Hotline: 0511-66235/68572, email: bidhumaskalsel@ymail.com, Form Pengaduan masyarakat klik di sini
TopBottom

TIM HUMAS POLDA KALSEL

Video

Kapolda Kalsel

SEMINAR POLMAS, HAM DAN RANHAM

Posted by Ikhsan Ntd at 24 Juli 2011


POLDA KALSEL, Bertempat di Aula Bhayangkara digelar seminat tentang implementasi strategi Polisi Masyarakat (Polmas), hak asasi manusia (HAM) dan Gender dalam konteks rencana aksi nasional hak asasi manusia (RANHAM), Kamis (21/7) kemaren.

Dalam Amanat Kapolda Kalsel Brig jend Pol Drs Syafruddin MSi yang dibacakan oleh Wakapolda Kalsel Kombes Pol Saput MSi. Dikatakan saat ini dan kedepat tuntutan masyarakat terhadap aparat penegak hukum khususnya kepolisian diharapkan menghormati, memahami dan melaksanakan HAM disetiap pelaksanaan tugas di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat baik yang bersifat preventif maupun represif.

Hal tersebut sejalan dengan amanat pasal 4 UU no. 2 tahun 2002 tentang kepolisian Negara republik Indonesia bertujuan untuk mewujudkan keamanan dalam negeri yang meliputi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat, tertib dan tegaknya hukum, terselenggaranya perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat serta terbinannya ketentraman masyarakat dengan menjunjung tinggi HAM.

Secara eksternal berbagai konvensi hak azasi manusia dan UUD 1945 telah melahirkan UU RI No 39 Tahun 1999 tentang hak azasi manusia yang mendorong gerakan RANHAM

Hal-hal tersebut juga memotivasi institusi Polri untuk membnetuk kepolisian yang menghormati HAM. Karena itu dibuatlah berbagai peraturan Kapolri sebagai pedoman di dalam melaksanakan tugas. Diantaranya adalah peraturan apolri No 7 tahun 2008 tentang pedoman dasar strategi dan implementasi pemolisian masyarakay dalam penyelenggaraan tugas polri dan peraturan kapolri no 8 tahun 2009 tentang implementasi prinsip dan standar HAM dalam penyelenggaraan tugas.

Seminar yang digelar satu ari itu juga mensosialisasikan peraturan Kapolri, yang dihadiri para tokoh masyarakat, mahasiswa serta instansi pemerintah lainnya.

Label:

SOSIALISASI PERKAP BIDANG RESERSE JAJARAN POLDA KALSEL 2011

Posted by Ikhsan Ntd at 20 Juli 2011


AULA BHAYANGKARA POLDA KALSEL, Senin (18/7) pagi dilaksanakan pembukaan sosialisasi peraturan kapolri bidang reserse jajaran polda kalsel tahun 2011 yang dibuka oleh Wakapolda Kalsel Kombes Pol Saput M.Si yang bertemakan "DENGAN SOSIALISASI PERATURAN KAPOLRI KITA WUJUDKAN PENYIDIKAN BERMORAL, PROFESIONAL, MODERN, TRANSPARAN, AKUNTABEL DAN PATUH HUKUM" dengan dihadiri kurang lebih 275 orang perserta dari jajaran dit resnarkoba polda kalsel, kasat resnarkoba jajaran anggoa sat resnarkoba jajaran, kanit reskrim polsek jajaran dan undangan.




Amanat yang dibacakan Wakapolda bahwa dari tema sosialisasi perkap tersebut ada dua variable yang sangat penting, yaitu variable pertama pelaksanaan sosialisasi perkap yang berkaitan dengan tugas-tugas penanggulangan tindak pidana, sedangkan variable yang kedua adalah proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik berdasarkan etika, moral, professional modern, transparan, akuntabel dan patuh hukum, berangkat dari pemahaman terhadap kedua bariabel ini sebenarnya ada dua hal yang ingin dicapai, pertama yaitu pola piker dan perilaku penyidik yang beretika, bermoral dan professional dalam setiap melakukan tugas penyidikan dan yang kedua adalah perubahan peran pelayanan fungsi reserse kearah yang prima serta bias memberika kepastian hukum.


Maksud pembuatan rencana kegiatan ini adalah untuk memberikan gambaran kepada pimpinan tentang segala sesuatu yang akan diperlukan dalam rangka sosialisasi peraturan Kapolri tersebut dan bertujuan agar satuan kwilayahan mengerti dan memahami tentang pentingnya moralitas guna membentuk penyidik yang professional, modern, transparan, akuntabel dan patuh hukum.

Label:

SIDANG KELULUSAN CALON TARUNA AKPOL TA 2011 PANDA POLDA KALSEL

Posted by Ikhsan Ntd at 18 Juli 2011

POLDA ,Jumat(15/7) sore digelar siding penetapan kelulusan penerimaan taruna akpol 2011 di Aula Bhayangkara Polda kalsel yang bersih, transparan, akuntabel dan humanis dengan tujuan diperoleh calon taruna yang memenuhi persyaratan baik kuantitas maupun kualitas.


 

Peseta siding penetapan kelulusan tingkat panda sebanyak 98 orang yang terdiri dari pejabat utama, kapolresta/ kapolres jajaran polda kalsel, tim penguji dan orang tua/wali dari calon taruna akpol. Pengawas Eksternal dan internal Tim ISO 9001 : 2008 dan Wartawan. Kuota sesuai dengan keputusan Kapolri Nomor KEP/398/VII/2011 tanggal 11-7-20 tentang kuota kirim catar akpol ta 2011 Polda Kalsel 9 orang rincian pria 8 orang dan wanita 1 orang.

Dalam seleksi penerimaan yang berprinsip bersih, transfaran, akuntabel dan humanis tersebut. Awal dibuka pendaftaran Taruna Akpol 2011 Polda Kalsel sekitar 289 orang jumlah pendaftar pria sekitar 250 dan wanita 39.Sesuai dengan kuota yang ada bahwa untuk calon asal pengiriman Polda. Tahapan Seleksi Taruna Akpol bertahap rikmin awal memenuhi syarat pria 129 wanita 19 jumlah 148, Rikkes I memenuhi syarat pria 16 dan wanita 4 jumlah 20, Rik Psikologi memenuhi syarat pria 11 orang dan wanita 2 orang jumlah 13 orang, Uji akademik tetap jumalh 13 orang, Rikkes Tahap II pria 11 orang dan wanita 1 orang jumlah 12 orang, hasil uji jasmani dan rikmin akhir tetap jumlah 12 orang. Dan Sidang akhir penetapan kelulusan panda polda kalsel pria 8 dan wanita 1 orang jumlah 9 orang.


 

Prosedur ini belaku untuk pelaksanaan siding penetapan kelulusan tingkat panda dalam proses seleksi calon taruna akademi kepolisian yang dimulai dari proses persiapan siding, pelaksanaan siding, sampai dengan penentuan catar akpol yang memenuhi syarat dan terpilih untuk melaksanakan kegiatan seleksi tingkat pusat di semarang.

Label:

UPACARA BENDERA BULAN JULI 2011

Posted by Ikhsan Ntd at 17 Juli 2011

 

Polda Kalsel, kamis (17/7) pagi, Lapangan Polda Kalsel melaksanakan Upacara bendera rutin tiap bulan diikuti anggota Polri dan PNS Polri. Dalam Pelaksanaan upacara bendera kali ini oleh Direktorat Pol Air Polda Kalsel. Upacara bulanan ini di pimpin oleh Karo Ops Kombes Pol Drs, Hulman Gultom dan Beberapa penyampaian amanat dari Kapolda Kalsel dari Karo Ops pada upacara kali ini.

Perkembangan situasi kamtibmas Polda Kalsel pada semester II tahun 2010 telah terjadi tindak pidana sebanyak 3.250 kasus dengan kemampuan penyelesaian perkara sebanyak 2.071 kasus atau 62,62 %, dibandingkan semester I tahun 2011 maka jumlah tindak pidana sebanyak 3.593 kasus dengan penyelesaian perkara sebanyak 2.329 kasus atau 64,82 %.




Laka lantas pada semester II tahun 2010 yang lalu telah terjadi sebanyak 330 kasus dengan penyelesaian perkara sebanyak 219 kasus atau 66,36 %. Dimana pada semester I tahun 2011 jumlah laka lantas sebanyak 306 kasus dengan penyelasaian sebanyak 201 kasus atau 66 %. Meningkatnya angka pelanggaran lalu lintas ini sangat tergantung dari keaktifan dari jajaran direktorat lalu lintas dalam melaksanakan razia dan penindakan dilapangan.

 

Label:

SYUKURAN HUT BHAYANGKARA KE 65

Posted by Ikhsan Ntd at 04 Juli 2011

 

BANJARMASIN, Bertempat di Aula Bhayangkara Polda Kalsel, Jumat (1/7) nanyian selamat ulang tahun berkumandang mengiringi pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Wakapolda Kalsel Kombes Pol Saput yang didiampingi istrinya AKBP Marhaini. Pemotongan tumpeng itu menandai syukuran Hut Bhayangkara ke 65.

Syukuran ini dihadiri oleh Gubernur Kalsel Rudy Arifin, unsur pimpinan dari TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pimpinan media-media. Kombes Pol Saput mengatakan hut bhayangkara ke 65, polisi akan berupaya untuk bias memberikan pelayanan yang lebih baik lagi bagi masyarakat


Dalam pemeriahan Hut Bhayangkara di Kalsel penyanyi Ibu Kota, Astrid Sartiasari dan Firman membuat gempar Aula Bhayangkara Mapolda Kalsel.

Label:

HUT Bhayangkara Ke-65: Polri Siap Mewujudkan Pelayanan Prima

Posted by Ikhsan Ntd at


POLDA KALSEL, Tepat pada tanggal 1 Juli 2011, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Memperingati HUT Bhayangkara ke-65. Dengan momentum ini, diharapkan dapat menjadi pelecut semangat bagi anggota kepolisian di seluruh wilayah tanah air untuk dapat lebih memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat serta dapat menjalankan tugas dengan penuh kesungguhan, keteguhan, keikhlasan dan pengabdian terbaik kepada rakyat, bangsa dan negara yang kita cintai.

Petikan sambutan Presiden Republik Indonesia di atas dibacakan oleh Wakapolda Kalsel, Kombes Pol Saput MSi. dalam Upacara Peringatan HUT Bhayangkara ke-65 di Halaman Mapolda Kalsel, Jumat pagi (1/7). Upacara ini dihadiri oleh Gubernur Kalsel, Pejabat-Pejabat Polda, Ibu Bhayangkariserta segenap anggota kepolisian yang ada di Resta Banjarmasin.

 
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa Hari Bhayangkara tahun ini yang mengambil tema "Dengan Semangat Kemitraan Kita Mantapkan Revitalisasi Polri Guna Mewujudkan Pelayanan Prima" . Tema besar ini terdiri dari tiga kunci utama, yakni melaksanakan kemitraan, memantapkan Revitalisasi Polri dan mewujudkan Pelayanan Prima. dan hal ini sangat tepat dan relevan dengan tugas utama Polri di era reformasi saat ini.
 
Kemitraan utamanya dengan masyarakat merupakan faktor yang sangat mendukung terhadap kinerja Polri. Tanpa kemitraan yang erat dengan masyarakat, mustahil Polri dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik dan berhasil. Revitalisasi Polri juga sangat strategis, mengingat dalam beberapa tahun terakhir ini, Polri terus menjalankan reformasi internal untuk mewujudkan postur Polri yang semakin taktis, reformis dan humanis. Semuanya itu, bertujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

SBY juga menggarisbawahi terkait meningkatnya gejala-gejala radikalisme, terorisme dan kekerasan horizontal di kalangan masyarakat. Bahkan sebagian telah berani melakukan aksi penyerangan terhadap anggota Polri yang sedang mengemban tugas negara. Kenyataan ini merupakan peringatan agar jajaran kepolisian negara tetap siap-siaga terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Jika tidak ditangani secara sungguh-sungguh, maka keamanan dalam negeri mendapat ancaman yang serius. "Kita tidak boleh lengah, kita harus tetap waspada!",lanjut Presiden.


 
Kepada Polri dan jajarannya, Presiden meminta untuk lebih mengutamakan pendekatan dengan menggunakan cara-cara yang lebih persuasif, bukan tindakan represif. "Kedepankan upaya pre-emptif dan preventif",tuturnya. Namun jika telah terjadi pelanggaran hukum maka pendekatan upaya paksa atau tindakan represif tidaklah salah. Pendekatan soft power menjadi cermin dari proses Reformasi Birokrasi serta Revitalisasi Polri yang terus berjalan. Kita ingin menampilkan wajah Polri yang kian humanis. Kita juga ingin meningkatkan sinergitas kemitraan yang positif dengan masyarakat luas. "Karena itulah, mengedepankan pendekatan soft power lebih memberi peluang yang lebih luas bagi Polri untuk membangun kemitraan sebagai bagian dari Grand Strategy Polri", kata Presiden.

Label:

KORPS RAPORT KENAIKAN PANGKAT PERSONEL POLRI POLDA KALSEL

Posted by Ikhsan Ntd at

POLDA KALSEL, (30/6) Lapangan Mapolda kenaikan pangkat yang ditandai dengan pelaksanaan korps Raport ini merupakan salah satu program pembinaan karier bagi personel polri yang didasarkan pada merit system and achievement yang dilaksanakan secara obyektif, adil dan konsisten sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan memperhatikan pada penilain aspek moral/mental kepribadian, kemampuan, prestasi kinerja, pendidikan serta aspek senioritas dengan tanpa mengorbankan kualitas. Pada kesempatan korps raport kali ini ada 482 personel Polda Kalsel yang berhasil mendapatkan kenaikan pangkat berjumlah 482 personel dengan rincian sebagai berikut:


 

BRIPDA KE BERIPTU 128 ORANG

BRIPTU KE BRIGADIR 185 ORANG

BRIGADIR KE BRIPKA 88 ORANG

AIPDA KE AIPTU 16 ORANG

AIPTU KE IPDA HAR 1 ORANG

IPDA KE IPTU 1 ORANG

AKP KE KOMPOL 7 ORANG

KOMPOL KE AKBP 11 ORANG

AKBP KE KOMBES POL 3 ORANG


 

Naik pangkat menjadi Kombes Pol antara lain Dir Polair Polda kalsel Kombes Pol Yulius Bambang SIK, kemudian Direktorat Resnarkoba Polda Kalsel Kombes Pol Andean Sitinjak SIK, dan Direktorat Pam Obvit Polda Kalsel Kombes Pol Kasihan Rahmadi.

Kapolda Kalsel Brigjen Pol Drs Syafruddin MSi mengingatkan kepada seluruh personil yang mendapat kenaikan pangkat, agar tidak memandang kalau yang berda di pundak mereka hanya sebatas hiasan belaka, melainkan cerminan kualitas pribadi, kualitas,dan kemampuan untuk terus berprestasi dan humanis.

Label:

PENSAT BULAN JULI MINGGU KE 4

Posted by Ikhsan Ntd at 02 Juli 2011






PENERANGAN KESATUAN

DITERBITKAN OLEH BIDHUMAS POLDA KALSEL


 

 


 
KOMITMEN MORAL DALAM RANGKA REFORMASI
BIROKRASI POLRI

 
NOMOR : /VII/2011/PENSAT

 
    KAMI ANGGOTA POLRI DENGAN PENUH KESADARAN DAN KESUNGGUHAN BERSEPAKAT UNTUK SENANTIASA :

 
  1. MELAKSANAKAN TUGAS POKOK FUNGSI DAN PERANAN DENGAN PENUH DEDIKASI DAN TANGGUNG JAWAB YANG TINGGI KEPADA TUHAN YANG MAHA KUASA, MASYARAKAT, BANGSA DAN NEGARA

 
  1. MEWUJUDKAN SUASANA KERJA YANG TRANSPARAN, NYAMAN, EFISIEN, ADIL, PROFESIONAL DAN AKUNTABEL.

     
  2. MENJAMIN PEMIMPIN YANG SELALU MEMEGANG TEGUH DAN MENGAKTUALISASIKAN ETIKA KEMIMPINAN DENGAN MENAMPILKAN DIRI SEBAGAI SOSOK PELAYAN YANG JUJUR, BERANI, ADIL, BIJAKSANA, TRANSPARAN, TERBUKA, TAULADAN, KREATIF, INOVATIF, KOOPERATIF, DAN MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN ANGGOTA SERTA SOLIDITAS INSTISUSI.

     
  3. MENJADI STAF / PELAKSANA YANG MEMEGANG TEGUH ETIKA STAF DENGAN MENAMPILKAN DIRI SEBAGAI INSAN BHAYANGKARA YANG SANTUN, RAMAH, EMPATI, BERKEMANUSIAN, ADIL, TERBUKA, IHKLAS, JUJUR, LOYAL, SETIA, KOMUNIKATIF, TANGGUNG JAWAB DAN MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN MASYARAKAT.

     
  4. MENAMPILKAN PERILAKU YANG TEGAS, HUMANIS, MENGHORMATI DAN MENJUJUNG TINGGI HARKAT DAN MARTABAT MANUSIA DENGAN MENGHINDARKAN DIRI DARI PERBUATAN YANG MERUGIKAN, MEMBEBANI, MEMBERIKAN, MEMINTA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN KEPADA MASYARAKAT

     
  5. MENJAGA KEHORMATAN DAN HARGA DIRI DENGAN TIDAK MELAKUKAN KOLUSI, KORUPSI, NEPOTISME SERTA BERBAGAI BENTUK PENYALAHGUNAAN WEWENANG LAINNYA

 
  1. MELAYANI MASYARAKAT DENGAN PENAMPILAN FISIK YANG PANTAS DISESUAIKAN DENGAN PANGGILAN

 
  1. MENJUNJUNG TINGGI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA SERTA NORMA-NORMA YANG BERLAKU DI MASYARAKAT, MENERAPKAN DISKRESI DENGAN PENUH RASA TANGGUNG JAWAB DAN DILANDASI HATI YANG BERSIH SERTA JIWA YANG TULUS.

     
  2. MERESPONS KESULITAN DAN MEMBANTU MEMECAHKAN MASALAH SOSIAL DALAM MASYARAKAT DENGAN CEPAT MERUPAKAN PERBUATAN YANG MULIADAN JUJUR.


    PERLU UNTUK DIKETAHUI, DIPAHAMI DAN DILAKSANAKAN
    OLEH SETIAP PERSONEL POLRI
    ----- 0 -----
    SUBBID PENMAS

 

 

 


 


PENERANGAN KESATUAN

DITERBITKAN OLEH BIDHUMAS POLDA KALSEL

 

 

 


 


 


 


 


 


 


 


 

SAMBUTAN
KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA SYUKURAN PERINGATAN HARI
BHAYANGKARA KE – 65 TAHUN 2011
TANGGAL 1 JULI 2011

 
NOMOR : / /2011/PENSAT

 

 
    MENGAWALI SAMBUTAN INI, SAYA MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BHAYANGKARA KEPADA SELURUH ANGGOTA POLRI DIMANAPUN BERTUGAS. DENGAN HARAPAN SEMOGA DI USIA YANG KE- 65 INI, POLRI AKAN TUMBUH DAN BERKEMBANG MENJADI INSTITUSI YANG PROFESIONAL, BERMORAL, MODERN, TRANSPARAN DAN AKUNTABEL.

 
    DI HARI YANG BERSEJARAH INI, MERUPAKAN MOMENTUM YANG SANGAT TEPAT BAGI JAJARAN POLRI UNTUK MELAKUKAN INTROSPEKSI DAN RETROSPEKSI TERHADAP KINERJA YANG TELAH DILAKUKAN SELAMA INI, SERTA SEJAUH MANA KITA MAMPU MENGEMBAN AMANAH YANG DIPERCAYAKAN OLEH MASYARAKAT, BANGSA DAN NEGARA.

 
    SEBAGAIMANA PRINSIP HARI ESOK HARUS LEBIH BAIK DARI HARI INI, MAKA PERINGATAN HARI BHAYANGKAR INI JUGA KITA JADIKAN SEBAGAI BATU PIJAKAN UNTUK MELANGKAH MAJU KE ARAH YANG LEBIH BAIK, MELALUI BERBAGAI UPAYA PENGUATAN SERTA PERBAIKAN TERHADAP BERBAGAI KELEMAHAN DAN KEKURANGAN, DEMI TERWUJUDNYA PROFIL POLRI SEBAGAIMANA YANG DIHARAPKAN.

 
    ENAM PULUH LIMA TAHUN BUKANLAH WAKTU YANG SINGKAT DAM MUDAH UNTUK DILALUI. BERBAGAI DINAMIKA DAN PASANGF SURUTNYA COBAAN, RINTANGAN, TANTANGAN DAN HAMBATAN TELAH MEWARNAI PERJALANAN SEJARAHH PENGABDIAN POLRI KEPADA MASYARAKAT, BANGSA DAN NEGARA. KONDISI TERSEBUT TIDAK MENYURUTKAN DERAP LANGKAH POLRI, SEBALIKNYA AKAN MEMPERKAYA DAN MEMPERKUAT NILAI-NILAI KEJUANGAN INSAN BHAYANGKARA SEBAGAI UKIRAN PRESTASI YANG TERCATATDALAM LEMBARAN SEJARAH BANGSA INDONESIA.

 
    BERAGAM PENGALAMAN TERSEBUT, JUGA MENJADIKAN POLRI LEBIH TEGAR DAN MATANG DALAM MENGEMBAN TUGAS PENGABDIANNYA SEBAGAI PEMELIHARA KEAMANAN DAN KETERTIBAN MASYARAKAT, PENEGAK HUKUM, SERTA PELINDUNG, PENGAYOM DAN PELAYAN MASYARAKAT, SITUASI KAMTIBMAS YANG SECARA UMUM BERJALAN AMAN DAN KONDUSIF DEWASA INI MERUPAKAN BUKTI NYATA DARI SUMBANGSIH SERTA ANDIL JAJARAN POLRI YANG TIDAK KENAL LELAH DAN PUTUS ASA MESKIPUN DIHADAPKAN PADA BERBAGAI KENDALA DAN KETERBATASAN.

 
    HAL TERSEBUT TENTUNYA TIDAK TERLEPAS DARI BANTUAN DAN PARTISIPASI BERBAGAI ELEMEN MASYARAKAT, TERMASUK INSTANSI – INSTANSI TERKAIT, SEBAGAI IMPLEMENTASI NYATA DARI KESADARAN BELA NEGARA. OLEH KARENA ITU, PADA KESEMPATAN INI, SAYA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH DAN PENGHARGAAN YANG SETINGGI-TINGGINYA ATAS PARTISIPASINYA DALAM PEMBINAAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN MASYARAKAT, DISERTAI HARAPAN UNTUK TERUS DITINGKATKAN DIMASA YANG AKAN DATANG.

 
    PERLU KITA PAHAMI BERSAMA, BAHWA TANTANGAN TUGAS YANG DIHADAPI POLRI ADALAH MASALAH RESIDUAL YANG MENGEDAP PADA BERBAGAI ASPEK KEHIDUPAN, TERMASUK DIBIDANG PEMERINTAHAN DAN KEMASAYARAKATRAN. HAL TERSEBUT MENUNTUT JAJARAN POLRI MELAKUKAN KERJASAMA KEMITRAAN DENGAN SELURUH KELOMPOK MASYARAKAT MAUPUN PEMANGKU KEPENTINGAN LAINNYA UNTUK MENGELIMINASI JAUH DIHULU PERMASALAHAN, SEHINGGA DAPAT MENEKAN TERJADINYA GANGGUAN KAMTIBMAS SERTA MENGURANGI JUMLAH KORBAN SEKECIL MUNGKIN.

 
    OLEH KARENA ITU, SANGATLAH TEPAT KIRANYA PERINGATAN HARI BHAYANGKARA KE-65 INI MENGAMBIL TEMA " DENGAN SEMANGAT KEMITRAAN KITA MANTAPKAN REVITALISASI KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA UNTUK MEWUJUDKAN PELAYANAN PRIMA". TEMA INI SELARAS DENGAN GRAND STRATEGI POLRI TAHAP II (2010 – 2014) YANG MENEMPATKAN KEMITRAAN SEBAGAI FAKTOR STRATEGIS DALAM UPAYA MEWUJUDKAN PELAYANAN PRIMA KEPADA MASYARAKAT. PELAKSANAAN TAHAPAN PEMBANGUNAN KEMITRAAN (PARTNERSHIP BUILDING) SEBAGAI TAHAPAN PERTAMA DARI GRAND STRATEGI POLRI.

 
    MENCERMATI PERKEMBANGAN LINGKUNGAN STRATEGI YANG TERJADI DALAM KURUN WAKTU BELAKANGAN INI, TENTUNYA KITA MENARUH PRIHATIN MENGINGAT ADANYA BEBERAPA GANGGUAN KAMTIBMAS YANG TERJADI, KHUSUSNYA JARINGAN TERORISME YANG TIDAK HANYA SURVIVE NAMUN JUGA REVIVE, HAL ITU DIBUKTIKAN DENGAN BERBAGAI AKSI YANG DILANCARKAN, SEHINGGA MENIMBULKAN KERESAHAN DITENGAH-TENGAH MASYARAKAT, NAHKAN YANG LEBIH MEMPRIHATINKAN LAGI ADALAH TIMBULNYA KORBAN JIWA DARI ANGGOTA POLRI YANG SEDANG MELAKSANAKAN TUGAS YANG MEMANG DIRENCANAKAN UNTUK DIJADIKAN TARGET OLEH PARA PELAKU.

 
    BEGITU JUGA DENGAN AKSI RADIKALISME DAN ANARKISME MASSA YANG KERAP MEWARNAI LEMBARAN KAMTIBMAS DI TANAH AIR, YANG DAPAT MEMICU TERJADINYA KONFLIK HORISONTAL. DIPREDIKSI BAHWA GEJALA KEKERASAN HORISONTAL, TERORISME DAN RADIKALISME KEDEPAN MASIH AKAN TERUS TERJADI.
SEHINGGA DIPERLUKAN LANGKAH YANG LEBIH EFFEKTIF MELALUI BERBAGAI TEROBOSAN KREATIF UNTUK MELAKUKAN UPAYA PENCEGAHAN. PADA KESEMPATAN INI PERLU KAMI INGATKAN BAHWA IDEOLOGI RADIKAL JUGA TELAH MULAI MERUSAK PADA BERBAGAI AKTIFITAS SOSIAL DAN PENDIDIKAN KARENANYA SAYA BERHARAP PERAN SELURUH WARGA MASYARAKAT, KHUSUSNYA PARA ORANG TUA DAN GURU UNTUK IKUT MEMBIMBING ANAK-ANAKNYA JANGAN SAMPAI TERBAWA PENGARUH IDEOLOGI RADIKAL TERSEBUT.

 
    MESKIPUN DIHADAPKAN PADA BERBAGAI TANTANGAN YANG CUKUP BERAT SEBAGAIMANA TERSEBUT DIATAS NAMUN POLRI TERUS BERUPAYA SEMAKSIMAL MUNGKIN MENAMPILKAN KINERJA YANG LEBIH BAIK, KHUSUSNYA DALAM MENGATASI BERBAGAI JENIS KEJAHATAN YANG TERUS BERKEMBANG, BAIK KEJAHATAN KONVENSIONAL, KEJAHATAN TRANSNASIONAL, KEJAHATAN TERHADAP KEKAYAAN NEGARA MAUPUN KEJAHATAN YANG BERIMPLIKASI KONTINJENSI. KASUS-KASUS BESAR YANG MENYANGKUT SINDIKAT INTERNASIONAL SEPERETI TERORISME, NARKOBA, ILLEGAL FISHING, DAN TRAFFICKING IN PERSON, SEMAKIN BANYAK YANG DITUNTASKAN, SEHINGGA TIDAK JARANG POLRI MENDAPATKAN APRESIASI DARI BERBAGI PIHAK BAIK DARI DALAM MAUPUN LUAR NEGERI.

 
    DILINGKUNGAN INTERNAL POLRI, KHUSUSNYA DIBIDANG PEMBINAAN TELAH DILAKUKAN BERBAGAI UPAYA DALAM RANGKA MERUBAH MIND SET DAN CULTURE SET GUNA MENAMPILKAN SOSOK POLRI YANG LEBIH MELAYANI, PROAKTIF, TRANSPARAN DAN AKUNTABEL. UNTUK ITU, POLRI TELAH MENJALIN KERJASAMA DENGAN BERBAGAI PENGAWASAN EKSTERNAL BAIK LEMBAGA PEMERINTAH SEPERTI BPK RI, KOMNAS HAM, OMBUDSMAN RI DAN KOMPOLNAS MAUPUN DENGAN BERBAGAI LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT. HAL ITU SEMATA-MATA DILAKUKAN DALAM RANGKA PERUBAHAN UNTUK MEWUJUDKAN POLRI YAG LEBIH BAIK DARI WAKTU KE WAKTU.

 
    KAMI MENYADARI, BAHWA BERBAGAI UPAYA YANG DILAKUKAN TERSEBUT BELUM SEPENUHNYA MEMENUHI HARAPAN MASYARAKAT.OLEH KARENA ITU MELALUI KESEMPATAN YANG BAIK INI KAMI MEMOHON MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA DAN BERLAPANG DADA UNTUK MENERIMA BERBAGAI MASUKAN, KRITIK DAN SARAN YANG KONSTRUKTIF DARI SELURUH LAPISAN MASYARAKAT GUNA PERBAIKAN POLRI KEDEPAN.

 
    SEBELUM MENGAKHIR SAMBUTAN INI, SAYA KEMBALI MENGINGATKAN KEPADA SELURUH ANGGOTA POLRI BAHWA SETIAP PEKERJAAN DAN JABATAN YANG DIEMBAN MERUPAKAN SUATU AMANAH YANG HARUS DILAKSANAKAN DAN DITUNAIKAN DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH DAN PENUH RASA TANGGUNG JAWAB. JUNJUNG TINGGI KODE ETIKA KELAMBAGAAN, ETIKA KENEGARAAN DAN ETIKA HUBUNGAN DENGAN MASYARAKAT YANG MERUPAKAN KRISTALISASI DARI NILAI-NILAI PANCASILA TRI BRATA DAN CATUR PRASETYA.

 
PERLU UNTUK DIKETAHUI, DIPAHAMI DAN DILAKSANAKAN
OLEH SETIAP PERSONEL POLRI
----- O -----

Label:

PENSAT BULAN JULI MINGGU KE 3

Posted by Ikhsan Ntd at






PENERANGAN KESATUAN


DITERBITKAN OLEH BIDHUMAS POLDA KALSEL


 

 
CERAMAH
PEMULIAAN NILAI-NILAI LUHUR POLRI
DALAM RANGKA HARI BHAYANGKARA KE 65 TAHUN 2011
OLEH KOMBES POL (PURN) Drs. H.HANAFI ARIEF,SH

 

 
NOMOR : / VII/2011/PENSAT

 

 
LANDASAN

 

  1. KITAB SUCI SESUAI DENGAN KEPERCAYAAN MASING-MASING.
  2. PANCASILA.
  3. UNDANG-UNGANG DASAR 1945.
  4. ADAT ISTIADAT MASYARAKAT SETEMPAT.

 

" NILAI – NILAI LUHUR KEPOLISIAN "

 
TRI BRATA

 
KAMI POLISI INDONESIA :

 
  1. BERBAKTI KEPADA NUSA DAN BANGSA DENGAN PENUH KETAQWAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA.

 
  1. MENJUNJUNG TINGGI KEBENARAN, KEADILAN DAN KEMANUSIAN, DALAM MENEGAKAN HUKUM NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA, YANG BERDASARKAN PANCASILA DAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945.

 
  1. SENANTIASA MELINDUNGI, MENGAYOMI DAN MELAYANI MASYARAKAT DENGAN KEIKHLASAN UNTUK MEWUJUDKAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN.

     
CATUR PRASETYA

 
SEBAGAI INSAN BHAYANGKARA KEHORMATAN SAYA ADALAH, BERKORBAN DEMI MASYARAKAT BANGSA DAN NEGARA UNTUK :

 
1. MENIADAKAN SEGALA BENTUK GANGUAN KEAMANAN.

 
2. MENJAGA KESELAMATAN JIWA RAGA, HARTA BENDA DAN HAK AZASI
MANUSIA.

 
3. MENJAMIN KEPASTIAN BERDASARKAN HUKUM.

 
4. MEMELIHARA PERASAAN TENTRAM DAN DAMAI.

 
UPAYA PEMULIAAN NILAI-NILAI LUHUR

 
PENDALAMAN IMAM DISESUAIKAN KEPERCAYAAN MASING-MASING, SEDANGKAN BAGI YANG BERAGAMA ISLAM MELALUI PENGAMALAN TUJUH SUNNAH NABI BESAR MUHAMM'AMAD SAW.

 
  1. TAHAJJUD

     
    KARENA KEMULIAAN SESEORANG MUKMIN TERLETAK PADA TAHAJJUDNYA.

 
  1. MEMBACA AL QUR'AN SEBELUM TERBIT MATAHARI ALANGKAH BAIKNYA MATA MEMBACA AL QUR'AN TERLEBIH DAHULU DENGAN PENUH PEMAHAMAN.

 
  1. JANGAN TINGGALKAN MESJID TERUTAMA DIWAKTU SUBUH.
    SEBELUM MELANGKAH KEMANAPUN, LANGKAHKAN KAKI KE MESJID, KARENA MESJID MERUPAKAN PUSAT KEBERKAHAN, BUKAN KARENA PANGGILAN MU'ADZIM TETAPI ADALAH KARENA PANGGILAN ALLAH SWT, YANG MENCARI ORANG BERIMAN UNTUK MEMAKMURKAN MESJID ALLAH.

 
  1. JAGA SHOLAT DHUHA, KARENA KUNCI REZEKI TERLETAK PADA SHOLAT DHUHA.

 
  1. JAGA SEDEKAH SETIAP HARI, ALLAH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG SUKA BERSEDEKAH DAN MALAIKAT ALLAH SELALU MENDOAKAN KEPADA ORANG YANG BERSEDEKAH.

 
  1. JAGA WUDHU TERUS MENERUS KARENA ALLAH MENYANGI HAMBA YANG BERWUDHU.
    KATA KHALIFAH BIN ABU THALIB " ORANG YANG SELALU BERWUDHU SENANTIASA IA AKAN MERASA SELALU SHOLAT WALAU IS SEDANG TIDAK SHOLAT DAN DIJAGA MALAIKAT DENGAN DOA-DOA, AMPUNI DOSANYA DAN SAYANGI DIA YA ALLAH"

 
  1. AMALKAN ISTIGHFAR SETIAP SAAT.
    DENGAN ISTIGHFAR, MASALAH YANG TERJADI KARENA DOSA KITA AKAN DIJATUHKAN OLEH ALLAH, DZIKIR ADALAH BUKTI SYUKUR KITA KEPADA ALLAH.

     

     
    BILA KITA KURANG DAN KURANG BERDZIKIR PULA, OLEH KARENA ITU SETIAP WAKTU HARUS SELALU ADA PENGHAYATAN DALAM MELAKSANAKAN IBADAH RITUAL DAN IBADAH AJARAN ISLAM LAINNYA,

     
    DZIKIR JUGA MERUPAKAN MAKANAN ROKHANI YANG PALING BERGIZI DAN DENGAN BERDZIKIR BERBAGAI KEJAHATAN DAPAT DITANGKAL SEHINGGA JAUHKAN UMAT MANUSIA DARI SIFAT-SIFAT YANG BERPANGKAL PADA MATERIALISME DAN HEDONISME.

 
    PENGUASAN ILMU SECARA LUAS DAN MENDALAM.

 
" JADILAH KITAB WALAU TANPA JUDUL "

 
KUN KITAABAN MUFIDAN BILA 'UNWAANAAN WALAA TAKUN'UNWAANAN BILA KITAABAN.

 
MAKSUDNYA :

 
JADILAH KITAB YANG BERMANFAAT WALAUPUN TANPA JUDUL, NAMUN JANGAN MENJADI JUDUL TANPA KITAB.

 
    PEPATAH DALAM BAHASA ARAB ITU MENYIRATKAN MAKNA YANG SANGAT DALAM, TERUTAMA MENYANGKUT KONDISI BANGSA SAAT INI YANG SARAT KONFLIK, PEREBUTAN KEKUASAAN DAN PENGABDIAN AMANAH OLEH PEMIMPIN-PEMIMPIN YANG TIDAK MENEBARKAN MANFAAT DENGAN JABATAN DAN OTORITAS YANG DIMILIKI.

 
    BANGSA INI TELAH KEHILANGAN RUHUL JUNDIYAH YAKNI JIWA KESATRIA. JUNDIYAH ADALAH KARAKTER KEPRAJURITAN YANG DIDALAMNYA TERKANDUNG JIWA KESATRIA SEBAGAI MANA DIWARISKAN PEJUANG DAN ULAMA BANGSA INI SAAT PERJUANGAN KEMERDEKAAN.

 
    SEMANGAT PERJUANGAN (HAMASAH JUNDIYAH) ADALAH SEMANGAT UNTUK BERPERAN DAN BUKAN SEMANGAT UNTUK MENGEJAR JABATAN, POSISI DAN GELAR-GELAR DUNIAWI LAINNYA (HAMASAH MANSHABIYAH).

 
    SAAT INI JIWA KESATRIA ITU SEMAKIN MENGHILANG, SEBALIKNYA MUNCUL JIWA-JIWA KERDIL DAN PENGECUT YANG MENGINGINKAN OTORITAS, KEKUASAAN DAN JABATAN NAMUN TIDAK MAU BERTANGGUNG JAWAB, APALAGI BERKURBAN.
YANG TERJADI ADALAH SALING BEREBUT JABATAN, BAIK DI PARTAI POLITIK, ORMAS MAUPUN DI PEMERINTAHAN.

 
    ORANG BERLOMBA-LOMBA MENGIKUTI PERSAINGAN UNTUK MENDAPATKAN JABATAN BAHKAN DENGAN MENGHALALKAN SEGALA CARA, AKIBATNYA DI NEGERI INI BANYAKORANG MEMILIKI "JUDUL" BAIK JUDUL AKADEMIS, JUDUL KEAGAMAAN, JUDUL KEMILITERAN MAUPUN JUDUL BIROKRATIS, YANG TANPA MAKNA.
ADA JUDULNYA TETAPI TANPA SUBSTANSI, TANPA ISI DAN TANPA ROH.

 
    PADA HAL ADA KISAH-KISAH DAN HEROIK BERBAGAI BANGSA DI DUNIA. MISALNYA DALAM SIRAH SHAHABAH, DISEBUT BAHWA SAID BIN ZAID PERNAH MENOLAK AMANAH MENJADI GUBERNUR DI HIMSH (SYIRIA).
HAL INI
MEMBUAT UMAR BIN KHATTAB RA, MENCENGKERAM LEHER GAMISNYA SERAYA MENGHARDIKNYA :
"CELEKA KAU SAID ! KAU BERIKAN BEBAN DI PUNDAKKU DAN KAU MENOLAK MEMBANTUKU."
BARU KEMUDIAN DENGAN BERAT HATI, SAID BIN ZAID MAU MENJADI GUBERNUR.

 
    ADA LAGI KISAH LAIN YAITU UMAR BIN KHATTAB MEMBERHENTIKAN KHALID BIN WALID PADA SAAT MEMIMPIN PERANG. HAL INI DILAKUKAN UNTUK MENGHENTIKAN PENGKULTUSAN KEPADA SOSOK PANGLIMA YANG SELALU BERHASIL MEMENANGKAN PERTEMPURAN INI.

 
    KHALID MENERIMANYA DENGAN IKHLAS, DENGAN SINGKAT IA BERUJAR : "AKU BERPERANG KARENA ALLAH DAN BUKAN KARENA UMAR ATAU JABATANKU SEBAGAI PANGLIMA" IAPUN TETAP BERPERANG SEBAGAI SEORANG PRAJURIT BIASA.

 
    KHOLID DICOPOT "JUDUL"NYA SEBAGAI PANGLIMA PERANG NAMUN, IA TETAP MEMBUAT "KITAB" DAN MEMBANTU MENOREHKAN KEMENANGAN.

 
    IBRAH YANG BISA DIPETIK DARI KISAH-KISAH TERSEBUT ADALAH "JANGANLAH MENJADI JUDUL TANPA KITAB." MEMILIKI PAGKAT, TETAPI TIDAK MENUAI MANFAAT.

 
    MAK RUUHUL JUNDIYAH ATAU JIWA KESATRIA YANG PENUH PENGORBANAN HARUS DIHADIRKAN KEMBALI DI TENGAH-TENGAH BANGSA INI SEHINGGA TIDAK TIMBUL HUBBUL MANAASHIB, YAITU CINTA KEPADA KEPANGKATAN, JABATAN-JABATAN, BAHKAN MUNAFASAH 'ALAL MANASHIB YAITU BERLOMBA-LOMBA UNTUK MERAIH JABATAN-JABATAN.

 
PENGAMALAN NILAI-NILAI LUHUR KEPOLISIAN SECARA ISTIQOMAH, TERUS MENERUS DAN BERLANJUT.

 
    HIDUP INI ADALAH PERUBAHAN, SEMUA BERUBAH, BUMI YANG KITA TEMPATIPUN BERUBAH, WAKTU JUGA BERUBAH, ADA SIANG DAN ADA MALAM.

 
    RODA KEHIDUPAN DUNIA JUGA TIDAK PERNAH BERHENTI, KADANG NAIK DAN KADANG TURUN, ADA SUKA ADA DUKA, ADA SENYUM ADA TANGIS, KADANG-KADANG DIPUJI TAPI PADA SUATU SAAT DIHUJAT.

 
JANGAN HARAPKAN ADA KEABADIAN DALAM PERJALANAN HIDUP.

 
    OLEH SEBAB ITU AGAR TIDAK TEROMBANG AMBING DAN TETAP TEGAR DALAM MENGHADAPI SEGALA KEMUNGKINAN TANTANGAN HIDUP KITA HARUS MEMILIKI PEGANGAN DAN AMALAN DALAM HIDUP DAN MAU BERUBAH MENJADI LEBIH BAIK DARI SEBELUMNYA.

 
    SALAH SATU PEGANGAN DAN AMALAN PENTING YANG DIBERIKAN AGAMA KITA UNTUK MENGHADAPI KEHIDUPAN INI ADALAH ISTIQOMAH.
ISTIQOMAH ADALAH KOKOH DALAM AQIDAH DAN KONSISTEN DALAM IBADAH, BAIK HUBUNGAN DENGAN ALLAH SWT MAUPUN DENGAN SESAMA HIDUP.

 
    ISTIQOMAH ITU HARUS DARI WAKTU KEWAKTU, SEBAB BILA MATI TANPA KEIMANAN MAKA DIANGGAP MURTAD.

 
    NILAI ISTIQOMAH INI DAPAT DIAPLIKASIKAN PADA BISNIS, KARENA UMUMNYA ORANG BERBISNIS YANG SUKSES ADALAH ORANG-ORANG YANG KONSISTEN DAN TIDAK LEKAS BERPUTUS ASA.

 
PENGEMBANGAN DIRI SESUAI KONDISI, WAKTU DAN TEMPAT UNTUK MENCAPAI KEMATANGAN (MATURITY) SEBAGAI INSAN POLRI.

 
    DALAM PENGEMBANGAN DIRI, TIDAK MUNGKIN DAPAT MENCAPAI HASIL YANG MAKSIMAL TANPA ADANYA BANTUAN ORANG LAIN.

 
    UNTUK ITU, DISAMPING ILMU YANG DIDAPATKAN DARI BANGKU SEKOLAH YANG SIFATNYA FORMAL, MAKA KITA DITUNTUT PULA MENCARI DAN BERGURU DENGAN ORANG-ORANG PINTAR YANG ADA DISEKELILING KITA, BAIK ITU TOKOH AGAMA, TOKOH MASYARAKAT ATAU ORANG-ORANG YANG BERPENGARUH LAINNYA, YANG DIHORMATI OLEH MASYARAKAT DIMANA KITA BERTUGAS.

 
KITA SEYOGIANYA BANYAK BRSILATURAHMI.

 
SEBAGAI ANGGOTA POLRI WASPADAI LAKNAT TERSAMAR DI BALIK NIKMAT.

 
    IDEALNYA SETIAP NIKMAT YANG KITA TERIMA DARI ALLAH SWT, AKAN MENAMBAH KEBAHAGIANDAN KESENANGAN DALAM HIDUP.

 
    SEBAB KETIKA MENGGAMBARKAN NIKMAT YANG DILIMPAHKAN KEPADA HAMBA NYA, ALLAH SELALU MENYEBUTNYA SEBAGAI
KESENANGAN.
NAMUN ADA SATU KONDISI DIMAN NIKMAT BISA BERUBAH JADI LAKNAT DAN KARUNIA YANG DIBERIKAN MERUPAKAN MURKA ALLAH SWT.

 
    INILAH YANG DISEBUT ISTIDRAAJ, YAITU PEMBERIAN ALLAH KEPADA ORANG YANG SERING BERBUAT MAKSIAT KEPADANYA.

 
    SEMAKIN MEREKA MELUPAKAN ALLAH, ALLAH TETAP MENAMBAHKAN KESENANGAN BAGI MEREKA, AKIBATNYA MEREKA SEMAKIN TERJERUMUS DAN ALLAH AKAN MENJATUHKAN SISKA YANG AMAT PEDIH.

 
ADA TIGA GOLONGAN YANG PERPOTENSI DITIMPA ISTIDRAAJ :

 
PERTAMA :

 
    ORANG-ORANG YANG DIBERI NIKMAT KEKUASAAN LALU MENJADI SOMBONG DAN SEWENANG-WENANG TERHADAP RAKYATNYA. MAKA ALLAH MEMPERPANJANG MASA KEKUASAANNYA, SEHINGGA IA SEMAKIN TERJERUMUS DALAM KESOMBONGAN DAN KESEWENANG-WENANGAN. GOLONGAN INI TERPERSONIFIKASI LEWAT SOSOK FIRA'UN KETIKA ALLAH MEMBERIKAN KEKUASAAN, PIRA'UN SERING BERTINDAK SEMENA-MENA.

 
    LALU ALLAH MENAMBAH KEKUASAANNYA DAN PIRA'UN SEMAKIN TAKABUR HINGGA MENGAKUI DIRINYA SEBAGAI TUHAN, AKHIRNYA ALLAH MENJATUHKAN AZAB YANG SANGAT PEDIH DENGAN MENENGGELAMKAN FIRA'UN KELAUT MERAH.

 
    DALAM SEJARAH MODERN BANYAK PEMIMPIN YANG MENGULANG SEJARAH FIRA'UN, SEKALIPUN DALAM SKALA YANG BERBEDA, DAN ALLAHPUN MENJATUHKAN MEREKA LEWAT PROSES YANG SANGAT MENYAKITKAN.

 
KEDUA :

 
    ORANG YANG DIBERI NIKMAT ILMU, BAIK NIKMAT ILMU MAUPUN ILMU AGAMA.
BAGI YANG DIBERI NIKMAT ILMU DUNIA PERTANDA ISTIDRAAJ ADALAH KETIKA ILMU MEREKA BANYAK MENIMBULKAN KERUSAKAN, BUKAN MEMBANGUN, ILMUNYA MENJADI MUDARAT BUKANNYA BERMANFAAT.

 
    SEMENTARA YANG DIBERI KELEBIHAN ILMU AGAMA, ISTIDRAAJ BISA BERAWAL DARI POPULARITAS.
    KETIKA TERBUAI OLEH POPULARITAS ITU, ALLAH PUN MENJATUHKAN MEREKA DENGAN CARA YANG TIDAK PERNAH DIBAYANGKAN.

 
KETIGA :

 
    ORANG-ORANG YANG DIBERI NIKMAT HARTA.
    KISAH KARUN DAN TSA'LABAH BIN HATHIB ADALAH CERMIN TERANG BAGAIMANA ALLAH MENUNJUKAN ISTIDRAAJ DENGAN MAKSIATAN.
SEHINGGA SEKALIPUN ALLAH TETAP MENGUCURKAN NILMAT DUNIAWI KEPADA MEREKA, NAMUN SESUNGGUHNYA DI BALIK ITU SEMUA ADALAH LAKNAT DAN MURKA ALLAH SWT.

 
EVALUASI DIRI BAIK SECARA INDIVIDU MUPUN KESATUAN APAKAH PEMULIAAN NILAI-NILAI LUHUR SUDAH DIRASAKAN MASYARAKAT DALAM BENTUK WUJUD NYATA ?

 
    SESEORANG ANGGOTA KEPOLISIAN SEYOGIANYA SETIAP SAAT DAPAT MENGINTROSPEKSI DIRINYA TENTANG APA YANG TELAH DIPERBUATNYA BAIK DALAM PELAKSANAAN TUGAS SEHARI-HARI, MAUPUN TERHADAP KELUARGANYA, SEHINGGA DALAM SETIAP TINDAKANNYA DAPAT MENJADI CONTOH TELADAN BAGI MASYARAKAT MAUPUN KELUARGANYA.

 
    UNTUK ITU, MARI KITA SAMA-SAMA INSTROSPEKSI DIRI KITA MASING-MASING, APAKAH SIFAT MALU MASIH ADA MELEKAT PADA DIRI KITA MASING-MASING ?

 
    KETAHUILAH BAHWA MANUSIA AKAN HIDUP DALAM KEBAIKAN DAN AKAN BAHAGIA SELAMA RASA MALU PADA DIRINYA SELALU DALAM KEADAAN TERPELIHARA.

 
SEHINGGA PEMULIAAN NILAI-NILAI LUHUR KEPOLISIAN SELALU TERPATRI DIHATI MASING-MASING PADA SETIAP ANGGOTA BHAYANGKARA MAUPUN SECARA KESATUAN.

 
ADA 7 (TUJUH) INDIKATOR KEBAHAGIAAN DI DUNIA

 
  1. HATI YANG SELALU BERSYUKUR.
  2. PASANGAN HIDUP YANG SOLEH.
  3. ANAK YANG SOLEH.
  4. LINGKUNGAN YANG KONDUSIF.
  5. HARTA YANG HALAL.
  6. SEMANGAT UNTUK PAHAMI AGAMA.
  7. UMUR YANG BAROKAH.

 
AKHIRNYA MARI KITA WUJUDKAN DALAM BENTUK PERBUATAN NYATA ISI DARI TRI BRATA DAN CATUR PRASETYA YANG MERUPAKAN NILAI-NILAI LUHUR KEPOLISIAN YANG MERUPAKAN PEDOMAN KERJA SERTA PEGANGAN HIDUP SEKALIGUS ILMU YANG HARUS KITA AMALKAN SECARA KONSISTEN.

 

 
PERLU UNTUK DIKETAHUI, DIPAHAMI DAN DILAKSANAKAN
OLEH SETIAP PERSONEL POLRI
----- 0 -----
SUBBID PENMAS

 

 




PENERANGAN KESATUAN

DITERBITKAN OLEH BIDHUMAS POLDA KALSEL


 

 

SAMBUTAN
KEPALA KEPOLISIAN DAERAH KALSEL
PADA ACARA PEMULIAAN
NILAI – NILAI LUHUR POLRI
HARI RABU TANGGAL 22 JUNI 2011

 
NOMOR : /VII/2011/PENSAT

 

 
    TIDAK TERASA TEPAT TANGGAL 1 JULI 2011 NANTI POLRI AKAN MEMPERINGATI HARI BHAYANGKARA KE 65. USIA KE 65 BUKANLAH WAKTU YANG SINGKAT DAN MUDAH UNTUK DILALUI DALAM DINAMIKA YANG TELAH DIWARNAI SEJARAH PERJALANAN POLRI. SUDAH BANYAK PRESTASI YANG DIRAIH OLEH POLRI DALAM PENGABDIANNYA KEPADA MASYARAKAT, NAMUN JUGA TAK SEDIKIT YANG MESTI DIBENAHI. OLEH KARENA ITU, MENJELANG PERINGATAN HUT BHAYANGKARA INI KITA MAKNAI SEBAGAI :

 
  1. SARANA INTROPEKSI DIRI GUNA MELIHAT SAMPAI SEJAUH MANA PERAN KITA DALAM MENJALANKAN TUGAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BANGSA DAN NEGARA MELALUI POLRI YANG KITA CINTAI.

 
  1. SARANA KONSOLIDASI ORGANISASI DALAM RANGKA MENINGKATAKAN KINERJA ORGANISASI SEBAGAI PROGRAM KERJA YANG TELAH DITETAPKAN, SEHINGGA ANGGOTA KEPOLISIAN DAERAH KALSEL DAPAT MELAKSANAKAN TUGASNYA DENGAN LEBIH BAIK DAN PROFESIONAL.

     
  2. WUJUD RASA SYUKUR KITA KEPADA ALLAH SWT TUHAN YANG MAHA KUASA, ATAS BIMBINGAN DAN PETUNJUK-NYA POLRI TELAH MAMPU MENUNJUKKAN KIPRAHNYA DALAM MELINDUNGI, MENGAYOMI DAN MELAYANI MASYARAKAT.

     
SEBAGAIMANA KITA KETAHUI BERSAMA, BAHWA LAHIR, TUMBUH DAN BERKEMBANGNYA POLRI TIDAK LEPAS DARI SEJARAH PERJUANGAN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA. SEJARAH TELAH MENCATAT PERJALANAN POLRI PADA BERBAGAI TANTANGAN TUGAS YANG MULTI KOMPLEKS.

 
SELAIN MENATA KEAMANAN DAN KETERTIBAN DI MASA PERANG KEMERDEKAAN, POLRI JUGA TERLIBAT LANGSUNG DALAM PERTEMPURAN MELAWAN PENJAJAH DAN BERBAGAI OPERASI LAINNYA DALAM MENUMPAS DI / TII, PRRI, PKI, RMS DAN PENUMPASAN GERAKAN PENGACAU KEAMANAN LAINNYA SERTA BERPARTISIPASI AKTIF DALAM MISI PERDAMAIAN PBB.

 
    PENGALAMAN SEJARAH INI MEMATANGKAN SEMANGAT PENGABDIAN POLRI SEBAGAI ABDI NEGARA YANG YANG MANDIRI, PROFESIONAL JUGA DIPERCAYA MASYARAKAT DAN PADA KESEMPATAN YANG BAIK INI, NANTI KITA AKAN MENDENGARKAN CERAMAH TENTANG, " PEMULIAAN NILAI-NILAI LUHUR POLRI " YANG AKAN DISAMPAIKAN OLEH SESEPUH KITA BAPAK KOMBES POL. (PURN) Drs. H.HANAFI ARIEF YANG AKAN MENYAMPAIKAN SEJARAH PERJUANGAN POLRI MASA LALU HINGGA SAAT INI UNTUK DIJADIKAN PELAJARAN BAGI KITA SEMUA SEKALIGUS SEBAGAI MODAL KITA UNTUK MENCAPAI PRESTASI YANG LEBIH BAIK DIMASA YANG AKAN DATANG. DIRGAHAYU BHAYANGKARA KE- 65, SEMOGA PENGABDIAN YANG TULUS, PROFESIONAL DAN TRANSPARAN AKAN MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT KEPADA POLRI.

 

 
PERLU UNTUK DIKETAHUI, DIPAHAMI DAN DILAKSANAKAN
OLEH SETIAP PERSONEL POLRI
----- 0 -----
SUBBID PENMAS

Label:

PENSAT BULAN JULI MINGGU KE 2

Posted by Ikhsan Ntd at






PENERANGAN KESATUAN

DITERBITKAN OLEH BIDHUMAS POLDA KALSEL


 

 
AMANAT
KEPALA KEPOLISIAN DAERAH KALSEL
PADA UPACARA KORPS RAPORT KENAIKAN PANGKAT
HARI KAMIS TANGGAL 30 JUNI 2011

 
NOMOR : /VII/2011/PENSAT

 

 
    KENAIKAN PANGKAT YANG DITANDAI DENGAN PELAKSANAAN KORPS RAPORT INI MERUPAKAN SALAH SATU PROGRAM PEMBINAAN KARIER BAGI PERSONEL POLRI YANG DIDASARKAN PADA MERIT SYSTEM AND ACHIEVEMENT YANG DILAKSANAKAN SECARA OBYEKTIF, ADIL DAN KONSISTEN SESUAI DENGAN KETENTUAN YANG BERLAKU DENGAN MEMPERHATIKAN PADA PENILAIAN ASPEK MORAL/ MENTAL KEPRIBADIAN, KEMAMPUAN, PRESTASI KINERJA, PENDIDIKAN SERTA ASPEK SENIORITAS DENGAN TANPA MENGORBANKAN
KUALITAS. DALAM PELAKSANAAN SISTEM PENILAIAN PERSONEL BERDASARKAN KOMPETENSI TERHADAP TUGAS POKOK POLRI DAN UKURAN PRESTASI YANG DINILAI MELALUI DEWAN KEBIJAKAN KARIER SEHINGGA ANGGOTA POLRI YANG BERPRESTASI AKAN DIBERIKAN REWARD ATAU PENGHARGAAN, SEDANGKAN TERHADAP ANGGOTA POLRI YANG MELAKUKAN PELANGGARAN DISIPILIN, PELANGGARAN KODE ETIK MAUPUN PIDANA UMUM AKAN DIBERIKAN PUNISHMENT ATAU HUKUMAN SESUIA DENGAN TINGKAT KESALAHAN YANG DILAKUKAN.

 
    NAMUN DEMIKIAN REWARD BERUPA KENAIKAN PANGKAT SETINGKAT LEBIH TINGGI YANG TELAH DIANUGERAHKAN PIMPINAN POLRI TERSEBUT HARUSLAH DITINDAK LANJUTI DENGAN KUALITAS KEMAMPUAN PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KEDEPAN YANG LEBIH BAIK BAIK, SESUAI DENGAN PEPANGKATANNYA ARTINYA PANGKAT YANG ADA DIPUNDAK ITU ADALAH SEBAGAI CERMIN KUALITAS KEMAMPUAN SESEORANG.

 
    PADA KESEMPATAN KORPS RAPORT KALI INI ADA 482 PERSONEL POLDA KALSEL YANG BERHASIL MENDAPATKAN KENAIKAN PANGKAT DENGAN RINCIAN SEBAGAI BERIKUT :

 
    BRIPDA KE BRIPTU    : 128 ORANG
    BRIPTU KE BRIGADIR : 185 ORANG
    BRIGADIR KE BRIPKA : 88 ORANG
    BRIPKA KE AIPDA : 42 ORANG
    AIPDA KE AIPTU : 16 ORANG
    AIPTU KE IPDA HAR : 1 ORANG
    IPDA KE IPTU : 1 ORANG
    AKP KE KOMPOL : 7 ORANG
    KOMPOL KE AKBP : 11 ORANG
    AKBP KE KOMBES POL : 3 ORANG
    PERLU DIKETAHUI BAHWA KENAIKAN PANGKAT INI BUKANLAH SEMATA-MATA SUATU HAK SAJA, AKAN TETAPI JUGA SEBAGAI PENGHARGAAN DARI INSTITUSI POLRI KEPADA PERSONEL YANG BERPRESTASI. OLEH KARENA ITU SAYA MINTA KEPADA SELURUH PERSONEL TEMPATKANLAH DIRI DAN HARGAILAH DIRI ANDA SESUAI DENGAN JENJANG KEPANGKATAN YANG ADA DIPUNDAK ANDA. KARENA PADA HAKIKATNYA PAGKAT YANG MENEMPEL DIPUNDAK BUKAN HANYA HIASAN BELAK, AKAN TETAPI SEBAGAI CERMIN KUALITAS PRIBADI DAN KUALITAS KEMAMPUAN.

 
    UPACARA KORPS RAPORT KENAIKAN PANGKAT YANG KITA LAKSANAKAN PADA HARI INI DIWARNAI DENGAN SUASANA DAN SEMANGAT PERINGATAN HARI BHAYANGKARA KE- 65. DIUSIA YANG KE-65 INI POLRI MASIH MENGHADAPI BERBAGAI TANTANGAN INTERNAL MAUPUN EKSTERNAL.

 
    MENYIKAPI TANTANGAN TUGAS TERSEBUT TENTUNNYA INSTITUSI POLRI HARUS MELAKUKAN BERBAGAI UPAYA PEMBENAHAN-PEMBENAHAN YANG BERKESINAMBUNGAN MELALUI REDEFINISI, REPOSISI DAN RESTRUKTURISASI KELEMBAGAAN DALAM RANGKA MEWUJUDKAN POLRI SEBAGAI LEMBAGA KEPOLISIAN YANG BERORIENTASI SIPIL (CIVIL POLICE) YANG TANGGUH DAN UNGGUL DALAM MELAKSANAKAN TUGAS POKOKNYA SEBAGAI PELINDUNG, PENGAYOM DAN PELAYAN MASYARAKAT SEKALIGUS SEBAGAI APARAT NEGARA PENEGAK HUKUM SEBAGAIMANA TELAH DIAMANATKAN DALAM UU NO.2 TAHUN 2002 TENTANG KEPOLISIAN NEGARA RI.

 
    SEBELUM MENGAKHIRI AMANAT INI, SAYA ATAS NAMA PRIBADI DAN PIMPINAN POLDA KALSEL MENGUCAPKAN "SELAMAT" BAGI ANGGOTA POLRI POLDA KALSEL YANG MENDAPATKAN KENAIKAN PANGKAT SETINGKAT LEBIH TINGGI, DEMIKIAN JUGA BAGI ISTRI, ORANG TUA DAN KELUARGA SAUDARA YANG SENANTIASA MENDAMPINGI DAN MENDORONG TUGAS-TUGAS SAUDARA SEHINGGA DAPAT MERAIH PRESTASI YANG DAPAT DIRASAKAN DAN DIBANGGAKAN BERSAMA.

 
    KHUSUSNYA KEPADA PARA PERWIRA MENENGAH YANG BARU SAJA MENDAPATKAN PERUBAHAN GOLONGAN KEPANGKATAN DARI PAMA MENJADI PAMEN, SAYA HARAPKAN AGAR SEGERA MENYESUAIKAN DIRI DAN HENDAKNYA MEMILIKI SIKAP DAN PRILAKU YANG DAPAT DIJADIKAN SURI TAULADAN BAGI BAWAHANNYA. SAUDARA HARUS MAMPU BERTINDAK PROAKTIF, INOVATIF, KREATIF DAN PENUH DENGAN INISIATIF SERTA SECARA DINAMIS MAMPU MENGEMBANGKAN IDE DAN GAGASAN DEMI KEMAJUAN ORGANISASI POLRI KHUSUSNYA POLDA KALSEL INI.

 
UNTUK DIKETAHUI, DIPAHAMI DAN DILAKSANAKAN
OLEH SETIAP ANGGOTA POLRI DAN PNS POLRI
……..0…….
PENSAT

 

 


 


 


PENERANGAN KESATUAN

DITERBITKAN OLEH BIDHUMAS POLDA KALSEL

 

 


 


 


 


 


 


 


 

SAMBUTAN
KEPALA KEPOLISIAN DAERAH KALSEL
PADA ACARA PELEPASAN PESERTA LOMBA BERBURU
HARI BHAYANGKARA KE-65 TAHUN 2011 TANGGAL 24 JUNI 2011

 
NOMOR : / /2011/PENSAT

 

 
    KITA KETAHUI BERSAMA, BAHWA KEGIATAN LOMBA BERBURU ADALAH MERUPAKAN KALENDER KEGIATAN TETAP DARI PERBAKIN KALIMANTAN SELATAN YANG BEKERJASAMA DENGAN PANITIA HARI BHAYANGKARA KE-65 TAHUN 2011 POLDA KALSEL, SEKALIGUS SEBAGAI WUJUD BHAKTI SOSIAL KEPADA MASYARAKAT PELADANG DAN PETANI YANG SANGAT MEMERLUKAN BANTUAN UNTUK MEMBERANTAS HAMA BABI HUTAN YANG SERING MENGGANGGU TANAMAN DAN LADANG MEREKA.

 
    TAHUN INI, LOKASI BERBURU KEMBALI DIARAHKAN DI KABUPATEN TANAH LAUT, TANAH BUMBU DAN KOTA BARU DIMANA KETIGA DAERAH INI CUKUP BANYAK HAMA BABI
HUTAN YANG SERING MENGGANGGU DAN MERUGIKAN PETANI, SEHIGGA MEREKA SERING MENGALAMI GAGAL PANEN HASIL BUMI YANG DIHARAPKAN UNTUK MENYAMBUNG HIDUP.

 
    OLEH KARENA ITU, MELALUI KEGIATAN BERBURU INI, SETIDAKNYA KITA DAPAT MEMBANTU MEREKA DENGAN MENGURANGI POPULASINYA.

 
    SELAIN MERUPAKAN RANGKAIAN KEGIATAN HARI BHAYANGKARA KE-65 TAHUN 2011 DAN PENYALURAN HOBI OLAHRAGA, LOMBA BERBURU JUGA SEBAGAI SARANA PENGAWASAN SERTA PENGENDALIAN PENGGUNAAN SENJATA API BAGI PEMILIK MAUPUN PEMEGANG SENJATA BAGI ANGGOTA PERBAKIN.

 
    MANFAATKAN SEBAGAI WADAH MEMBIASAKAN DIRI UNTUK SELALU MEMPERHATIKAN PROSEDUR YANG BENAR, MEMPERHATIKAN KEAMANAN, DAN PENGAMANAN PENGGUNAAN, MAUPUN PENYIMPANANNYA SERTA KELENGKAPAN ADMINISTRASI MAUPUN CARA MENEMBAK ITU SENDIRI KARENA SENJATA ADALAH BENDA YANG SANGAT BERBAHAYA BAIK BAGI LINGKUNGAN MAUPUN DIRI SENDIRI, OLEH KARENANYA PENGENDALIAN DIRI ADALAH MENJADI PRIORITAS UTAMA, KARENA BANYAK CONTOH KASUS PENYALAHGUNAAN SENJATA DIMANA-MANA, YANG BERAKIBAT PADA LUKA ATAU KEMATIAN SESEORANG BAHKAN PEMEGANG SENJATA ITU SENDIRI.PADA KESEMPATAN INI, SAYA INGATKAN KEPADA PANITIA DAN FUNGSI TERKAIT, AGAR MEMBANTU MEMPERSIAPKAN SEGALA SESUATU YANG BERKAITAN DENGAN KELENGKAPAN BERBURU, TERUTAMA DOKUMEN PERIJINAN YANG LENGKAP DAN SAH, BAIK PERMOHONAN BANTUAN DARI PEMERINTAH KABUPATEN MAUPUN IJIN ANGKUT SENJATA API YANG DIGUNAKAN, SEHINGGA KEGIATAN BERBURU TERLAKSANA SESUAI PROSEDUR.

 
    SETIBANYA SAUDARA DI LOKASI BERBURU, SESEGERA MUNGKIN MELAPORKAN DIRI KEPADA POLRES, POLSEK SETEMPAT DAN PANITIA PELAKSANA DI POSKO, BAIK SEBELUM, SELAMA MAUPUN SETELAH MELAKSANAKAN KEGIATAN, KARENA MELAPORKAN DIRI BAGI PEMILIK DAN PEMEGANG SENJATA API ADALAH SUATU KEWAJIBAN SEKALIGUS SARANA PENGAWASAN TERHADAP DISIPLIN, KETERTIBAN DAN KEAMANAN DALAM PELAKSANAAN LOMBA.

 
    OLEH KARENA ITU, GUNA MENGANTISIPASI HAL-HAL YANG TIDAK DIINGINKAN ATAU DILUAR PROSEDUR, SAYA PERINTAHKAN KEPADA PANITIA PELAKSANA, UNTUK MEMBAWA SENJATA API SETANGAN, GUNAKAN ALAT ANGKUT YANG AMAN DAN LAYAK PAKAI, SELANJUTNYA DISERAHKAN KEPADA PESERTA SETELAH SAMPAI DI POSKO UTAMA DI KABUPATEN TANAH BUMBU.

 
    KEMUDIAN SERAH TERIMA KE DAN DARI PESERTA LOMBA, DILAKSANAKAN LANGSUNG OLEH PANITIA SEBELUM DAN SETELAH PELAKSANAAN LOMBA BERBURU DI POSKO PENGENDALI DENGAN PERTANGGUNGJAWABAN YAG AUTHENTIK. DAN SETELAH SELESAI KEGIATAN, LANGSUNG DISIMPAN KEMBALI DI GUDANG SENJATA DIREKTORAT INTELKAM POLDA KALSEL.

 
    HAL TERSEBUT PERLU SAYA TEGASKAN, DIMAKSUDKAN UNTUK PENGAWASAN DAN PENGANDALIAN AGAR TERHINDAR DARI HAL-HAL YANG TIDAK DIINGINKAN. MARILAH KITA CIPTAKAN DAN WUJUDKAN DAERAH KALIMANTAN SELATAN KEPADA SITUASI YANG BENAR-BENAR KONDUSIF, JANGAN SAMPAI TERCELA HANYA KARENA LALAI ATAU AROGAN KITA SAAT MEMEGANG SENJATA.

 
    SAAT SAUDARA-SAUDARA, MEMASUKI LOKASI PERBURUAN, SEGERALAH BERADAPTASI DENGAN LINGKUNGAN, PERHATIKAN ETIKA BERBURU DENGAN MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN DAN ADAT ISTIADAT MASYARAKAT SETEMPAT, HORMATI NILAI-NILAI KEMANUSIAN,AGAMA, BERIKAN DAN TINGGALKAN KESAN YAG POSITIF BAGI CITRA PEMBURU KHUSUSNYA DAN PERBAKIN PADA UMUMNYA, KEPADA MASYARAKAT SETEMPAT, BAHWA TUJUAN UTAMA KEBERADAAN SAUDARA DI LOKASI TERSEBUT ADALAH BHAKTI SOSIAL MEMENUHI PERMINTAAN MEREKA UNTUK MERINGANKAN BEBAN DARI GANGGUAN HAMA BABI HUTAN YANG MERASAHKAN.

 
    SEBAGAI SESAMA UMAT DAN WARGA NEGARA INDONESIA YANG SADAR DENGAN KEPEDULIAN, MAKA HILANGKAN SIFAT EGO YANG HANYA SEKEDAR MENGEJAR TARGET LOMBA ATAU SEKEDAR MENYALURKAN HOBI TANPA MEMPERHATIKAN ETIKA BERBURU YANG SUDAH SAUDARA KETAHUI SEMUA.

 
    PERHATIKAN PROSEDUR PENEMBAKAN AGAR TERCAPAI SASARAN YANG TEPAT DAN AMAN, HINDARI SALAH TEMBAK, KARENA HAL TERSEBUT JUSTRU AKAN MERUSAK CITRA PERBAKIN ITU SENDIRI, KHUSUSNYA PARA PEMBURU.

 
BEBERAPA PENEKANAN YANG HARUS DIPEDOMANI YAITU :

 
  1. JANGAN MENEMBAK, KALAU HANYA KARENA MELIHAT SESUATU YANG BERGERAK.
  2. JANGAN MENEMBAK, KALAU HANYA MELIHAT WARNA.
  3. JANGAN MENEMBAK, KALAU HANYA KARENA MELIHAT BENTUK ATAU BAYANGAN.
  4. JANGAN MENEMBAK, KALAU HANYA KARENA MENDENGAR SUARA.
  5. KEGAGLAN MENENTUKAN IDENTITAS SASARAN YANG SEPASTI-PASTINYA, ADALAH MERUPAKAN SALAH SATU PENYEBAB UTAMA KEMATIAN DAN CEDERA DALAM PENGGUNAAN SENJATA API.

 
    PADA KESEMPATAN INI PULA, SAYA SAMPAIKAN TERIMA KASIH DAN PENGHARGAAN KEPADA PANITIA HARI BHAYANGKARA KE-65 TAHUN 2011 YANG BEKERJASAMA DENGAN PERBAKIN KALSEL UNTUK MENYELENGGARAKAN KEGIATAN INI.

 
    SAYA BERHARAP KEGIATAN INI BENAR-BENAR MEMBERIKAN MANFAAT DAN KETENANGAN BAGI MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN DHARMA BHAKTINYA DALAM KEHIDUPAN INI.

 
SEBELUM MENGAKHIRI AMANAT SAYA, KEPADA PARA PESERTA LOMBA, SAYA UCAPKAN SELAMAT BERLOMBA, JUNJUNG TINGGI SPORTIFITAS, UTAMAKAN DISIPLIN, KESELAMATAN, KETERTIBAN, KEAMANAN DAN PENGAMANAN, RAIH PRESTASI SEBAGAI PETEMBAK BERBURU YANG HANDAL DAN PEROLEH HASIL BURUAN SEBANYAK-BANYAKNYA AGAR MASYARAKAT TERBANTU DENGAN PEMBASMIAN HAMA BABI.

 
    KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN DALAM LOMBA ADALAH HAL YANG WAJAR, YANG TERPENTING DALAM LOMBA ADALAH MEMUPUK RASA KEBERSAMAAN, KEPEDULIAN DAN RAMAH TERHADAP LINGKUNGAN.

 
    TETAP PEDOMANI PERATURAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU KHUSUSNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1990 TENTANG KONSERVASI SUMBER DAYA MANUSIA HAYATI DAN EKOSISTEMNYA.

 
    PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 13 TAHUN 1994 TENTANG PERBURUAN SATWA BURU DAN PERATURAN KAPOLRI NO.POL.: PERKAP / 13/ X/ 2006 TANGGAL 3 OKTOBER 2006 TENTANG PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN SENJATA API NON ORGANIK TNI/POLRI UNTUK KEPENTINGAN OLAHRAGA.   
   

 
PERLU UNTUK DIKETAHUI, DIPAHAMI DAN DILAKSANAKAN
OLEH SETIAP BHAYANGKARI
----- 0 ----
PENSAT

Label: