Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

PENSAT BULAN SEPTEMBER MINGGU KE 4

Posted by Ikhsan Ntd at 01 September 2011






PENERANGAN KESATUAN

DITERBITKAN OLEH BIDHUMAS POLDA KALSEL

 

 
SAMBUTAN
KEPALA KEPOLISIAN DAERAH KALSEL
CERAMAH KESEHATAN
DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG
DALAM RANGKA
MENDUKUNG TUGAS OPERASIONAL KEPOLISIAN

 
NOMOR : 84 /IX/2011/PENSAT

 
    KITA SAMA-SAMA MENGETAHUI BAHWA KEMAJUAN PEREKONOMIAN DAN PEMBANGUNAN DI NEGARA-NEGARA BERKEMBANG MENYEBABKAN BERUBAHNYA MASYARAKAT AGRARIS MENJADI MASYARAKAT INDUSTRI BEGITU PULA DI INDONESIA. HAL INI DAPAT TERLIHAT DI KOTA-KOTA BESAR DIMANA TINGKAT STRES MENINGGI. BERUBAHNYA KEBIASAAN HIDUP SEPERTI KURANG GERAK SERTA BERUBAHNYA POLA MAKAN KEARAH KONSUMSI TINGGI LEMAK, KEBIASAAN MEROKOK SERTA PERUBAHAN POLA HIDUP YANG MENYEBABKAN POLA PENYAKIT BERUBAH, DARI PENYAKIT INFEKSI DAN RAWAN GIZI KEPENYAKIT- PENYAKIT DEGENERATIF, DIANTARANYA SEPERTI PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH (KARDIOVASKULER) YANG DAPAT MENYEBABKAN KEMATIAN.

 
    PADA SAAT INI PENYAKIT JANTUNG MERUPAKAN PENYEBAB KEMATIAN NOMOR SATU DI DUNIA. DIMANA TAHUN 2005 SEDIKITNYA 17,5 JUTA ATAU SETARA DENGAN 30,0 % KEMATIAN DISELURUH DUNIA DISEBABKAN OLEH PENYAKIT JANTUNG. MENURUT BADAN KESEHATAN DUNIA (WHO), 60 % DARI PENYAKITT JANTUNG ADALAH PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK).

 
    KEMATIAN AKIBAT PENYAKIT JANTUNG PEMBULUH DARAH (PJPD) DI SELURUH AMERIKA SERIKAT PADA TAHUN 1996 MENCAPAI 959.227 PENDERITA, YAKNI 41,4 % DARI SELURUH KEMATIAN. SETIAP HARI 2600 PENDUDUK MENINGGAL AKIBAT PENYAKIT INI. MESKIPUN BERBAGAI PERTOLONGAN MUTAKHIR TELAH DIUPAYAKAN, NAMUN SETIAP 33 DETIK TETAP SAJA SEORANG WARGA AMERIKA MENINGGAL AKIBAT PENYAKIT INI.

 
    DI INDONESIA, PENYAKIT JANTUNG JUGA CENDERUNG MENINGKAT SEBAGAI PENYEBAB KEMATIAN. DATA SURVEI KESEHATAN RUMAH TANGGA (SKRT) TAHUN 1996 MEUNJUKAN BAHWA PROPORSI PENYAKIT INI MENINGKAT DARI TAHUN KE TAHUN SEBAGAI PENYEBAB KEMATIAN. TAHUN 1975 KEMATIAN AKIBAT PENYAKIT JANTUNG HANYA 5,9 %, TAHUN 1981 MENINGKAT SAMPAI DENGAN 9,1 %, TAHUN 1986 MELONJAK MENJADI 16 % DAN TAHUN 1995 MENINGKAT MENJADI 19 %. SENSUS NASIONAL TAHUN 2001 MENUNJUKAN BAHWA KEMATIAN KARENA PENYAKIT KARDIOVASKULER TERMASUK PENYAKIT JANTUNG KORONER ADALAH SEBESAR 26,4 %, DAN SAMPAI DENGAN SAAT INI PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) JUGA MERUPAKAN PENYEBAB UTAMA KEMATIAN DINI PADA SEKITAR 40 % DARI SEBAB KEMATIAN LAKI-LAKI USIA MENENGAH.

 
    SIAPAPUN PASTI BISA TERKENA PENYAKIT JANTUNG. KARENA PENYAKIT YANG SATU INI SECARA DIAM-DIAM BISA MENGGEROGOTI ORGAN JANTUNG TANPA ADANYA GEJALA NAMUN BERAKIBAT FATAL, YAITU KEMATIAN YANG TERJADI KAPAN SAJA DAN TIDAK TERDUGA.

 
MELAKUKAN GERAK BADAN SECARA TERATUR BANYAK DISARANKAN UNTUK MENGURANGI PENYAKIT KARDIOVASKULER. NAMUN, TIDAK SEDIKIT ORANG JUSTRU TERKENA SERANGAN JANTUNG SETELAH BEROLAHRAGA. MISALNYA SENIMAN BETAWI (Alm) BENYAMIN S DAN PELAWAK (Alm) BASUKI MENINGGAL SAAT BERMAIN BOLA. TERAKHIR, AKTOR SEKALIGUS POLITISI PARTAI DEMOKRAT (Alm) ADJIE MASSAID MENGHEMBUSKAN NAFAS TERAKHIR USAI BERMAIN FUTSAL, SERANGAN JANTUNG YANG TIMBUL USAI BEROLAHRAGA ITU, BIASANYA TERJADI PADA ORANG YANG PUNYA RISIKO PENYAKIT JANTUNG ATAU PADA MEREKA YANG JANTUNG TIDAK TERLATIH NAMUN NEKAT BEROLAHRAGA. KALAU KITA PERHATIKAN ORANG-ORANG YANG MENGALAMI KEMATIAN MENDADAK ITU, BIASANYA MEREKA SUDAH TIDAK MUDA LAGI DAN KARENA KESIBUKANNYA TIDAK BISA MENYEMPATKAN OLAHRAGA SECARA RUTIN.
SETIAP OLAHRAGA PERMAINAN, SEPERTI BASKET, SEPAK BOLA, TENIS, ATAU FUTSAL, MEMILIKI SIFAT YANG HAMPIR SAMA. YANG MENYEBABKAN SERANGAN JANTUNG KARENA JANTUNGNYA TIDAK TERLATIH. KALAU SESEORANG SUDAH BIASA OLAHRAGA SEJAK MUDA, TIDAK TERPUTUS DAN RUTIN DILAKUKAN TIGA KALI SEMINGGU, MAKA MENGALAMI EFEK AKIBAT SERANGAN JANTUNG OLAHRAGA LEBIH KECIL KARENA SETIAP TAHAPAN USIA DAN KEBIASAAN BEROLAHRAGA MEMILIKI KEMAMPUAN TIGKAT AKTIVITAS TERSENDIRI, SEHINGGA HARUS DILAKUKAN DENGAN TEPAT DAN TIDAK BERLEBIHAN.
SAAT MELAKUKAN AKTIVITAS FISIK, MISALNYA BEROLAHRAG ATAU MELAKUKAN TUGAS OPERASIONAL KEPOLISIAN, KEBUTUHAN JANTUNG AKAN OKSIGEN MENINGKAT DAN JANTUING AKAN MEMOMPA LEBIH KERAS LAGI. JIKA SEBELUMNYA SUDAH ADA SUMBATAN DIPEMBULUH DARAH, INI MEMBUAT KEBUTUHAN OKSIGEN JANTUNG TIDAK TERCUKUPI, HAL INI DAPAT MENGAKIBATKAN SERANGAN JANTUNG SAAT MELAKUKAN TUGAS OPERASIONAL. KENYATAANNYA TELAH BANYAK ANGGOTA POLRI YANG MENINGGAL MENDADAK SAAT MELAKSANAKAN TUGAS OPERASIONAL, DIANTARANYA :
  • KADIV HUBUNGAN INTERNASIONAL POLRI – (Alm) IRJEN POL Drs. HALBA RUBIS NUGROHO (MANTAN KAPOLDA KALSEL)
  • KAPOLRES KOTA BARU – (Alm) AKBP HERSOM
  • KAPOLRESTA MAKASAR
  • KAPOLRESTA TANJUNG JABUNG
  • KABAG FASKOM RO SARPRAS – (Alm) AKBP HARUN SUMARTA
  • KABAG OPS KANDANGAN – (Alm) AKP YULIANTO
  • KASAT BINMAS BANJARBARU – (Alm0 IPTU ABU SAIRI
  • PERSONEL POLDA KALSEL – (AlM) PENDA ENDANG
DAN DALAM BULAN TERAKHIR INI JUGA SUDAH 2 OARNG KAPOLRES YANG MENINGGAL.
    KEMATIAN AKIBAT SERANGAN JANTUNG TERJADI PADA JAM-JAM PERTAMA, DAN 10 % DARI MEREKA YANG BERHASIL DISELAMATKAN, AKAN MENINGGAL PADA TAHUN PERTAMA, DAN 5 % AKAN MENINGGAL PADA TAHUN – TAHUN BERIKUTNYA. TENTU SAJA, SEMUA INI AKAN TERJADI BILA TINDAKAN PENCEGAHAN TIDAK SEGERA DILAKUKAN, ATAU JIKA TINDAKAN PENGOBATAN TIDAK BERHASIL DAN SEMPURNA. DITINJAU DARI SEGI PEMBIAYAAN, AKIBAT WAKTU PERAWATAN DAN BIAYA PENGOBATAN PENYAKIT JANTUNG KORONER SERTA PEMERIKSAAN PENUNJANGNYA, TENTU TIDAK SEDIKIT. BELUM LAGI KEBERHASILANAN PENGOBATAN SANGAT BERGANTUNG KEPADA KECEPATAN PENANGANAN PENYAKIT. OLEH KARENA ITU UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) SANGAT BERMANFAAT KARENA SUDAH PASTI LEBIH MURAH DAN LEBIH EFEKTIF. KARENA KITA HARUS MEMAHAMI BENAR-BENAR CARA-CARA PENCEGAHAN DINI PENYAKIT JANTUNG.

Label:

0 komentar:

Posting Komentar