Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

KULIAH SINGKAT IBU WAKAPOLDA KALSEL KEPADA MAHASISWA BARU STIE KAYU TANGI BANJARMASIN

Posted by Ikhsan Ntd at 08 September 2011



BANJARMASIN, Kamis (8/9) Pengenalan mahasiswa baru melalui kegiatan Pembinaan Masyarakat oleh anggota Polri ini memberikan pembekalan yang bersifat akademis dan ceramah pendidikan karakter, yang dilaksanaakan di Aula Stie. Sebagai Narasumber Ibu Wakapolda Kalsel yang juga sebagai BNP Kalsel yaitu Ibu Marhaeni Msi. Yaitu penekanan bahaya narkoba bagi kehidupan kita, Mahasiswa merupakan generasi penerus dari pembangunan bangsa dan negara yang akan membawa negara ke arah yang lebih baik atau malah ke arah yang sebaliknya. Namun bagaimana jadinya jika generasi kita terus "diracuni" Narkoba? Sudah sejak lama narkoba menjadi momok yang menakutkan bagi generasi muda. Namun mahasiswa sendiri terkadang tidak menyadari dampak yang membahayakan tersebut. Terutama bagi mahasiswa yang salah bergaul, dan tidak menggunakan waktunya untuk berorganisasi di kampus, sehingga sangat rawan sekali terkena Narkoba.


Ibu Marhaeni MSi mengatakan penggunaan Narkoba di kalangan mahasiswa dari tahun ke tahun sudah cenderung menurun. Menurut dia, hal ini dipengaruhi banyaknya sosialisasi pihak kampus untuk memberikan pengetahuan tentang bahaya Narkoba bagi mahasiswa. Selain itu adanya satgas anti narkoba di kampus maupun sekolah, memiliki peran positif dalam menekan penyalahgunaan narkotika. Karena akan ada saling mengawasi di antara anggota tersebut.
"Bentuk sosialisasi yang menekankan pada dampak penyalahgunaan Narkoba akan lebih efektif untuk memberikan gambaran bagi mahasiswa untuk berhati-hati terhadap Narkoba," imbuh dia.


 

Ceramah dilanjutkan dengan Human Tracffiking dan pengarus utamaan gender oleh Ibu Kompol Nina Rahmi anggota Dit Binmas Polda Kalsel, Pandangan di sekitar teologi jender berkisar pada beberapa hal pokok: pertama, asal-usul kejadian laki-laki dan perempuan, kedua, fungsi keberadaan laki-laki dan perempuan, ketiga, persoalan perempuan dan dosa warisan. bahwa gender adalah suatu konsep kultural yang berupaya membuat pembedaan (distinction) dalam hal peran, perilaku, mentalitas, dan karakteristik emosional antara laki-laki dan perempuan yang berkembang dalam masyarakat.

Label:

0 komentar:

Posting Komentar