJAR

Posted by Ikhsan Ntd at Sunday, September 4, 2011


MARTAPURA, Rombongan Kapolda Kalsel Brigjen Pol. Sayfrudin d melakukan kunjungan dalam moment safari Ramadan di polres Banjar Sabtu (27/8). Acara dilaksanakan dari berbuka puasa sampai solat terawih bersama di Polres Banjar.


Label:

KAPOLDA CEK POSKO PENGAMANAN ARUS MUDIK

Posted by Ikhsan Ntd at

 BANJARMASIN, Kapolda Kalsel, Brig Jend pol Drs Syafruddin meninjau beberapa tempat yang akan menjadi persinggahan atau pemberangkatan transportasi arus mudik, Jumat (26/8).









Beberapa tempat yang didatangi Kapolda beserta rombongan terkait pemeriksaan atau tempat pengamanan yang telah disiagakan oleh Jajaran Polda Kalsel itu sendiri yakni dendang didirikan posko-posko pengamanan arus mudik yang tempat dibeberapa titik rawan.


Pertama rombongan mengunjungi pelabuhan Trisakti. Melihat langsung ke Kapal Marina Nusantara yang sedang bungkar muatan melihat kondisi dan kesiapan pelabuhan dan pos pengamanan di pelabuhan juga dikunjungi yang mana pos tersebut memang di sediakan dalam pengamanan menjelang hingga sesudah lebaran


 

Di lanjutkan meninjau posko-posko diluar kota Banjarmasin dan singgah di posko-posko pengamanan arus mudik daerah banjarbaru hingga bandara syamsuddin Noor. Posko terakhir yang disambangi adalah di wilayah martapura Kabupaten banjar. Ditempat itu Kapolda dan rombongan melaksanakan salat Jumat yang disambut langsung oleh pejabat Kabupaten setempat.

Label:

PENSAT BULAN SEPTEMBER MINGGU KE 3

Posted by Ikhsan Ntd at Thursday, September 1, 2011





PENERANGAN KESATUAN

DITERBITKAN OLEH BIDHUMAS POLDA KALSEL

 

SAMBUTAN

KEPALA KEPOLISIAN DAERAH KALSEL
PADA ACARA PEMBUKAAN SOSIALISASI GRAND DESIGN
REFORMASI BIROKRASI 2010- 2025 DAN ROAD MAP REFORMASI
BIROKRASI 2010-2014 DI JAJARAN POLDA KALSEL
NOMOR :   /IX/2011/PENSAT
    PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI YANG BEGITU PESAT TELAH MEMBAWA BERBAGAI PERUBAHAN DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DENGAN DITUNJANG OLEH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI YANG MEMBUAT SEAKAN-AKAN NEGARA TANPA BATAS SEHINGGA POLRI DITUNTUT UNTUK SEMAKIN PROFISIONAL DAN PROPORSIONAL DI DALAM MELAKSANAKAN TUGASNYA.
    SAT INI , PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENGAH MEMASUKI ERA REFORMASI BIROKRASI GELOMBANG KE II TERHITUNG MULAI TAHUN 2010 SAMPAI DENGAN TAHUN 2014. PERBEDAAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA REFORMASI BIROKRASI GELOMBANG I DENGAN GELOMBANG II YAITU GELOMBANG I BERSIFAT INSTANSIONAL SEDANGKAN GELOMBANG II DISAMPING MELANJUTKAN INSTANSIONAL JUGA BERSIFAT NASIONAL.
    SASARAN REFORMASI BIROKRASI PADA GELOMBANG I ADALAH MEWUJUDKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK DENGAN AREA PERUBAHAN PADA KELEMBAGAAN ATAU ORGANISASI, BUDAYA ORGANISASI, KETATALAKSANAAN, REGULASI, DEREGULASI, SERTA MAMAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA. SEDANGKAN SASARAN REFORMASI BIROKRASI GELOMBANG II ADALAH TERWUJUDNYA PEMERINTAHAN YANG BERSIH DAN BEBAS KKN, TERWUJUDNYA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK SERTA MENINGKATNYA KAPASITAS DAN AKUNTABILITAS KINERJA BIROKRASI. AREA PERUBAHAN GELOMBANG II PADA BIDANG ORGANISASI, TATA LAKSANA, PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN, SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR, PENGAWASAN, AKUNTABILITAS PELAYANAN PUBLIK SERTA POLA PIKIR (MINDSET) DAN BUDAYA KERJA (CULTURE SET) APARATUR.
IMPLEMENTASI REFORMASI BIROKRASI POLRI TERLETAK KEPADA UPAYA UNTUK MEWUJUDKAN CIVILIAN POLICE BAIK PADA ASPEK STRUKTURAL, INSTRUMENTAL MAUPUN KULTURAL. REFORMASI BIROKRASI ADALAH PERUBAHAN KULTUR DAN PENINGKATAN KINERJA, SEDANGKAN REFORMASI STRUKTURAL DILAKSANAKAN SECARA UTUH DARI TINGKAT MABES SAMPAI DENGAN POLSEK SEBAGAI SATUAN PELAYANAN POLRI TERDEPAN. HAL INI TERCERMIN DALAM STRUKTUR ORGANISASI POLRI YANG BARU, DENGAN LEBIH MEMPERKUAT DAN MEMPERBANYAK TITIK-TITIK SEBARAN PELAYANAN POLRI PADA SATUAN TERDEPAN SEHINGGA MENJADI MASYARAKAT SEMAKIN MUDAH MENJANGKAUNYA. DENGAN SEMAKIN, PELAYANAN PRIMA YANG INGIN KITA WUJUDKAN SEMAKIN MENJADI KENYATAAN.
    SEJALAN DENGAN SEMANGAT REFORMASI BIROKRASI POLRI YANG SEDANG BERJALAN MAKA, UNTUK MENGHADAPI TUGAS KEDEPAN YANG CUKUP BERAT DENGAN BERBAGAI PERMASALAHAN GANGGUAN KAMTIBMAS YANG SANGAT KOMPLEKS, PADA KESEMPATAN YANG BAIK INI SAYA MENGAJAK KEPADA SELURUH PERSONEL POLDA KALSEL DAN JAJARAN DENGAN KESADARAN PRIBADI PRIBADI MASING-MASING UNTUK MAU "BERUBAH" BAIK DALAM SIKAP DAN PRILAKU SEHARI-HARI KEARAH YANG LEBIH BAIK SERTA BERUPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN KETERTIBAN MASYARAKAT, PENEGAK HUKUM, PELINDUNG, PENGAYOM DAN PELAYAN MASYARAKAT SEHINGGA PADA AKHIRNYA MAMPU MEWUJUDKAN SOSOK POLRI YANG PROFESIONAL, BERMORAL DAN MODERN SERTA DIPERCAYA MASYARAKAT.
POLDA KALIMANTAN SELATAN SEBAGAI KESATUAN INDUK PENUH (KIP) POLRI DIKEWILAYAHAN PERLU MERUMUSKAN ARAH DAN KEBIJAKAN POLDA KALIMANTAN SELATAN TAHUN ANGGARAN 2012 DENGAN MEMPERHATIKAN PERKEMBANGAN SITUASI KAMTIBMAS DI WILAYAH PROPINSI KALIMANTAN SELATAN SERTA PERKEMBANGAN ORGANISASI POLRI DI LINGKUNGAN POLDA KALIMANTAN SELATAN.
UNTUK ITU MELALUI SOSIALISASI INI DIHARAPKAN MASING-MASING SATUAN KERJA DAN SUB SATUAN KERJA DILINGKUNGAN POLDA KALSEL DAPAT MELAKSANAKAN PROGRAM REFORMASI BIROKRASI POLRI DIMASING-MASING JAJARAN DENGAN BERPEDOAN PADA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 81 TAHUN 2010 TANGGAL 21 DESEMBER 2010 TENTANG GRAND DESIGN RB 2010-2025 DAN ROAD MAP RB 2010-2014, DENGAN MEMPERHATIKAN :
  1. PROGRAM REVITALISASI POLRI YANG TELAH DITENTUKAN DALAM 10 (SEPULUH) PROGRAM PRIORITAS, KHUSUSNYA PROGRAM TAHAP KETIGA YAITU PROGRAM KE TUJUH " PERCEPATAN PERUBAHAN BUDAYA DENGAN MEMACU PERUBAHAN POLDA PIKIR (MIND SET) DAN BUDAYA KERJA (CULTURE SET) POLRI " DAN PROGRAM KE DEPAN" MENGGELAR SENTRAL PELAYANAN KEPOLISIAN (SPK) DIBERBAGAI SENTRA KEGIATAN PUBLIK " SERTA PROGRAM KESEMBILAN "MENGEMBANGKAN LAYANAN PENGADUAN SISTEM ELEKTRONIKA (LPSE)".
  2. KEBIJAKAN KAPOLDA KALSEL PADA TUHN 2012 ANTARA LAIN : MEMPERKUAT POLSEK SEBAGAI UJUNG TOMBAK UNIT PELAYANAN TERDEPAN DAN POLSEK SEBAGAI BASIS DETEKSI DINI : MENGAKTIFKAN KEMBALI KEGIATAN BINMASTRAAL PADA SELURUH ANGGOTA DI JAJARAN POLDA KALSEL DENGAN MELAKSANAKAN MOTTO " TIADA HARI TANPA KAWAN BARU " DEMI TERWUJUDNYA SITUASI KAMTIBMAS YANG KONDUSIF BAGI PERTUMBUHAN PEREKONOMIAN DAERAH KALSEL DENGAN MENGUBAH MIND SET ICON PROVINSI KALSEL DARI PROVINSI PENGHASIL BATUBARA MENJADI KOTA WISATA SERIBU SUNGAI ATAU " LE VENTRE DE BORNEO " SERTA MELAKSANAKAN PEMBENAHAN KINERJA RESERSE MELALUI PENINGKATAN KOMPETENSI PENYIDIK DAN MENGOPTIMALKAN KEMBALI KEGIATAN KRING SERSE.
  3. MEMPERHATIKAN SKALA PRIORITAS KEGIATAN YANG AKAN DILAKSANAKAN SERTA PERKIRAAN ANCAMAN GANGGUAN KAMTIBMAS YANG DIHADAPI PADA TAHUN 2012. DISAMPAING ITU PERLU KITA SADARI BERSAMA BAHWA PERHATIAN PEMERINTAH KEPADA PENGEMBANGAN ORGANISASI POLRI SEKARANG INI CUKUP BESAR DENGAN DUKUNGAN ANGGARAN YANG MEMADAI WALAUPUN BELUM
    SEPENUHNYA TERCUKUPI MENGINGAT KEMAMPUAN KEUANGAN NEGARA YANG MASIH TERBATAS, TERMASUK PEMBERIAN TUNJANGAN KINERJA.
    UNTUK ITU KEPADA SELURUH KEPALA SATUAN KERJA DAN SUB SATUAN KERJA DILINGKUNGAN POLDA KALSEL DITUNTUT UNTUK SELALU MENINGKATKAN KINERJA SATUANNYA MASING-MASING SESUAI DENGAN TEJAD DAN JANJI YANG TERTUANG DALAM PENETAPAN KINERJA YANG DITANDA TANGANI OLEH SELURUH KASATKER DI HADAPAN KAPOLDA KALSEL BEBERAPA BULAN YANG LALU. INI ADALAH MERUPAKAN WUJUD NYATA DARI KOMITMEN KITA BERSAMA UNTUK MEWUJUDKAN KINERJA YANG BAIK DAN MAKSIMAL DEMI TERWUJUDNYA REFORMASI BIROKRASI POLRI.
        
PERLU UNTUK DIKETAHUI, DIPAHAMI DAN DILAKSANAKAN
OLEH SETIAP PERSONEL POLRI
----- 0 -----
PENSAT

Label:

PENSAT BULAN SEPTEMBER MINGGU KE 1

Posted by Ikhsan Ntd at





PENERANGAN KESATUAN

DITERBITKAN OLEH BIDHUMAS POLDA KALSEL

 
SAMBUTAN
PADA ACARA PENANDA TANGANAN NOTA KESEPAHAMAN
ANTAR KEMENTRIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA DENGAN
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

 
NOMOR : /IX/2011/PENSAT

 

 
    MOMENTUM PENANDA TANGANAN NOTA KESEPAHAMAN INI MENJADI SANGAT PENTING ATAS DASAR KEYAKINAN BAHWA TIDAK SATUPUN TUGAS YANG DIBEBANKAN NEGARA KEPADA SATU INSTITUSI, BADAN DAN KEMENTRIAN LEMBAGA DAPAT TERLAKSANA DENGAN BAIK TANPA ADANYA DUKUNGAN DARI MASYARAKAT DALAM RANGKA MENCAPAI TUJUAN YANG DIHARAPKAN. PENANDA TANGANAN NOTA KESEPAHAMAN INI JUGA MERUPAKAN GAGASAN YANG SANGAT VISIONER DALAM KONTEKS PERWUJUDAN HUBUNGAN KERJA ANTAR INSTANSI PELAYANAN PUBLIK YANG SINERGIS DAN TERPADU MELALUI UPAYA MUTUAL KOORDINATIF DALAM PELAKSANAN SOSIALISASI KEBIJAKAN PEMBINAAN, PENGELOLAAN DAN PENGAWASAN BUMN, PENGAMANAN ASET BUMN SERTA KOORDINASI DALAM PENEGAKAN HUKUM DILINGKUNGAN BUMN. SEMUANYA AKAN BERMUARA KEPADA PENGUATAN KAPASITAS PENGERAHAN SUMBER DAYA MASING-MASING LEMBAGA DALAM RANGKA PENINGKATAN PERAN SERTA DAN KONTRIBUSI DALAM LAJU PEMBANGUNAN DAN PEREKONOMIAN NASIONAL.

 
    KEBERADAAN BUMN MERUPAKAN SALAH SATU WUJUD NYATA AMANAH PASAL 33 UUD 1945 YANG MEMILIKI POSISI STRATEGIS SEBAGAI SUMBER PEMASUKAN NEGARA DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN SERTA MENJADI MOTOR PENGGERAK SEKALIGUS STABILISATOR PEREKONOMIAN NEGARA, JUGA DIATUR SECARA SPESIFIK DALAM KETENTUAN UNDANG-UNDANG NO 19 TAHUN 2003 TENTANG BADAN USAHA MILIK NEGARA, PADA KHUSUSNYA MENGEJAR KEUNTUNGAN, MENYELENGGARAKAN KEMANFAATAN UMUM BERUPA PENYEDIAN BARANG DAN JASA YANG BERMUTU TINGGI DAN MEMADAI BAGI PEMENUHAN HAJAT HIDUP ORANG BANYAK DAN MENJADI PERINTIS KEGIATAN-KEGIATAN USAHA YANG BELUM DAPAT DILAKSANAKAN OLEK SEKTOR SWASTA DAN KOPERASI. PELAKSANAAN KEGIATAN YANG DILAKUKAN OLEH BUMN, HARUS SESUAI DENGAN MAKSUD DAN TUJUAN JUGA KEGIATAN YANG DILAKUKAN TIDAK BOLEH BERTENTANGAN DENGAN PERATURAN PER UNDANG-UNDANGAN, KETERTIBAN UMUM DAN KESUSILAAN. TUJUAN DARI PEMBENTUKAN BUMN SEBAGAIMANA TERSEBUT DIATAS, TERDAPAT 2 HAL YANG PENTING MENJADI FOKUS PERHATIAN POLRI YAITU :

 
  1. KEBERADAAN BUMN DAN KESELURUHAN ASET YANG DIMILIKI HARUS MENDAPATKAN PRIORITAS JAMINAN KEAMANAN KARENA ASET NEGARA, MANFAATNYA DIGUNAKAN DALAM RANGKA MENDUKUNG PEMBANGUNAN NASIONAL DAN MENSEJAHTERAKAN MASYARAKAT.

     
  2. PENGELOLAAN BUMN YANG HARUS DILAKUKAN SESUAI MEKANISME KETENTUAN HUKUM SERTA NORMA YANG BERLAKU DIMASYARAKAT, SEHINGGA DALAM OPERASIONALISASINYA BUMN DAPAT BERJALAN SECARA SEHAT, TRANSPARAN DAN AKUNTABEL MENGACU PADA PRINSIP TATA KELOLA PEMERINTAHAN YAITU CLEAN GOVERNMENT DAN GOOD GOVERNANCE.

 
KERJASAMA ANTARA KEMENTRIAN BUMN DAN POLRI MUTLAK DIPERLUKAN KARENA DILANDASI KEPENTINGAN BERSAMA SERTA TUJUAN MULIA, BAGI INSTITUSI POLRI HUBUNGAN KERJASAMA PROGRAM PEMBANGUNAN KEMITRAAN (PARTNERSHIP BUILDING) DALAM IMPLEMENTASINYA SENANTIASA MENGACU PADA UU NO.2 TAHUN 2002, PASAL 42 YANG MENYATAKAN BAHWA HUBUNGAN DAN KERJA SAMA POLRI DENGAN BADAN, LEMBAGA SERTA INSTANSI DI DALAM DAN DILUAR NEGERI DIDASARKAN ATAS SENDI-SENDI HUBUNGAN FUNGSIONAL SALING MENGHORMATI, MEMBANTU, MENGUTAMA KEPENTINGAN UMUM, KERJA SAMA DENGAN UNSUR PEMERINTAH, PENEGAK HUKUM, BADAN, LEMBAGA INSTANSI LAIN SERTA MASYARAKAT DENGAN MENGEMBANGKAN ASAS PARTISIPASI DAN SUBSIDIARITAS, YANG MENDASARI LAHIRNYA NOTA KESEPAHAMAN YANG KEKUATANNYA LEBIH MENGIKAT PADA ASPEK MORAL, KETERKAITAN HUKUM DAN MORAL MERUPAKAN DUA HAL YANG TIDAK DAPAT DIPISAHKAN SATU SAMA LAIN DALAM TATARAN IMPLEMENTASI HUKUM ATAUPUN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DILAPANGAN TENTUNYA TIDAK HANYA SEKEDAR MENCAKUP MASALAH LEGAL FORMAL SAJA MELAINKAN JUGA MASALAH KOMITMEN DAN KEKUATAN MORAL YANG SANGAT MENENTUKAN BERJALANNYA SATU SISTEM HUKUM.

 
    DALAM RANGKA OPERASIONALISASI TUGAS, FUNGSI DAN PERAN MASING-MASING, MAKA DALAM NOTA KESEPAHAMAN INI TELAH DIAKOMODIR BIDANG KEGIATAN YANG AKAN DILAKSANAKAN SECARA BERSAMA-SAMA YAITU MELIPUTI :

 
  1. SOSIALISASI KEBIJAKAN PEMBINAAN, PENGELOLAAN DAN PENGAWASAN SERTA KOORDINASI DALM PENEGAKAN HUKUM.
  2. PENGAMANAN ASET BUMN.
  3. KERJASAMA DAN KOORDINASI DALAM PENEGAKAN HUKUM DALAM HAL DITEMUKAN ADANYA PERISTIWA, KEJADIAN DI LINGKUNGAN BUMN, SERTA MENCARI PENYEBAB TERJADINYA PERISTIWA/KEJADIAN TERSEBUT.

 
MELALUI NOTA KESEPAHAMAN INI AGAR SELURUH JAJARAN POLRI DAPAT MENJALIN KERJA SAMA DENGAN SEGENAP JAJARAN KEMITRAAN BADAN USAHA MILIK NEGARA, SEHINGGA SEMUA PIHAK DAPAT MEMPEROLEH MANFAAT BAIK DALAM RANGKA MENINGKATKAN KUALITAS PROFESIONALISME MAUPUN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KITA KEPADA MASYARAKAT YANG SANGAT MENDAMBAKAN TEGAKNYA KEADILAN DAN SUPERMASI HUKUM GUNA MENJALIN KELANCARAN PELAKSANAAN NOTA KESEPAHAMAN INI, MASIH DIPERLUKAN HAL-HAL YANG BERSIFAT TEKNIS YAG BELUM TERAKOMODIR DALAM NOTA KESEPAHAMAN INI, HARAPAN NOTA KESEPAHAMAN INI DAPAT SEGERA DITINDAK LANJUTI DENGAN KEGIATAN YANG NYATA MELALUI PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) SEBAGAI PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN YANG PADA GILIRANNYA AKAN MAMPU MENGHASILKAN KINERJA KEMENTRIAN BUMN DAN POLRI SEBAGAIMANA KITA HARAPKAN BERSAMA. SEHUBUNGAN DENGAN PEMBERITAAN TERSEBUT DIATAS, KEPADA KASATWIL/KASATKER DISAMPAIKAN MASUKAN SEBAGAI BERIKUT :

 
  1. HIMBAUAN KA KEPADA SELURUH STAF JAJARANNYA AGAR NOTA KESEPAHAMAN INI DIMENGERTI DAN MENJADI TITIK AWAL UNTUK MENGANTAR TERWJUDNYA PELAKSANAAN TUGAS SERTA LANGKAH-LANGKAH KOORDINASI SECARA PROFESIONAL PROPOSIONAL CEPAT DAN TERJADI SERTA TERCIPTANYA PENEGAKAN HUKM YANG TRANSPARAN, AKUNTABEL DAN BERKEADILAN.
  2. ATAS TEJALINNYA KERJA SAMA INI PIMPINAN POLRI MENYAMPAIKAN APRESIASI DAN TERIMA KASIH KEPADA KEMENTRIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA ( BUMN ).

 
   
 
    
PERLU UNTUK DIKETAHUI, DIPAHAMI DAN DILAKSANAKAN
OLEH SETIAP PERSONEL POLRI
ooooOoooo
PENSAT

Label:

PENSAT BULAN SEPTEMBER MINGGU KE 2

Posted by Ikhsan Ntd at




PENERANGAN KESATUAN

DITERBITKAN OLEH BIDHUMAS POLDA KALSEL

 

 


SAMBUTAN
KEPALA KEPOLISIAN DAERAH KALSEL
PADA SEMINAR TENTANG IMPLEMENTASI STRATEGI
PERPOLISIAN MASYARAKAT (POLMAS) HAK ASASI
MANUSIA (HAM) DAN GENDER
DALAM KONTEKS RENCANA AKSI NASIONAL HAK ASASI
MANUSIA (RANHAM)

 
NOMOR : 80 /IX /2011/PENSAT

 

 
     TUNTUTAN MASYARAKAT SAAT INI DAN KEDEPAN, TERHADAP APARAT KEPOLISIAN DIHARAPKAN MENGHORMATI, MEMAHAMI DAN MELAKSANAKAN HAM DISETIAP PELAKSANAAN TUGAS DIDALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT BAIK YANG BERSIFAT PREVENTIF MAUPUN REPRESIF (PENEGAKAN HUKUM). HAL TERSEBUT SEJALAN DENGAN AMANAT PASAL 4 UU NO. 2 TAHUN 2002 TENTANG KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA BAHWA : " KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERTUJUAN UNTUK MEWUJUDKAN KEAMANAN DALAM NEGERI YANG MELIPUTI TERPELIHARANYA KEAMANAN DAN KETERTIBAN MASYARAKAT, TERTIB DAN TEGAKNYA HUKUM, TERSELENGGARANYA PERLINDUNGAN, PENGAYOMAN DAN PELAYANAN MASYARAKAT DENGAN MENJUNJUNG TINGGI HAM.
    
    SECARA EKSTERNAL BERBAGAI KONVENSI HAK ASASI MANUSIA DAN UUD 1945 TELAH MELAHIRKAN UU RI NO 39 TAHUN 1999 TENTANG HAK ASASI MANUSIA YANG MENDORONG GERAKAN RENCANA AKSI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA ( RANHAM ), HAL-HAL TERSEBUT JUGA MEMOTIVASI INSTITUSI POLRI UNTUK MEMBENTUK KEPOLISIAN YANG LEBIH MENGHORMATI HAM, KARENA ITU DIBUATLAH BERBAGAI PERATURAN KAPOLRI SEBAGAI PEDOMAN DI DALAM MELAKSANAKAN TUGAS DIANTARANYA ADALAH PERATURAN KAPOLRI SEBAGAI PEDOMAN DI DALAM MELAKSANAKAN TUGAS DIANTARANYA ADALAH PERATURAN KAPOLRI NO 7 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN DASAR STRATEGI DAN IMPLEMENTASI PEMOLISIAN MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN TUGAS POLRI DAN PERATURAN KAPOLRI NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG IMPLEMENTASI PRINSIP DAN STANDAR HAK ASASI MANUSIA DALAM PENYELENGGARAAN TUGAS POLRI.

 
    DENGAN TELAH DISYAHKANNYA PERATURAN KAPOLRI TERSEBUT, MAKA PERLU ADANYA SOSIALISASI DISELURUH JAJARAN POLDA KALSEL AGAR NANTINYA KITA MEMILIKI PEMAHAMAN DAN PERSEPSI YANG SAMA SERTA KESAMAAN POLA DAN TINDAK DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN DI LAPANGAN UNTUK MEMBERIKAN PELAYANAN-PELAYANAN YANG TERBAIK TERHADAP MASYARAKAT.

    PERLU DIPAHAMI BAHWA, POLMAS ADALAH PENYELENGGARAAN TUGAS KEPOLISIAN YANG MENDASARI KEPADA PEMAHAMAN BAHWA UNTUK MENCIPKAN KONDISI AMAN DAN TERTIB TIDAK MUNGKIN DILAKUKAN OLEH POLRI SEPIHAK, MELAINKAN HARUS DILAKUKAN BERSAMA DEGAN CARA MEMBERDAYAKAN WARGA MASYARAKAT MELALUI KEMITRAAN DENGAN POLRI, SEHINGGA MAMPU MENDETEKSI GEJALA-GEJALA YANG AKAN MENIMBULKAN PERMASALAHAN-PERMASALAHAN DIMASYARAKAT SERTA MAMPU MENDAPATKAN SOLUSI UNTUK MENYELESAIKAN PERASALAHAN- PERMASALAHAN TERSEBUT SEHINGGA TERCIPTA KEAMANAN SERTA KETERTIBAN DI LINGKUNGANNYA.

 
    UNTUK MEMUNGKINKAN TERBANGUNNYA KERJA SAMA YANG MENJADI TUJUAN PENERAPAN POLMAS DAN HAM MAKA SASARAN YANG HARUS DICAPAI ADALAH MEMBAGUN POLRI YAG DAPAT DIPERCAYA OLEH WARGA SETEMPAT DAN MEMBANGUN KOMUNITAS YANG SIAP BERKERJASAMA DENGA POLRI DALAM MENIADAKAN GANGGUAN TERHADAP KEAMANAN DAN KETERTIBAN SERTA MENCIPTAK KETENTRAMAN DILINGKUNGANNYA.

 
    POLRI YANG DAPAT DIPERCAYA TERCERMIN DARI SIKP DAN PRILAKU PERSONEL POLRI ITU SENDIRI, BAIK DALAM KEHISUPAN PRIBADI SEBAGAI BAGIAN DARI MKOMUNITAS MAUPUN DALAM PELAKSANAAN TUGAS MEREKA, YANG MENYADARI BAHWA WARGA KOMUNITAS ADALAH STAKEHOLDER KEPADA SIAPA MEREKA DITUNTUT UNTUK MENYAJIKAN PELAYANAN KEPOLISIAN SEBAGAIMANA MESTINYA. KOMUNITAS YANG SIAP BEKERJASAMA ADALAH KESATUAN KEHIDUPAN BERSAMA WARGA YANG MEMEHAMI DAN MENYADARI KEPENTINGAN TERCIPTANYA SITUASI KEAMANAN DAN KETERTIBAN UMUM SEBAGAI TANGGUNG JAWAB BERSAMA WARGA MASYARAKAT DENGAN POLRI.

 
    DALAM MEMBANGUN KELEMBAGAAN DAN PENINGKATAN KEMAMPUAN PERSONEL, POLDA KALSEL BEKERJASAMA DENGAN SALAH SATU LEMBAGA INTERNASIONAL YAITU INTERNASIONAL ORGANIZATION FOR MIGRATION (IOM) YANG TELAH MENDUKUNG REFORMASI KEPOLISIAN DENGAN MEMBERIKAN DUKUNGAN TEHNIS TERKAIT PENYEMPURNAAN KEBIJAKAN, PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN SERTA MEMFASILITASI PELATIHAN DISELURUH INDONESIA. SAAT INI, PROGRAM KEGIATAN YANG DILAKUKAN OLEH IOM ADALAH MENDUKUNG POLRI UNTUK MENGIMPLEMENTASI STRATEGI NASIONAL PEMOLISIAN MASYARAKAT, HAM DAN GENDER DALAM KONTEKS HAK ASASI MANUSIA, YANG DIBANGUN ATAS LANDASAN PENCAPAIAN DAN PELAJARAN YANG DIDAPAT, BERFOKUS PADA PELATIHAN DAN DISEMINASI INFORMASI YANG EKSTENSIF DALA HAL POLMAS, HAM DAN GENDER BAGI SEMUA ANGGOTA POLRI DARI SEMUA JENJANG KEPANGKATAN KHUSUSNYA DI POILDA KALSEL YANG MERUPAKAN SALAH SATU DARI 7 (TUJUH) DAERAH PILOT KERJASAMA.

 
    SAYA MENGAHARAPKAN KEGIATAN YANG SAAT INI DILAKSANAKAN DAPAT MEMBAWA MANFAAT BAGI KITA SELURUH JAJARAN POLDA KALSEL DAN SEMOGA ACARA INI DAPAT TERSELENGGARA DENGAN BAIK SERTA MENGHASILKAN SUATU PEMAHAMAN YANG SAMA TENTANG STRATEGI PEMOLISIAN MASYARAKAT (POLMAS), HAM DAN GENDER DALAM KONTEKS RENCANA AKSI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA (RANHAM).

 
PERLU UNTUK DIKETAHUI DAN DILAKSANAKAN
OLEH SETIAP PERSONEL POLRI
……0…..
PENSAT

Label:

PENSAT BULAN SEPTEMBER MINGGU KE 4

Posted by Ikhsan Ntd at






PENERANGAN KESATUAN

DITERBITKAN OLEH BIDHUMAS POLDA KALSEL

 

 
SAMBUTAN
KEPALA KEPOLISIAN DAERAH KALSEL
CERAMAH KESEHATAN
DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG
DALAM RANGKA
MENDUKUNG TUGAS OPERASIONAL KEPOLISIAN

 
NOMOR : 84 /IX/2011/PENSAT

 
    KITA SAMA-SAMA MENGETAHUI BAHWA KEMAJUAN PEREKONOMIAN DAN PEMBANGUNAN DI NEGARA-NEGARA BERKEMBANG MENYEBABKAN BERUBAHNYA MASYARAKAT AGRARIS MENJADI MASYARAKAT INDUSTRI BEGITU PULA DI INDONESIA. HAL INI DAPAT TERLIHAT DI KOTA-KOTA BESAR DIMANA TINGKAT STRES MENINGGI. BERUBAHNYA KEBIASAAN HIDUP SEPERTI KURANG GERAK SERTA BERUBAHNYA POLA MAKAN KEARAH KONSUMSI TINGGI LEMAK, KEBIASAAN MEROKOK SERTA PERUBAHAN POLA HIDUP YANG MENYEBABKAN POLA PENYAKIT BERUBAH, DARI PENYAKIT INFEKSI DAN RAWAN GIZI KEPENYAKIT- PENYAKIT DEGENERATIF, DIANTARANYA SEPERTI PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH (KARDIOVASKULER) YANG DAPAT MENYEBABKAN KEMATIAN.

 
    PADA SAAT INI PENYAKIT JANTUNG MERUPAKAN PENYEBAB KEMATIAN NOMOR SATU DI DUNIA. DIMANA TAHUN 2005 SEDIKITNYA 17,5 JUTA ATAU SETARA DENGAN 30,0 % KEMATIAN DISELURUH DUNIA DISEBABKAN OLEH PENYAKIT JANTUNG. MENURUT BADAN KESEHATAN DUNIA (WHO), 60 % DARI PENYAKITT JANTUNG ADALAH PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK).

 
    KEMATIAN AKIBAT PENYAKIT JANTUNG PEMBULUH DARAH (PJPD) DI SELURUH AMERIKA SERIKAT PADA TAHUN 1996 MENCAPAI 959.227 PENDERITA, YAKNI 41,4 % DARI SELURUH KEMATIAN. SETIAP HARI 2600 PENDUDUK MENINGGAL AKIBAT PENYAKIT INI. MESKIPUN BERBAGAI PERTOLONGAN MUTAKHIR TELAH DIUPAYAKAN, NAMUN SETIAP 33 DETIK TETAP SAJA SEORANG WARGA AMERIKA MENINGGAL AKIBAT PENYAKIT INI.

 
    DI INDONESIA, PENYAKIT JANTUNG JUGA CENDERUNG MENINGKAT SEBAGAI PENYEBAB KEMATIAN. DATA SURVEI KESEHATAN RUMAH TANGGA (SKRT) TAHUN 1996 MEUNJUKAN BAHWA PROPORSI PENYAKIT INI MENINGKAT DARI TAHUN KE TAHUN SEBAGAI PENYEBAB KEMATIAN. TAHUN 1975 KEMATIAN AKIBAT PENYAKIT JANTUNG HANYA 5,9 %, TAHUN 1981 MENINGKAT SAMPAI DENGAN 9,1 %, TAHUN 1986 MELONJAK MENJADI 16 % DAN TAHUN 1995 MENINGKAT MENJADI 19 %. SENSUS NASIONAL TAHUN 2001 MENUNJUKAN BAHWA KEMATIAN KARENA PENYAKIT KARDIOVASKULER TERMASUK PENYAKIT JANTUNG KORONER ADALAH SEBESAR 26,4 %, DAN SAMPAI DENGAN SAAT INI PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) JUGA MERUPAKAN PENYEBAB UTAMA KEMATIAN DINI PADA SEKITAR 40 % DARI SEBAB KEMATIAN LAKI-LAKI USIA MENENGAH.

 
    SIAPAPUN PASTI BISA TERKENA PENYAKIT JANTUNG. KARENA PENYAKIT YANG SATU INI SECARA DIAM-DIAM BISA MENGGEROGOTI ORGAN JANTUNG TANPA ADANYA GEJALA NAMUN BERAKIBAT FATAL, YAITU KEMATIAN YANG TERJADI KAPAN SAJA DAN TIDAK TERDUGA.

 
MELAKUKAN GERAK BADAN SECARA TERATUR BANYAK DISARANKAN UNTUK MENGURANGI PENYAKIT KARDIOVASKULER. NAMUN, TIDAK SEDIKIT ORANG JUSTRU TERKENA SERANGAN JANTUNG SETELAH BEROLAHRAGA. MISALNYA SENIMAN BETAWI (Alm) BENYAMIN S DAN PELAWAK (Alm) BASUKI MENINGGAL SAAT BERMAIN BOLA. TERAKHIR, AKTOR SEKALIGUS POLITISI PARTAI DEMOKRAT (Alm) ADJIE MASSAID MENGHEMBUSKAN NAFAS TERAKHIR USAI BERMAIN FUTSAL, SERANGAN JANTUNG YANG TIMBUL USAI BEROLAHRAGA ITU, BIASANYA TERJADI PADA ORANG YANG PUNYA RISIKO PENYAKIT JANTUNG ATAU PADA MEREKA YANG JANTUNG TIDAK TERLATIH NAMUN NEKAT BEROLAHRAGA. KALAU KITA PERHATIKAN ORANG-ORANG YANG MENGALAMI KEMATIAN MENDADAK ITU, BIASANYA MEREKA SUDAH TIDAK MUDA LAGI DAN KARENA KESIBUKANNYA TIDAK BISA MENYEMPATKAN OLAHRAGA SECARA RUTIN.
SETIAP OLAHRAGA PERMAINAN, SEPERTI BASKET, SEPAK BOLA, TENIS, ATAU FUTSAL, MEMILIKI SIFAT YANG HAMPIR SAMA. YANG MENYEBABKAN SERANGAN JANTUNG KARENA JANTUNGNYA TIDAK TERLATIH. KALAU SESEORANG SUDAH BIASA OLAHRAGA SEJAK MUDA, TIDAK TERPUTUS DAN RUTIN DILAKUKAN TIGA KALI SEMINGGU, MAKA MENGALAMI EFEK AKIBAT SERANGAN JANTUNG OLAHRAGA LEBIH KECIL KARENA SETIAP TAHAPAN USIA DAN KEBIASAAN BEROLAHRAGA MEMILIKI KEMAMPUAN TIGKAT AKTIVITAS TERSENDIRI, SEHINGGA HARUS DILAKUKAN DENGAN TEPAT DAN TIDAK BERLEBIHAN.
SAAT MELAKUKAN AKTIVITAS FISIK, MISALNYA BEROLAHRAG ATAU MELAKUKAN TUGAS OPERASIONAL KEPOLISIAN, KEBUTUHAN JANTUNG AKAN OKSIGEN MENINGKAT DAN JANTUING AKAN MEMOMPA LEBIH KERAS LAGI. JIKA SEBELUMNYA SUDAH ADA SUMBATAN DIPEMBULUH DARAH, INI MEMBUAT KEBUTUHAN OKSIGEN JANTUNG TIDAK TERCUKUPI, HAL INI DAPAT MENGAKIBATKAN SERANGAN JANTUNG SAAT MELAKUKAN TUGAS OPERASIONAL. KENYATAANNYA TELAH BANYAK ANGGOTA POLRI YANG MENINGGAL MENDADAK SAAT MELAKSANAKAN TUGAS OPERASIONAL, DIANTARANYA :
  • KADIV HUBUNGAN INTERNASIONAL POLRI – (Alm) IRJEN POL Drs. HALBA RUBIS NUGROHO (MANTAN KAPOLDA KALSEL)
  • KAPOLRES KOTA BARU – (Alm) AKBP HERSOM
  • KAPOLRESTA MAKASAR
  • KAPOLRESTA TANJUNG JABUNG
  • KABAG FASKOM RO SARPRAS – (Alm) AKBP HARUN SUMARTA
  • KABAG OPS KANDANGAN – (Alm) AKP YULIANTO
  • KASAT BINMAS BANJARBARU – (Alm0 IPTU ABU SAIRI
  • PERSONEL POLDA KALSEL – (AlM) PENDA ENDANG
DAN DALAM BULAN TERAKHIR INI JUGA SUDAH 2 OARNG KAPOLRES YANG MENINGGAL.
    KEMATIAN AKIBAT SERANGAN JANTUNG TERJADI PADA JAM-JAM PERTAMA, DAN 10 % DARI MEREKA YANG BERHASIL DISELAMATKAN, AKAN MENINGGAL PADA TAHUN PERTAMA, DAN 5 % AKAN MENINGGAL PADA TAHUN – TAHUN BERIKUTNYA. TENTU SAJA, SEMUA INI AKAN TERJADI BILA TINDAKAN PENCEGAHAN TIDAK SEGERA DILAKUKAN, ATAU JIKA TINDAKAN PENGOBATAN TIDAK BERHASIL DAN SEMPURNA. DITINJAU DARI SEGI PEMBIAYAAN, AKIBAT WAKTU PERAWATAN DAN BIAYA PENGOBATAN PENYAKIT JANTUNG KORONER SERTA PEMERIKSAAN PENUNJANGNYA, TENTU TIDAK SEDIKIT. BELUM LAGI KEBERHASILANAN PENGOBATAN SANGAT BERGANTUNG KEPADA KECEPATAN PENANGANAN PENYAKIT. OLEH KARENA ITU UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) SANGAT BERMANFAAT KARENA SUDAH PASTI LEBIH MURAH DAN LEBIH EFEKTIF. KARENA KITA HARUS MEMAHAMI BENAR-BENAR CARA-CARA PENCEGAHAN DINI PENYAKIT JANTUNG.

Label: