Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

PENSAT BULAN JULI MINGGU KE 3

Posted by Ikhsan Ntd at 02 Juli 2011






PENERANGAN KESATUAN


DITERBITKAN OLEH BIDHUMAS POLDA KALSEL


 

 
CERAMAH
PEMULIAAN NILAI-NILAI LUHUR POLRI
DALAM RANGKA HARI BHAYANGKARA KE 65 TAHUN 2011
OLEH KOMBES POL (PURN) Drs. H.HANAFI ARIEF,SH

 

 
NOMOR : / VII/2011/PENSAT

 

 
LANDASAN

 

  1. KITAB SUCI SESUAI DENGAN KEPERCAYAAN MASING-MASING.
  2. PANCASILA.
  3. UNDANG-UNGANG DASAR 1945.
  4. ADAT ISTIADAT MASYARAKAT SETEMPAT.

 

" NILAI – NILAI LUHUR KEPOLISIAN "

 
TRI BRATA

 
KAMI POLISI INDONESIA :

 
  1. BERBAKTI KEPADA NUSA DAN BANGSA DENGAN PENUH KETAQWAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA.

 
  1. MENJUNJUNG TINGGI KEBENARAN, KEADILAN DAN KEMANUSIAN, DALAM MENEGAKAN HUKUM NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA, YANG BERDASARKAN PANCASILA DAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945.

 
  1. SENANTIASA MELINDUNGI, MENGAYOMI DAN MELAYANI MASYARAKAT DENGAN KEIKHLASAN UNTUK MEWUJUDKAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN.

     
CATUR PRASETYA

 
SEBAGAI INSAN BHAYANGKARA KEHORMATAN SAYA ADALAH, BERKORBAN DEMI MASYARAKAT BANGSA DAN NEGARA UNTUK :

 
1. MENIADAKAN SEGALA BENTUK GANGUAN KEAMANAN.

 
2. MENJAGA KESELAMATAN JIWA RAGA, HARTA BENDA DAN HAK AZASI
MANUSIA.

 
3. MENJAMIN KEPASTIAN BERDASARKAN HUKUM.

 
4. MEMELIHARA PERASAAN TENTRAM DAN DAMAI.

 
UPAYA PEMULIAAN NILAI-NILAI LUHUR

 
PENDALAMAN IMAM DISESUAIKAN KEPERCAYAAN MASING-MASING, SEDANGKAN BAGI YANG BERAGAMA ISLAM MELALUI PENGAMALAN TUJUH SUNNAH NABI BESAR MUHAMM'AMAD SAW.

 
  1. TAHAJJUD

     
    KARENA KEMULIAAN SESEORANG MUKMIN TERLETAK PADA TAHAJJUDNYA.

 
  1. MEMBACA AL QUR'AN SEBELUM TERBIT MATAHARI ALANGKAH BAIKNYA MATA MEMBACA AL QUR'AN TERLEBIH DAHULU DENGAN PENUH PEMAHAMAN.

 
  1. JANGAN TINGGALKAN MESJID TERUTAMA DIWAKTU SUBUH.
    SEBELUM MELANGKAH KEMANAPUN, LANGKAHKAN KAKI KE MESJID, KARENA MESJID MERUPAKAN PUSAT KEBERKAHAN, BUKAN KARENA PANGGILAN MU'ADZIM TETAPI ADALAH KARENA PANGGILAN ALLAH SWT, YANG MENCARI ORANG BERIMAN UNTUK MEMAKMURKAN MESJID ALLAH.

 
  1. JAGA SHOLAT DHUHA, KARENA KUNCI REZEKI TERLETAK PADA SHOLAT DHUHA.

 
  1. JAGA SEDEKAH SETIAP HARI, ALLAH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG SUKA BERSEDEKAH DAN MALAIKAT ALLAH SELALU MENDOAKAN KEPADA ORANG YANG BERSEDEKAH.

 
  1. JAGA WUDHU TERUS MENERUS KARENA ALLAH MENYANGI HAMBA YANG BERWUDHU.
    KATA KHALIFAH BIN ABU THALIB " ORANG YANG SELALU BERWUDHU SENANTIASA IA AKAN MERASA SELALU SHOLAT WALAU IS SEDANG TIDAK SHOLAT DAN DIJAGA MALAIKAT DENGAN DOA-DOA, AMPUNI DOSANYA DAN SAYANGI DIA YA ALLAH"

 
  1. AMALKAN ISTIGHFAR SETIAP SAAT.
    DENGAN ISTIGHFAR, MASALAH YANG TERJADI KARENA DOSA KITA AKAN DIJATUHKAN OLEH ALLAH, DZIKIR ADALAH BUKTI SYUKUR KITA KEPADA ALLAH.

     

     
    BILA KITA KURANG DAN KURANG BERDZIKIR PULA, OLEH KARENA ITU SETIAP WAKTU HARUS SELALU ADA PENGHAYATAN DALAM MELAKSANAKAN IBADAH RITUAL DAN IBADAH AJARAN ISLAM LAINNYA,

     
    DZIKIR JUGA MERUPAKAN MAKANAN ROKHANI YANG PALING BERGIZI DAN DENGAN BERDZIKIR BERBAGAI KEJAHATAN DAPAT DITANGKAL SEHINGGA JAUHKAN UMAT MANUSIA DARI SIFAT-SIFAT YANG BERPANGKAL PADA MATERIALISME DAN HEDONISME.

 
    PENGUASAN ILMU SECARA LUAS DAN MENDALAM.

 
" JADILAH KITAB WALAU TANPA JUDUL "

 
KUN KITAABAN MUFIDAN BILA 'UNWAANAAN WALAA TAKUN'UNWAANAN BILA KITAABAN.

 
MAKSUDNYA :

 
JADILAH KITAB YANG BERMANFAAT WALAUPUN TANPA JUDUL, NAMUN JANGAN MENJADI JUDUL TANPA KITAB.

 
    PEPATAH DALAM BAHASA ARAB ITU MENYIRATKAN MAKNA YANG SANGAT DALAM, TERUTAMA MENYANGKUT KONDISI BANGSA SAAT INI YANG SARAT KONFLIK, PEREBUTAN KEKUASAAN DAN PENGABDIAN AMANAH OLEH PEMIMPIN-PEMIMPIN YANG TIDAK MENEBARKAN MANFAAT DENGAN JABATAN DAN OTORITAS YANG DIMILIKI.

 
    BANGSA INI TELAH KEHILANGAN RUHUL JUNDIYAH YAKNI JIWA KESATRIA. JUNDIYAH ADALAH KARAKTER KEPRAJURITAN YANG DIDALAMNYA TERKANDUNG JIWA KESATRIA SEBAGAI MANA DIWARISKAN PEJUANG DAN ULAMA BANGSA INI SAAT PERJUANGAN KEMERDEKAAN.

 
    SEMANGAT PERJUANGAN (HAMASAH JUNDIYAH) ADALAH SEMANGAT UNTUK BERPERAN DAN BUKAN SEMANGAT UNTUK MENGEJAR JABATAN, POSISI DAN GELAR-GELAR DUNIAWI LAINNYA (HAMASAH MANSHABIYAH).

 
    SAAT INI JIWA KESATRIA ITU SEMAKIN MENGHILANG, SEBALIKNYA MUNCUL JIWA-JIWA KERDIL DAN PENGECUT YANG MENGINGINKAN OTORITAS, KEKUASAAN DAN JABATAN NAMUN TIDAK MAU BERTANGGUNG JAWAB, APALAGI BERKURBAN.
YANG TERJADI ADALAH SALING BEREBUT JABATAN, BAIK DI PARTAI POLITIK, ORMAS MAUPUN DI PEMERINTAHAN.

 
    ORANG BERLOMBA-LOMBA MENGIKUTI PERSAINGAN UNTUK MENDAPATKAN JABATAN BAHKAN DENGAN MENGHALALKAN SEGALA CARA, AKIBATNYA DI NEGERI INI BANYAKORANG MEMILIKI "JUDUL" BAIK JUDUL AKADEMIS, JUDUL KEAGAMAAN, JUDUL KEMILITERAN MAUPUN JUDUL BIROKRATIS, YANG TANPA MAKNA.
ADA JUDULNYA TETAPI TANPA SUBSTANSI, TANPA ISI DAN TANPA ROH.

 
    PADA HAL ADA KISAH-KISAH DAN HEROIK BERBAGAI BANGSA DI DUNIA. MISALNYA DALAM SIRAH SHAHABAH, DISEBUT BAHWA SAID BIN ZAID PERNAH MENOLAK AMANAH MENJADI GUBERNUR DI HIMSH (SYIRIA).
HAL INI
MEMBUAT UMAR BIN KHATTAB RA, MENCENGKERAM LEHER GAMISNYA SERAYA MENGHARDIKNYA :
"CELEKA KAU SAID ! KAU BERIKAN BEBAN DI PUNDAKKU DAN KAU MENOLAK MEMBANTUKU."
BARU KEMUDIAN DENGAN BERAT HATI, SAID BIN ZAID MAU MENJADI GUBERNUR.

 
    ADA LAGI KISAH LAIN YAITU UMAR BIN KHATTAB MEMBERHENTIKAN KHALID BIN WALID PADA SAAT MEMIMPIN PERANG. HAL INI DILAKUKAN UNTUK MENGHENTIKAN PENGKULTUSAN KEPADA SOSOK PANGLIMA YANG SELALU BERHASIL MEMENANGKAN PERTEMPURAN INI.

 
    KHALID MENERIMANYA DENGAN IKHLAS, DENGAN SINGKAT IA BERUJAR : "AKU BERPERANG KARENA ALLAH DAN BUKAN KARENA UMAR ATAU JABATANKU SEBAGAI PANGLIMA" IAPUN TETAP BERPERANG SEBAGAI SEORANG PRAJURIT BIASA.

 
    KHOLID DICOPOT "JUDUL"NYA SEBAGAI PANGLIMA PERANG NAMUN, IA TETAP MEMBUAT "KITAB" DAN MEMBANTU MENOREHKAN KEMENANGAN.

 
    IBRAH YANG BISA DIPETIK DARI KISAH-KISAH TERSEBUT ADALAH "JANGANLAH MENJADI JUDUL TANPA KITAB." MEMILIKI PAGKAT, TETAPI TIDAK MENUAI MANFAAT.

 
    MAK RUUHUL JUNDIYAH ATAU JIWA KESATRIA YANG PENUH PENGORBANAN HARUS DIHADIRKAN KEMBALI DI TENGAH-TENGAH BANGSA INI SEHINGGA TIDAK TIMBUL HUBBUL MANAASHIB, YAITU CINTA KEPADA KEPANGKATAN, JABATAN-JABATAN, BAHKAN MUNAFASAH 'ALAL MANASHIB YAITU BERLOMBA-LOMBA UNTUK MERAIH JABATAN-JABATAN.

 
PENGAMALAN NILAI-NILAI LUHUR KEPOLISIAN SECARA ISTIQOMAH, TERUS MENERUS DAN BERLANJUT.

 
    HIDUP INI ADALAH PERUBAHAN, SEMUA BERUBAH, BUMI YANG KITA TEMPATIPUN BERUBAH, WAKTU JUGA BERUBAH, ADA SIANG DAN ADA MALAM.

 
    RODA KEHIDUPAN DUNIA JUGA TIDAK PERNAH BERHENTI, KADANG NAIK DAN KADANG TURUN, ADA SUKA ADA DUKA, ADA SENYUM ADA TANGIS, KADANG-KADANG DIPUJI TAPI PADA SUATU SAAT DIHUJAT.

 
JANGAN HARAPKAN ADA KEABADIAN DALAM PERJALANAN HIDUP.

 
    OLEH SEBAB ITU AGAR TIDAK TEROMBANG AMBING DAN TETAP TEGAR DALAM MENGHADAPI SEGALA KEMUNGKINAN TANTANGAN HIDUP KITA HARUS MEMILIKI PEGANGAN DAN AMALAN DALAM HIDUP DAN MAU BERUBAH MENJADI LEBIH BAIK DARI SEBELUMNYA.

 
    SALAH SATU PEGANGAN DAN AMALAN PENTING YANG DIBERIKAN AGAMA KITA UNTUK MENGHADAPI KEHIDUPAN INI ADALAH ISTIQOMAH.
ISTIQOMAH ADALAH KOKOH DALAM AQIDAH DAN KONSISTEN DALAM IBADAH, BAIK HUBUNGAN DENGAN ALLAH SWT MAUPUN DENGAN SESAMA HIDUP.

 
    ISTIQOMAH ITU HARUS DARI WAKTU KEWAKTU, SEBAB BILA MATI TANPA KEIMANAN MAKA DIANGGAP MURTAD.

 
    NILAI ISTIQOMAH INI DAPAT DIAPLIKASIKAN PADA BISNIS, KARENA UMUMNYA ORANG BERBISNIS YANG SUKSES ADALAH ORANG-ORANG YANG KONSISTEN DAN TIDAK LEKAS BERPUTUS ASA.

 
PENGEMBANGAN DIRI SESUAI KONDISI, WAKTU DAN TEMPAT UNTUK MENCAPAI KEMATANGAN (MATURITY) SEBAGAI INSAN POLRI.

 
    DALAM PENGEMBANGAN DIRI, TIDAK MUNGKIN DAPAT MENCAPAI HASIL YANG MAKSIMAL TANPA ADANYA BANTUAN ORANG LAIN.

 
    UNTUK ITU, DISAMPING ILMU YANG DIDAPATKAN DARI BANGKU SEKOLAH YANG SIFATNYA FORMAL, MAKA KITA DITUNTUT PULA MENCARI DAN BERGURU DENGAN ORANG-ORANG PINTAR YANG ADA DISEKELILING KITA, BAIK ITU TOKOH AGAMA, TOKOH MASYARAKAT ATAU ORANG-ORANG YANG BERPENGARUH LAINNYA, YANG DIHORMATI OLEH MASYARAKAT DIMANA KITA BERTUGAS.

 
KITA SEYOGIANYA BANYAK BRSILATURAHMI.

 
SEBAGAI ANGGOTA POLRI WASPADAI LAKNAT TERSAMAR DI BALIK NIKMAT.

 
    IDEALNYA SETIAP NIKMAT YANG KITA TERIMA DARI ALLAH SWT, AKAN MENAMBAH KEBAHAGIANDAN KESENANGAN DALAM HIDUP.

 
    SEBAB KETIKA MENGGAMBARKAN NIKMAT YANG DILIMPAHKAN KEPADA HAMBA NYA, ALLAH SELALU MENYEBUTNYA SEBAGAI
KESENANGAN.
NAMUN ADA SATU KONDISI DIMAN NIKMAT BISA BERUBAH JADI LAKNAT DAN KARUNIA YANG DIBERIKAN MERUPAKAN MURKA ALLAH SWT.

 
    INILAH YANG DISEBUT ISTIDRAAJ, YAITU PEMBERIAN ALLAH KEPADA ORANG YANG SERING BERBUAT MAKSIAT KEPADANYA.

 
    SEMAKIN MEREKA MELUPAKAN ALLAH, ALLAH TETAP MENAMBAHKAN KESENANGAN BAGI MEREKA, AKIBATNYA MEREKA SEMAKIN TERJERUMUS DAN ALLAH AKAN MENJATUHKAN SISKA YANG AMAT PEDIH.

 
ADA TIGA GOLONGAN YANG PERPOTENSI DITIMPA ISTIDRAAJ :

 
PERTAMA :

 
    ORANG-ORANG YANG DIBERI NIKMAT KEKUASAAN LALU MENJADI SOMBONG DAN SEWENANG-WENANG TERHADAP RAKYATNYA. MAKA ALLAH MEMPERPANJANG MASA KEKUASAANNYA, SEHINGGA IA SEMAKIN TERJERUMUS DALAM KESOMBONGAN DAN KESEWENANG-WENANGAN. GOLONGAN INI TERPERSONIFIKASI LEWAT SOSOK FIRA'UN KETIKA ALLAH MEMBERIKAN KEKUASAAN, PIRA'UN SERING BERTINDAK SEMENA-MENA.

 
    LALU ALLAH MENAMBAH KEKUASAANNYA DAN PIRA'UN SEMAKIN TAKABUR HINGGA MENGAKUI DIRINYA SEBAGAI TUHAN, AKHIRNYA ALLAH MENJATUHKAN AZAB YANG SANGAT PEDIH DENGAN MENENGGELAMKAN FIRA'UN KELAUT MERAH.

 
    DALAM SEJARAH MODERN BANYAK PEMIMPIN YANG MENGULANG SEJARAH FIRA'UN, SEKALIPUN DALAM SKALA YANG BERBEDA, DAN ALLAHPUN MENJATUHKAN MEREKA LEWAT PROSES YANG SANGAT MENYAKITKAN.

 
KEDUA :

 
    ORANG YANG DIBERI NIKMAT ILMU, BAIK NIKMAT ILMU MAUPUN ILMU AGAMA.
BAGI YANG DIBERI NIKMAT ILMU DUNIA PERTANDA ISTIDRAAJ ADALAH KETIKA ILMU MEREKA BANYAK MENIMBULKAN KERUSAKAN, BUKAN MEMBANGUN, ILMUNYA MENJADI MUDARAT BUKANNYA BERMANFAAT.

 
    SEMENTARA YANG DIBERI KELEBIHAN ILMU AGAMA, ISTIDRAAJ BISA BERAWAL DARI POPULARITAS.
    KETIKA TERBUAI OLEH POPULARITAS ITU, ALLAH PUN MENJATUHKAN MEREKA DENGAN CARA YANG TIDAK PERNAH DIBAYANGKAN.

 
KETIGA :

 
    ORANG-ORANG YANG DIBERI NIKMAT HARTA.
    KISAH KARUN DAN TSA'LABAH BIN HATHIB ADALAH CERMIN TERANG BAGAIMANA ALLAH MENUNJUKAN ISTIDRAAJ DENGAN MAKSIATAN.
SEHINGGA SEKALIPUN ALLAH TETAP MENGUCURKAN NILMAT DUNIAWI KEPADA MEREKA, NAMUN SESUNGGUHNYA DI BALIK ITU SEMUA ADALAH LAKNAT DAN MURKA ALLAH SWT.

 
EVALUASI DIRI BAIK SECARA INDIVIDU MUPUN KESATUAN APAKAH PEMULIAAN NILAI-NILAI LUHUR SUDAH DIRASAKAN MASYARAKAT DALAM BENTUK WUJUD NYATA ?

 
    SESEORANG ANGGOTA KEPOLISIAN SEYOGIANYA SETIAP SAAT DAPAT MENGINTROSPEKSI DIRINYA TENTANG APA YANG TELAH DIPERBUATNYA BAIK DALAM PELAKSANAAN TUGAS SEHARI-HARI, MAUPUN TERHADAP KELUARGANYA, SEHINGGA DALAM SETIAP TINDAKANNYA DAPAT MENJADI CONTOH TELADAN BAGI MASYARAKAT MAUPUN KELUARGANYA.

 
    UNTUK ITU, MARI KITA SAMA-SAMA INSTROSPEKSI DIRI KITA MASING-MASING, APAKAH SIFAT MALU MASIH ADA MELEKAT PADA DIRI KITA MASING-MASING ?

 
    KETAHUILAH BAHWA MANUSIA AKAN HIDUP DALAM KEBAIKAN DAN AKAN BAHAGIA SELAMA RASA MALU PADA DIRINYA SELALU DALAM KEADAAN TERPELIHARA.

 
SEHINGGA PEMULIAAN NILAI-NILAI LUHUR KEPOLISIAN SELALU TERPATRI DIHATI MASING-MASING PADA SETIAP ANGGOTA BHAYANGKARA MAUPUN SECARA KESATUAN.

 
ADA 7 (TUJUH) INDIKATOR KEBAHAGIAAN DI DUNIA

 
  1. HATI YANG SELALU BERSYUKUR.
  2. PASANGAN HIDUP YANG SOLEH.
  3. ANAK YANG SOLEH.
  4. LINGKUNGAN YANG KONDUSIF.
  5. HARTA YANG HALAL.
  6. SEMANGAT UNTUK PAHAMI AGAMA.
  7. UMUR YANG BAROKAH.

 
AKHIRNYA MARI KITA WUJUDKAN DALAM BENTUK PERBUATAN NYATA ISI DARI TRI BRATA DAN CATUR PRASETYA YANG MERUPAKAN NILAI-NILAI LUHUR KEPOLISIAN YANG MERUPAKAN PEDOMAN KERJA SERTA PEGANGAN HIDUP SEKALIGUS ILMU YANG HARUS KITA AMALKAN SECARA KONSISTEN.

 

 
PERLU UNTUK DIKETAHUI, DIPAHAMI DAN DILAKSANAKAN
OLEH SETIAP PERSONEL POLRI
----- 0 -----
SUBBID PENMAS

 

 




PENERANGAN KESATUAN

DITERBITKAN OLEH BIDHUMAS POLDA KALSEL


 

 

SAMBUTAN
KEPALA KEPOLISIAN DAERAH KALSEL
PADA ACARA PEMULIAAN
NILAI – NILAI LUHUR POLRI
HARI RABU TANGGAL 22 JUNI 2011

 
NOMOR : /VII/2011/PENSAT

 

 
    TIDAK TERASA TEPAT TANGGAL 1 JULI 2011 NANTI POLRI AKAN MEMPERINGATI HARI BHAYANGKARA KE 65. USIA KE 65 BUKANLAH WAKTU YANG SINGKAT DAN MUDAH UNTUK DILALUI DALAM DINAMIKA YANG TELAH DIWARNAI SEJARAH PERJALANAN POLRI. SUDAH BANYAK PRESTASI YANG DIRAIH OLEH POLRI DALAM PENGABDIANNYA KEPADA MASYARAKAT, NAMUN JUGA TAK SEDIKIT YANG MESTI DIBENAHI. OLEH KARENA ITU, MENJELANG PERINGATAN HUT BHAYANGKARA INI KITA MAKNAI SEBAGAI :

 
  1. SARANA INTROPEKSI DIRI GUNA MELIHAT SAMPAI SEJAUH MANA PERAN KITA DALAM MENJALANKAN TUGAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BANGSA DAN NEGARA MELALUI POLRI YANG KITA CINTAI.

 
  1. SARANA KONSOLIDASI ORGANISASI DALAM RANGKA MENINGKATAKAN KINERJA ORGANISASI SEBAGAI PROGRAM KERJA YANG TELAH DITETAPKAN, SEHINGGA ANGGOTA KEPOLISIAN DAERAH KALSEL DAPAT MELAKSANAKAN TUGASNYA DENGAN LEBIH BAIK DAN PROFESIONAL.

     
  2. WUJUD RASA SYUKUR KITA KEPADA ALLAH SWT TUHAN YANG MAHA KUASA, ATAS BIMBINGAN DAN PETUNJUK-NYA POLRI TELAH MAMPU MENUNJUKKAN KIPRAHNYA DALAM MELINDUNGI, MENGAYOMI DAN MELAYANI MASYARAKAT.

     
SEBAGAIMANA KITA KETAHUI BERSAMA, BAHWA LAHIR, TUMBUH DAN BERKEMBANGNYA POLRI TIDAK LEPAS DARI SEJARAH PERJUANGAN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA. SEJARAH TELAH MENCATAT PERJALANAN POLRI PADA BERBAGAI TANTANGAN TUGAS YANG MULTI KOMPLEKS.

 
SELAIN MENATA KEAMANAN DAN KETERTIBAN DI MASA PERANG KEMERDEKAAN, POLRI JUGA TERLIBAT LANGSUNG DALAM PERTEMPURAN MELAWAN PENJAJAH DAN BERBAGAI OPERASI LAINNYA DALAM MENUMPAS DI / TII, PRRI, PKI, RMS DAN PENUMPASAN GERAKAN PENGACAU KEAMANAN LAINNYA SERTA BERPARTISIPASI AKTIF DALAM MISI PERDAMAIAN PBB.

 
    PENGALAMAN SEJARAH INI MEMATANGKAN SEMANGAT PENGABDIAN POLRI SEBAGAI ABDI NEGARA YANG YANG MANDIRI, PROFESIONAL JUGA DIPERCAYA MASYARAKAT DAN PADA KESEMPATAN YANG BAIK INI, NANTI KITA AKAN MENDENGARKAN CERAMAH TENTANG, " PEMULIAAN NILAI-NILAI LUHUR POLRI " YANG AKAN DISAMPAIKAN OLEH SESEPUH KITA BAPAK KOMBES POL. (PURN) Drs. H.HANAFI ARIEF YANG AKAN MENYAMPAIKAN SEJARAH PERJUANGAN POLRI MASA LALU HINGGA SAAT INI UNTUK DIJADIKAN PELAJARAN BAGI KITA SEMUA SEKALIGUS SEBAGAI MODAL KITA UNTUK MENCAPAI PRESTASI YANG LEBIH BAIK DIMASA YANG AKAN DATANG. DIRGAHAYU BHAYANGKARA KE- 65, SEMOGA PENGABDIAN YANG TULUS, PROFESIONAL DAN TRANSPARAN AKAN MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT KEPADA POLRI.

 

 
PERLU UNTUK DIKETAHUI, DIPAHAMI DAN DILAKSANAKAN
OLEH SETIAP PERSONEL POLRI
----- 0 -----
SUBBID PENMAS

Label:

0 komentar:

Posting Komentar