Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

TERSANGKA BENY BUNTOSO, PEMILIK SABU 4 KG DPO

Posted by Ikhsan Ntd at 09 Agustus 2011

 POLDA KALSEL, Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mengungkap sindikat pengedar narkoba antar provinsi jenis shabu. Sindikat ini menjadikan para pekerja tambang sebagai sasarannya. Keberhasilan Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat itu bermula dari laporan warga Taman Sari, yang curiga terhadap pengiriman bed cover ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Polisi kemudian mengangkap salah seorang anggota sindikat yang hendak mengirimkan paket. Dalam penangkapan, polisi menemukan dua kilogram sabu murni.


 

Anggota Polda kalsel bekerja sama dengan polres Metro Jakarta barat. Tak lama pengirim dan penerima paket itu lalu diciduk. Yang berhasil diamankan aparat kepolisian yaitu Raharjo als Jojo (44), Yuspiani als Iyus (37) keduannya adalah karyawan Dunfee, Dua bandar asal Bajarmasin Jojo dan Iyus mengaku menyembunyikan sabu yang lolos dari perusahaan ekspedisi sebelumnya di lantai 5 Dunfe Karoke, Banjarmasin. Setelah dilakukan penggeledahan petugas kembali menemukan empat paket sabu seberat dua kilogram. lailatul munawarah (30) Istri Beny di tangkap di rumahnya, Sementara bos sabunya Beny yang juga pengusaha hiburan malam di Banjarmasin lolos dari penyergapan polisi. Total empat kilogram sabu senilai Rp8 miliar diamankan polisi. Kini, tiga pelaku masih diperiksa intensif guna mencari tahu keberadaan anggota sindikat lainnya.


 

Beny Buntoso (DPO) tak berhasil menangkap tersangka, petugas akhirnya mengamankan tiga mobil yang diduga milik Beny di rumah tersangka. Ketiga mobil tersebut adalah mobil Kijang Innova dengan nopol DA 7689 PB, BMW 320i nopol B 2653 QN, Honda Accord dengan nopol DA 11 LA.


 

Kabid Humas Polda Kalsel AKBP Edi Ciptianto mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pencarian dan pengejaran terhadap tersangka. "foto Beny akan dikirim jajaran Polres Jakarta Barat melalui fax untuk disebar atau dipasang di tempat-tempat umum seperti bandara, pelabuhan, dan tempat keramaian lainnya," tegas Edi.



Selain itu, lanjutnya, foto Beny juga akan dipajang atau dipublikasikan melalui media cetak dan elektronik. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat Beny berhasil kita tangkap," ujar Edi. Terkait aset-aset milik Beny seperti rumah, mobil, tempat usaha tersangka, Edi menjelaskan semua asset tersebut bakal disita.



Sebab ada kemungkinan seluruh aset yang dibeli Beny tersebut dibeli dari uang hasil kejahatan, yakni dari penjualan narkoba. "Sebelum melakukan penyitaan tersebut, kami akan menunggu hasil dari analisa atau pemeriksaan dari Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memastikan apakah aset-aset Beny tersebut memang dibeli dari uang hasil kejahatan," tegasnya.

Terkait tempat Karaoke Dunfee yang diberi garis polisi sejak ditemukannya 4 kilogram sabu di gedung tersebut, Edi menuturkan bahwa gedung karaoke Dunfee tidak akan disita. Sebab, gedung tersebut hanya dikontrak Beny. "Apabila penyelidikan dan penyidikan sudah selesai, garis polisi di Dunfee akan dilepas," ucapnya.






Label:

0 komentar:

Posting Komentar